Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Senja didalam mobil


__ADS_3

Zyona tertegun melihat pesan masuk dari Adrian, dia sedang membereskan kameranya tiba-tiba terdengar bunyi pesan masuk.


" Kenapa Zy? " Arya yang sedang duduk di kursi dekat meja Zyona, bertanya penuh rasa penasaran.


" Adrian di depan "


" Cieee, yang dijemput suami " Goda Arya dengan senyum jahilnya


" Apa si Ya "


" Kayaknya bentar lagi aku jadi paman nih, boleh nitip keponakan cewek gak "


" Arya! " Tegur Zyona dengan nada pura-pura marah, padahal sedang menahan senyum.


" Udah, sana samperin dia, ini biar aku yang beresin. Takut berubah pikiran dia kelamaan nunggu "


" Biar lah " Tolak Zyona sambil tetap membereskan barang-barangnya.


" Udah sana, bawel banget si. " Arya merebut barang-barang yang masih berantakan dari tangan Zyona.


" Samperin cepat, lupain yang dulu-dulu, nikmati perhatian dari Adrian "


...~♥~...


" Udah makan? " Tanya Adrian ketika mobil melaju.


" Udah "


" Temani aku makan, mau? "


Zyona menoleh, menatap Adrian heran.


" Kamu belum makan siang? "


" Tadi gak sempat "

__ADS_1


Zyona tidak menjawab, hanya mengangguk tanda setuju.


...


" Mba, saya pesan ayam penyet, nasi, dan teh manis hangat " Katanya pada seorang pelayan yang matanya daritadi tak lepas dari Adrian.


Membuat Zyona merasa geli sendiri.


Apa segitu tampannya kah Adrian dimata wanita lain


" Kamu pesan apa, Zy? " Tanya Adrian pada Zyona


" Aku capocino aja "


Pelayan mencatat pesanan mereka. Setelah berterimakasih dan meminta menunggu selama limabelas menit, pelayan itu undur diri.


" Kenapa gak pesan makan? " Tanya Adrian setelah pelayan itu pergi.


" Aku masih kenyang, tadi siang makan sama Arya "


" Arya? " Tanya Adrian tidak suka.


Dia ini kenapa...


" Teman aku " Jelas Zyona, tapi tidak ada sahutan dari Adrian.


Lelaki itu hanya diam, menatapnya tidak berkedip.


Tidak lama kemudian, pelayan datang dengan pesanan mereka.


Adrian dan Zyona makan dalam diam. Dari pembicaraan mereka terakhir, entah mengapa Adrian lebih banyak membisu.


Dia tidak berbicara, tapi jelas dari raut wajahnya menggambarkan kalau dia sedang marah.


Adrian dan Zyona pulang setelah makanan dipiring mereka tandas. Adrian menghidupkan radio, agar suasana didalam mobil tidak terlalu hening.

__ADS_1


Suara merdu Andmesh Kamaleng dalam menyanyikan lagu cinta luar biasa menghidupkan suasana diperjalanan pulang mereka senja ini.


Adrian bersenandung pelan, suaranya cukup merdu. Pelan-pelan Zyona juga mengikuti suaminya itu bernyanyi.


Mereka tersenyum, ketika sama-sama menoleh, dan pandangan mereka bertemu. Tidak bisa ditahan rona merah di pipi Zyona.


Jantungnya meledup-meledup ketika melihat wajah tampan Adrian.


Kenapa kadar ketampanan nya bertambah saat senja ya.


Semburat merah dipipi tak mampu ditutupi. Rasa lelah akibat pekerjaan hari ini, seketika lenyap melihat senyum merekah dipipi Adrian.


Begitu juga dengan Adrian. Manik mata coklat Zyona seakan candu baginya.


Ingin menatapnya lebih lama, seakan tidak ada lagi hari esok.


" 🎼Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu. 🎼 " Nyanyi mereka bersama dan saling memandang.


Untuk saat ini seperti ini saja dulu. Menikmati kebersamaan ku dengan Zyona.


Semoga ini menjadi awal yang baik. Zyona kembali bisa mempercayai ku.


Dan kembali membuka hatinya padaku. Adrian.

__ADS_1


Zyona, sankin senangnya tidak bisa memikirkan apa-apa.


Bersambung...


__ADS_2