
Wanita terkadang tidak mengatakan apa yang ia rasakan, tetapi dia menunjukkan dengan sikapnya.
Jadi, cobalah untuk peka.
~Asih sunkar
...~♥~...
Petugas desain interior telah sampai dikediamannya Adrian.
Bahkan mereka sudah bekerja dari tadi, menata bentuk kamar sesuai keinginan dari Adrian.
Suasana kamar yang bertema elegan, terlihat dari beberapa hiasan, dan dekorasi yang berwarna silver.
Benar-benar modern dan mewah.
Adrian juga menyiapkan satu tempat bersantai dan ayunan besi dibalkon kamarnya.
Membayangkan dirinya dan Zyona menghabiskan sore bersama ditempat itu.
" Aisss " Adrian Kesemsem sendiri dengan pikirannya.
Apa benar, aku mulai tergila-gila dengan gadis itu?
Bertanya pada dirinya sendiri. Lalu tersenyum sendiri dengan pikirannya.
Tidak sabar rasanya menunjukkan semua dekorasi ini pada Zyona. Dia berencana menyatukan kamarnya dengan kamar Zyona.
" Gak salah kan, kan memang suami istri tidurnya barengan " Meyakini dirinya kalau nanti Zyona juga sependapat dengannya.
" Dekorasi Kamarnya hampir selesai pak, apa ada lagi yang harus ditambahi? " Tanya Seorang pria tua pada Adrian.
Dia yang bertanggung jawab atas desain kamar dan seluruh ruangan rumah Adrian.
" Semuanya bagus, kamu tinggal memajang fotoku dengan istriku dikamar ini, dan diruang kerjaku.
Pajang juga beberapa diruang tamu dan ruang keluarga " Titah Adrian.
" Baik pak " Jawab pria tua itu patuh.
Adrian meninggalkan kamarnya. Mempercayakan urusan desain kamar itu pada ahlinya.
Karena sekarang dia masih harus membujuk gadis yang akhir-akhir ini sangat suka ngambekan itu.
Adrian masuk ke dalam kamar Zyona, kamar yang dikunci dari dalam itu, berhasil dibuka Adrian dengan kunci cadangan.
__ADS_1
Dia masuk ke dalam, dan melihat Zyona ketiduran diatas tempat tidur.
" Sekarang jam tiga sore, Zyona pasti belum makan dari siang. Dia sangat marah ya, sehingga lebih memilih menahan lapar daripada keluar dari kamar ini.
Segitunya kamu menghindariku Zyona.. "
Adrian mendekat pada gadis itu. Menggeser rambut rambut halus yang menutupi wajahnya.
Kenapa ya, akhir-akhir ini Zyona suka ngambekan, apa dia benci padaku?
Batin Adrian sambil menatap wajah istrinya lebih dekat lagi.
" Zyona, bangun, kita makan siang yuk " Ucap Adrian sambil mencoel pipi Zyona dengan pelan.
Gadis itu tidak terbangun, hanya menggeliat sambil bergumam pelan.
Dia walaupun tidur tetap menggemaskan ya. Pengen kugigit. Batin Adrian semakin gemas.
Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Zyona hingga hidung mereka bersentuhan.
Pelan-pelan merasakan hembusan nafas Zyona yang pelan dan beraturan.
Cup, Adrian mengecup dan menempelkan bibirnya di bibir Zyona agak lama.
Dia duduk lagi dipinggir ranjang. Kali ini beralih memegangi jemari Zyona yang kecil dan mungil.
Dia ini istriku yang sangat unik. Tidak pernah memakai bedak, tapi tetap cantik alami.
Gaya rambutnya itu-itu saja, tapi sangat menggemaskan dimataku.
Tidak pernah memperhatikan penampilan nya, tapi mampu membuat jantungku berdegup kencang.
Sihir apa yang kamu berikan padaku sayang...
Adrian ikut berbaring di samping Zyona. Memeluk erat tubuh wanitanya dengan sangat erat.
Seperti orang yang sedang menjaga barang yang paling berharga dihidupnya.
Lama Adrian memandangi wajah teduh Zyona yang terlelap. Hingga tanpa sadar dia juga mulai tertidur.
...~♥~...
Sore semakin berlalu. Bahkan kini malam mulai merangkak.
__ADS_1
Adrian terbangun di kamar Zyona. Mendapati istrinya yang tidak ada lagi disisinya, dia pun turun ke lantai satu mencari keberadaan Zyona.
Zyona tidak ada dirumah.
Diapun akhirnya memutuskan untuk mandi, karena hari semakin gelap.
Baru setelah itu dia akan mencari dimana istri kecilnya itu.
Selesai mandi dan berpakaian. Adrian mengontrol perkembangan desain kamarnya.
Dia juga memerintah supaya mengosongkan kamar Zyona, dan memindahkan semua barang milik Zyona kedalam kamarnya.
Saat Adrian menuruni tangga, ingin ke rumah sakit, barangkali Zyona ada disitu menjenguk papanya.
Tapi baru dia ingin membuka hendel pintu, pintu itu lebih dulu dibuka oleh seseorang.
" Darimana " Kata Adrian saat melihat Zyona yang datang.
" Jenguk papa, kamu udah makan? " Adrian sedikit tersenyum melihat perhatian Zyona
" Belum, buatkan aku nasi goreng ya "
" Iyah " Zyona langsung menuju dapur. Tampak serius memasak, ketika Adrian mengambil minuman.
" Gimana keadaan Papa " Tanya Adrian sambil bersandar dikulkas
Zyona melamun sebentar " Membaik" Jawabnya singkat
" Besok kita jenguk bersama ya"
Zyona hanya mengangguk sekali. Tampak tidak terlalu meresponi Adrian yang berbicara padanya.
Saat mereka makan malam juga begitu. Menyantap makanannya dalam keheningan.
Hanya terdengar dentingan sendok yang bersentuhan dengan piring.
Adrian kehabisan kata-kata untuk mengajak Zyona berbicara. Karena dari tadi respon dari Zyona sangat singkat.
Seperti memang sengaja menghindar dari laki-laki itu.
Zyona lebih dulu menyelesaikan makanannya. Dia beranjak menuju kamarnya, setelah berkata ' duluan ' pada Adrian yang masih menikmati makanan dipiringnya.
Adrian meletakkan sendoknya. Melamun sambil menatap pada punggung Zyona yang perlahan menjauh saat dia menaiki tangga.
Apa yang salah ya, apa perasaan ku saja, atau memang Zyona sengaja menghindar dariku.
__ADS_1
Bersambung...