
Malam sudah merangkak. Bintang sudah merata mewarnai langit di atas sana.
Zyona usai membersihkan tubuhnya, ia kini sudah segar, bersiap tidur bersama gaun tidur warna hitam yang sangat manis di badannya.
Terbuat dari kain satin, yang menggantung setengah paha. Kain yang sangat jatuh di badan. Membuat bentuk molek tubuh seorang Zyona Adisti tampak begitu indah. Di tambah tali spageti yang menggantung pada bahu indahnya.
Yakin, siapapun pria yang melihat Zyona dalam kondisi seperti ini, pasti akan tergoda.
Waktu menunjukkan pukul setengah dua pagi. Zyona sudah sedari tadi tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Di bawah selimut tebal miliknya.
Ia tidak menyadari ada orang yang masuk diam-diam ke dalam kamarnya. Sosok lelaki itu duduk di pinggir ranjang Zyona. Dia menjulurkan tangannya membelai pipi Zyona yang sedang tertidur pulas.
Pria itu menyapu bibir Zyona dengan jarinya. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Zyona, dan mengecup bibir itu berulang-ulang sebelum mengulum nya.
Zyona merasa ada yang mengganggu tidurnya. Tapi ia tetap tidak bangun. Hanya menggeliat sedikit dan bergumam pelan.
Adrian melihat Zyona menggeliat, dia menghentikan aksinya sebentar. Menutup matanya pura-pura tidur disamping Zyona. Setelah Zyona mulai tenang, dia kembali melakukan aksinya.
Matanya dibutakan dengan kemarahan. Kasihan sekali Zyona yang menjadi tumbal kemarahan Adrian pada pacarnya. Kerinduan Adrian yang menumpuk, membuat malam ini dia buta dengan marah sekaligus nafsu. Hingga tidak menyadari siapa gadis yang ada didepannya saat ini.
Adrian mengecup leher Zyona, dan meninggalkan tanda merah, bercampur biru keunguan disana. Tidak sampai disitu, payudara Zyona juga menjadi incarannya.
Zyona kini sudah berantakan. Leher dan dadanya dipenuhi tanda kiss mark oleh Adrian. Tapi Zyona tidak bangun, dia malah bermimpi yang pastinya akan membuatnya malu besok saat dia bangun.
Mata Adrian semakin dibutakan oleh nafsu. Dia naik dan menindihi tubuh mungilnya Zyona.
Berani sekali kau menghilang tanpa kabar Moza! Apa kau tidak tahu bagaimana menderitanya aku tanpa dirimu!
Adrian mengecup bibir Zyona berulang-ulang sebelum mengulum nya. ********** dengan rakus seperti tidak ada lagi hari esok. Dia yang tidak menyadari siapa wanita yang ada di bawah tubuhnya ini. Mulai memperdalam ciumannya. Tidak hanya itu, Adrian juga meremas dada Zyona dengan kasar.
Apa kau sudah mendapat pengganti ku makanya sekarang kau mencampakkan ku seperti ini?! Berani sekali kau Moza! Tidak ada seorang wanita dibumi ini yang berani bermain-main dengan Adrian Gadangga!
Pikiran Adrian membuatnya semakin frustrasi saja. Itu hanya pikirannya, entah benar atau tidak, kita masih belum tahu.
"Uggghhh" Lenguh Zyona, lebih terdengar seperti desahan
Detik itu juga Adrian langsung sadar. Dia terkejut ketika melihat wanita yang ia tindihi ternyata adalah Zyona.
__ADS_1
Buru-buru Adrian turun dari ranjang dan menatap terkejut pada Zyona. Gadis itu menggeliat. Bergeser kekanan dan kekiri sebelum kembali lagi tertidur.
Aishhhh...kenapa kau sangat bodoh Adrian! Bisa-bisanya kau menganggap kalau Zyona itu Moza! Adrian melangkah keluar dengan buru-buru
Hampir saja aku kelepasan tadi. Batinnya sambil melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
...~♥~...
Zyona mematung di depan kaca kamar mandi dengan wajah yang bersemu merah. Merasa tidak menyangka, melihat leher dan dadanya dipenuhi dengan tanda merah.
Apa-apaan ini?! Aku memang sudah gila! Bisa-bisanya semalam aku bermimpi mesum seperti itu! Gusar Zyona dalam hati.
Wajahnya semakin memerah jika mengingat mimpinya semalam. Apa-apaan itu! Kenapa bisa aku memimpikan aku dan Adrian...... Ais! Itu memalukan!
Dengan cepat Zyona menyelesaikan ritual mandinya. Dia berpakaian dan keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur.
Didapur pun Zyona masih bingung dengan dirinya sendiri. Dia termenung dengan pikiran yang terus berlarian
Kalau semalam itu mimpi, terus tanda merah dibadanku ini datangnya dari manaaaa? Apa jangan-jangan, yang semalam itu........ Aaaaaaaa, tidak mungkin!
Tidak!
TIDAK MUNGKIN*!
"Itu tidak mungkin! "
"Apanya yang tidak mungkin? "
Suara Adrian terdengar. Zyona menoleh disusul dengan rasa terkejutnya. Dia, Adrian Gadangga berdiri tepat di hadapan Zyona.
"K... Kamu " Zyona terbata. Dia semakin gugup. Apalagi pada mimpi mesumnya malam itu
"Apa yang tidak mungkin Zyona? " Tanya Adrian sambil memegangi dagu gadis itu. Mengangkatnya sedikit membuat Zyona mendongak menatap matanya
"Bukan....Aku cuma mimp..." Zyona sadar dan langsung menutup mulutnya dengan punggung tangannya
Sial! Aku keceplosan
__ADS_1
"Cuma apa?! Katakan yang jelas! " Suara Adrian meninggi. Dia semakin kuat memegang dagu Zyona. Membuat gadis itu meringis
"Katakan! " Ujar Adrian
Aduhhh, gimana ini ?! Masa iya aku jujur telah bermimpi mesum bersama nya?!
"B... bukan apa-apa kok... " Kilah Zyona sebisa mungkin
"Aku tahu kau berbohong, katakan padaku! " Adrian ngotot ingin tahu. Kepo ya Mas...
"Is Aku mimpi lo"
"Mimpi apa! "
"Dicium kamu! "
Adrian maupun Zyona diam. Suasana hening. Seakan waktu berhenti.
Satu detik....
Dua detik....
Tiga detik....
Sial! Aku keceplosan lagi!
Jangan tanya gimana merahnya wajah Zyona. Dia semakin salah tingkah saat Adrian menatap dalam matanya.
"Aisssss! " Zyona Mendorong kuat dada Adrian hingga laki laki itu hampir jatuh kebelakang. Kesempatan itu digunakan Zyona untuk mengeluarkan jurus langkah kaki seribunya.
Bodoh! Bodoh! Bodooooooooh! Zyona merasa malu. Dia berlari terus hingga sampai ke kamarnya yang ada di lantai dua.
Adrian menatap punggung Zyona tanpa berkedip. Sebelah bibirnya terangkat. Tersenyum tipis melihat Zyona yang salah tingkah.
Jadi yang semalam itu dia anggap mimpi ya... Ah... nanti malam aku kerjain lagi ahhh...
TBC...
__ADS_1