
Adrian masuk ke dalam mobil yang sama dengan Ayahnya.
Angga sudah dari tadi menunggu sambil memainkan gawainya.
Tidak lama, mobil pun melaju.
" Yah, kalau bisa Ayah jangan galak-galak kalau didepan Zyona atuh " Adrian berbicara.
Angga meliriknya dengan ekor matanya. " Salah Ayah dimana? Kan memang kamu yang salah! " Angga menyimpan gawai kedalam tas kerjanya.
" Gimana kamu bisa jadi pengganti Ayah kelak jika tidak bisa mengkondisikan waktu seperti tadi.
Semua punya waktu masing-masing Adrian, dan jika waktunya kerja ya kamu harus kerja! "
Tegas Angga padanya.
" Adrian tau Yah, tapi apa Ayah tahu gimana malunya tadi istriku itu... dia hampir menangis tadi " Ucap Adrian dengan geram.
Bayangan wajah Zyona yang sangat malu dan hampir menangis tadi, membuat pikirannya kacau.
Dia sangat kesal pada Ayahnya.
" Salah kamu sendiri, wik wik gak kenal tempat! " Ucap Angga tak mau kalah.
" Oke, Adrian salah karna melakukannya di jam kerja. Tapi kan Ayah bisa pura-pura gak lihat tadi, minimal jangan bikin Zyona malu... " Balas Adrian juga tidak mau kalah.
" Loh loh, jadi sekarang Ayah yang salah nih.. lagipula Ayah gak lihat apa-apa kok.
Kalian terhalang meja, jadi hanya rambut istrimu yang kelihatan " Angga membela dirinya. Dan menatap Adrian tidak suka.
" Adrian tahu Ayah.. tapikan tadi Ayah bisa... "
" Bisa apa! " Potong Angga dengan cepat.
__ADS_1
Supir yang duduk didepan hanya bisa geleng-geleng kepala Orang waras diam.. orang waras diam... Batinnya mengucapkan mantra penenang jiwa.
" Dan satu lagi harus kamu ingat Adrian!, Ini Ayah tekankan sama kamu! " Angga berbicara sambil menunjuk dada putranya dengan jari telunjuknya.
" Kamu jangan mau lembek pada istrimu itu, jangan mau luluh sama air mata perempuan, jangan lembek jika di ancam sama perempuan " Ucap Angga.
" Ayah.. Adrian bukannya takut sama Zyona.. "
" Stt diam, Ayah belum selesai bicara! " Potong Angga.
" Kita laki-laki ini harus punya harga diri, jangan diancam sikit tidur di sofa kamu langsung berlutut minta maaf didepan istrimu! Kita ini suami! Kita yang mengatur kaum pms itu! " Ucap Angga membara.
Berbicara tegas sambil mengepalkan tangannya ke udara.
" Ayah, Adrian tidak takut sama Zyona, Adrian itu hanya... "
Drtt Drrtt. Tiba-tiba ponsel Angga berbunyi.
" Diam dulu, hp Ayah bunyi " Potong Angga lagi untuk mengangkat panggilan masuk ke ponselnya.
Merasa sangat kesal pada Ayahnya.
Angga melihat nama panggilan 'my lovely' yang tertera.
Sebentar dia melirik ragu pada Adrian, lalu menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan itu.
" Iya Bun, ada apa? " Ucap Angga setelah berdehem.
Tidak berapa lama, wajah Angga berubah pias setelah mendengar perkataan Istrinya dari sebrang telepon.
" Ma.. maaf sayang, Ayah lupa ngabarin, jangan marah ya.. Ayah janji pulang tepat waktu kok " Ujar Angga pelan, tapi masih bisa didengar oleh Adrian dan supir yang didepan.
" M.. maaf istriku, jangan marah dong, Ayah cuma sebentar di Bandung untuk cek perkembangan proyek.
__ADS_1
Ayah perginya sama Adrian kok, jangan ngambek dong Bun.. " Ucap Angga dengan suara yang sangat pelan.
Ragu-ragu Angga melirik pada Adrian.
Dan tampak putranya itu sedang menahan tawa.
Seperti bersiap melakukan pembalasan.
Mati aku.. Batin Angga.
" Iya iya, Ayah janji pulang tepat waktu kok, Cinta ku ini jangan ngambek lagi ya.. "
" Oke, bay cinta.. muacchhh " Ucap Angga dan memberi ciuman online pada istrinya.
Lalu Angga melonggarkan dasinya dan menyakukan hpnya kembali.
" Hemm, kita laki-laki gak boleh lembek depan istri ya kan pak pir... " Ucap Adrian pada pak supir, tapi lirikan matanya meledek Ayahnya.
Seketika wajah Angga berubah merah.
" Jangan luluh dengan air matanya dan lembek pada ancamannya ya pak pirrr " Ledek Adrian lagi dan membuat Angga semakin geram.
" Kita sebagai suami yang seharusnya mengatur kaum pms itu ya kan pak pir, jangan mau lembek atuh.... "
Ledek Adrian dan semakin membuat wajah Ayahnya memerah.
Mulai dari situ Angga diam. Dia membisu hingga mereka sampai ke tempat proyek.
Angga merasa sangat malu hingga wajahnya memerah.
Tapi Adrian malah semakin semangat meledeknya.
Haha... berhasil berhasil. Kamu senang kan istriku, aku telah membalas dendam mu dengan membuat Ayah juga merasa malu.
__ADS_1
Haha, lihat wajah Ayah, sudah merah seperti kepiting rebus.
Bersambung..