
Malam hari, setelah selesai menyelesaikan pekerjaan kantor yang ia bawa pulang ke rumah, Adrian masuk ke kamarnya.
Zyona sudah lebih dulu tertidur pulas di atas tempat tidur.
Adrian mendekat, dan menatap wajah teduh Zyona yang terlelap.
Rambutnya wangi.... Terkesan.
" Selamat malam istriku " Adrian mengecup pelan kening Zyona.
Setelah itu, ia memasukkan tubuhnya ke dalam selimut yang dipakai Zyona.
...
Esoknya, seperti biasa, Zyona bangun jam lima pagi untuk memasak sebelum berangkat bekerja.
Ia membuka matanya, menggeliat lalu menatap kesamping.
Orang yang pertama dilihatnya saat ia membuka mata adalah Adrian.
Perlahan Zyona membelai pipi laki-laki itu. Wajahnya tetap tampan walau sedang dalam keadaan rambut yang berantakan seperti ini.
Hembusan nafas Adrian menerpa hangat wajahnya.
Bolehkah aku tenang sekarang?
Bolehlah aku mulai menikmati perhatian dari laki-laki ini?
Bisakah dia tetap menjadi suamiku?
Pertanyaan yang dipikirkan Zyona. Dibuat dan dipertanyakan untuk dirinya sendiri.
Zyona menggeser tangan kekar Adrian yang memeluk perutnya. Juga kaki Adrian yang menindihi tubuhnya. Astaga, dia memelukku seperti guling. Badanku pegal semua.. Awhhh.
Zyona beranjak ke kamar mandi sambil menguncir rambutnya.
__ADS_1
Mencuci muka, untuk menghilangkan rasa kantuk.
Setelah itu, dia pergi ke dapur, meninggalkan Adrian yang tertidur lelap didalam kamar.
Zyona memasak seperti biasanya. Walaupun belum bisa percaya sepenuhnya pada perubahan Adrian saat ini. Tapi Zyona memasak dengan sepenuh hati.
Zyona memang tidak terlalu pandai memasak. Tidak semua masakan bisa dia masak.
Bahkan dulu, tiga bulan sebelum pernikahan, disitu Zyona diajari habis-habisan dalam memasak oleh ibunya.
" Mau dikasih makan apa nanti suamimu? Perempuan itu wajib bisa memasak! "
" Setiap hari kerjamu keluyuran sama dua teman idiotmu itu! Pokoknya mama gak mau dengar keluhan suamimu kalau kamu gak bisa masak Zyona!! "
Zyona tersenyum sendiri jika mengingat perkataan ibunya waktu itu.
Setelah selesai, Zyona menaruh masakannya dimeja makan.
Beserta kopi untuk Adrian, dan coklat panas untuknya.
Ia kembali ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Melihat Adrian yang masih tertidur, Zyona pun membangunkan nya.
Adrian berusaha membuka matanya.
" Ada apa? " Tanya Adrian sambil memicingkan matanya.
Silau dengan cahaya lampu.
" Bangun, udah pagi, kamu gak kerja? "
" Aku akan bangun selesai kamu selesai mandi, aku masih ngantuk Zyona.. "
Balas Adrian, lalu memeluk guling dan tidur lagi.
" Kamu semalam lembur lagi ya? " Tanya Zyona karena Adrian terlihat sangat mengantuk.
Tapi Adrian tidak menjawabnya karena dia sudah tertidur.
__ADS_1
Zyona pun mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai mandi dan berpakaian. Menyisir rambut dan diikat cepol seperti biasa. Memakai sedikit bedak tabur dan pelembab bibir agak tidak pucat.
Zyona kembali membangunkan Adrian lagi.
" Rian, Adrian, bangun, udah siang lo.. " Zyona menepuk pipi Adrian.
Mencium aroma wangi dari tangan Zyona, Adrian pun membuka matanya.
Adrian tersenyum melihat Zyona saat ia membuka matanya dipagi hari.
" Kamu gak kerja? " Zyona merapikan selimut yang tadi dipakai Adrian.
" Kerja.. " Balas Adrian dengan suara serak ciri khas orang baru bangun tidur.
" Kamu mandi dulu gih, setelah itu sarapan, aku tunggu di.. Mmmmhhh " Mata Zyona melotot karena Adrian menciumnya tiba-tiba.
Adrian menelusuri dan mengabsen isi mulut Zyona dengan lidahnya. Bertukar saliva, memberi kehangatan di pagi ini dengan ciuman lembut dari Adrian.
" Mmhhh! " Zyona menepuk dada Adrian. Karena dia sudah tersengkal.
Adrian melepas ciumannya, tersenyum sambil menatap wajah merona Zyona.
" Morning Kiss, My Love " Ucapnya lalu mengecup kedua pipi, kening dan terakhir bibir gadis itu.
Zyona yang dihujani dengan ciuman gelagapan menghadapi nya.
" Kamu... Kamu apaan si.. " Malu Zyona sambil memegang bibirnya yang tadi dicium Adrian.
Lucunya.... Ada desiran dihati Adrian.
" Ekhem! " Salah tingkah sambil memalingkan wajahnya. Menyembunyikan rona merah dipipinya agar tidak disadari oleh Zyona.
" Aku mandi dulu, kamu tunggu aku dimeja makan ya. Aku akan antar kamu ke tempat kerja "
Ucap Adrian. Mengambil handuk, lalu pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Meninggalkan Zyona dengan debaran jantung yang tak kalah menjolaknya seperti jantungnya sendiri.
BERSAMBUNG...