
Adrian menatap jari telunjuk Zyona yang tepat berada didepan wajahnya " Kau sadar yang kau lakukan ini Zyona! "
Menatap dengan dingin
" Sadar, kenapa tidak. Aku bilang aku tidak selingkuh itu artinya aku tidak selingkuh Adrian" Tekannya " Kau yang selingkuh! " Memberi pukulan keras didada Adrian
" Aku tidak pernah selingkuh Zyona. Kau yang menjadi orang ketiga dalam hubungan aku dan Moza! "
Mereka saling melempar tatapan tajam. Kecemburuan kembali memberi energi pada Zyona. Walau dia tidak tahu dimana tempatnya berada.
Dengan suara yang tinggi, melebihi suaranya Adrian. Zyona juga menatap tajam pada suaminya itu.
" Apa kau pikir aku tidak tahu kau sedang apa bersama Moza waktu dibalik pintu itu. Apa kau pikir aku tidak tahu kelakuan kalian waktu aku menelefon.
Kau kira aku bodoh Adrian!
Kau tidak memikirkan perasaanku dan bermain gila didepan mataku! "
Kecemburuan, kemarahan, dan rasa tidak berdaya ada didalam suara Zyona.
Adrian mendesah. Bergumam dalam hati. Memang semua yang dikatakan Zyona benar adanya. Dan itu seperti menampar kuat harga dirinya.
" Dan aku menyadari semuanya hari ini " Setengah berteriak
" Apa! "
Zyona kembali menunjuk Adrian. " Kau, lelaki yang melihat kayu dimata orang lain, tapi tidak melihat balok dimatamu sendiri! "
" Beraninya kau! "
" Sst, diam, aku belum selesai! " Tidak memberi kesempatan Adrian berbicara.
Menjajal mulut pria itu dengan telapak tangannya
" Kau menuduh aku melakukan hal yang tidak kulakukan. Tapi sebenarnya kau yang selingkuh Adrian! "
Mencengkeram kerah kemeja Adrian.
Menggoyang-goyangkan nya kedepan dan kebelakang!
" Hiks, kau tidak memikirkan perasaanku Rian.... Kau tidak tau bagaimana aku sangat cemburu "
Dengan masih memegang kerah kemeja Adrian, Zyona menjatuhkan keningnya didada lelaki itu.
Zyona memukul dada Adrian kuat. " Kau tahu bagaimana aku sangat cemburu. Kau sangat lembut dan baik pada Moza
Tapi tidak pernah begitu dengan ku
Kau sangat jatah Adriannn "
__ADS_1
" Begitu sakitnya aku mencintai pria seperti dirimu! Yang tega-teganya bermesraan dengan wanita lain didepan ku. DI-DE-PAN-KU! " Zyona memberi penekanan dikalimat terakhirnya
Deg. air wajah Adrian berubah. Mendengar Zyona mengatakan sesuatu yang sangat ingin didengarnya itu.
Seperti ada sengatan didalam hatinya.
Dilihatnya Zyona mengelus dadanya sendiri. Menahan sesak yang selama ini dia tahan.
Zyona menyeka air matanya kasar. Menatap ke arah lain.
Terdengar Adrian menghela napasnya berat. Zyona langsung tersadar dengan situasi apa yang terjadi
" Sudah selesai"
Mati aku. Bisa-bisanya aku mengatakan semua itu. Lalu apa itu tadi. Beraninya kau memukul dada pria itu Zyona! Penyesalan dalam hati
" Kemarilah"
Zyona masih belum beranjak
" Ck, kemari, mendekatlah! " Tidak sabaran. Menarik tangan Zyona sampai gadis itu terjatuh didalam pelukannya.
Dengan cepat Adrian menahan Zyona agar tetap terbenam didadanya.
Mulai mengelus lembut rambut gadis itu.
Apa, kenapa malah itu yang dia katakan. Jadi penjelasan ku panjang lebar tadi tidak ada yang masuk ke dalam otaknya apa
" Tidak tahu!"
" Jadi intinya sekarang kau sangat mencintai ku" Memegang dagu Zyona.
Membuat mata mereka bersitatap
Wajah Zyona memerah.
Mengingat semua daftar dosa yang tadi dibuatnya pada Adrian. Aku pasti mati malam ini
" Maafkan aku sudah mencintaimu " Kembali membenamkan wajahnya di dada suaminya
Adrian tersenyum tipis. Pengakuan Zyona entah mengapa sangat menggembirakan dihatinya.
Dia berbaring dan segera mengunci tubuh Zyona dengan tangan dan kaki yang memeluk erat.
Memeluk layaknya bantal guling.
" Sepertinya aku sangat marah. Kau harus membayar jumlah yang sangat besar padaku malam ini "
Adrian menyeringai. sambil meraba ke arah dada Zyona
__ADS_1
Zyona tersentak kaget ketika Adrian tiba-tiba meremas dadanya.
" Adrian! "
" Sst, diam, dosamu sangat besar, kau harus membayar dengan mahal! " Adrian naik dan menindihi tubuh Zyona.
Menggunakan lututnya sebagai tumpuan.
Perlahan membuka kaos Zyona.
Membuat gadis itu semakin gemetaran
Habislah aku....
Malam ini pun terjadi.
Adrian menyibak pakaian Zyona. Tidak memberi kesempatan gadis itu melawan.
" Aku akan mencabik habis tubuhmu " katanya, membuat Zyona semakin gemetar.
Dia tidak bisa bergerak kemana-mana. Tangannya dicengkram Adrian. Kakinya juga ditahan pria itu.
Hiks, apakah aku akan mati malam ini. Popon, Piyo. Kalau aku tidak ada tolong jagakan mama dan papa ya.
Zyona memejamkan matanya, menggigit bibir bawahnya.
Merasakan ada yang menusuk inti tubuhnya.
Sangat sakit. Dia hampir menangis.
Adrian tersenyum bahagia ketika miliknya berhasil masuk sempurna ke dalam tubuh Zyona. Dengan darah yang bercucuran keluar.
Malam ini Adrian beneran mengambil hak itu dari Zyona.
Melihat istrinya yang menangis tanpa suara. Menahan sakit dengan miliknya yang terkoyak.
Adrian mengecup bibir Zyona dan telinga gadis itu.
Memberi rangsangan disana mengurangi rasa sakitnya.
Setelah memastikan Zyona yang mulai tenang. Perlahan Adrian menggerakkan pinggul nya dengan lembut dan pelan.
Memastikan kalau Zyona benar-benar tidak kesakitan.
Aku tenang kalau hatinya ternyata milikku. Dan sekarang melalui penyatuan ini. Kamu seutuhnya milikku Zyona.
Aku tidak akan membiarkanmu pergi.
TBC...
__ADS_1