
Malam semakin larut, rata-rata orang telah dari tadi tenggelam dalam tidur.
Sedangkan ada juga sebagian orang yang baru selesai menyelesaikan segala tanggung jawab pekerjaannya dimalam yang selarut ini.
" Awwhh, Astaga... " Adrian memarkirkan mobilnya di garasi.
Melangkah memasuki rumah sambil memijat-mijat tengkuknya yang terasa pegal.
Ayah tega membiarkanku pulang selarut ini. Sedangkan dia pulang lebih awal alasan supaya Bunda tidak merajuk.
" Mengertilah Ayah, istriku juga orangnya gambekan.... "
Adrian melangkah cepat memasuki rumah, tiba di ruang tengah, ia terkejut mendapati Zyona tertidur di sofa.
Apa dia menungguku? Batin Adrian tersentuh.
Dia tersenyum hangat sambil mendekat pada istrinya itu.
Adrian berjongkok dilantai. Menatap sendu pada wajah Zyona yang tertidur pulas.
Terimakasih Tuhan, telah memberiku istri sebaik istriku ini.
Cup, Adrian mengecup pelan kening Zyona. Aku tidak akan pernah melepaskannya. Batinnya lagi.
Zyona terbangun karena merasa ada yang mengganggu tidurnya.
Dia mengucek matanya mengumpulkan nyawa yang masih berlarian, dan melihat Adrian yang sedang tersenyum padanya.
" Emmhh, udah pulang? " Tanya Zyona dengan suara serak.
Dia menguap beberapa kali mengusir kantuk yang melekat dimata.
" Kamu kok tidur disini, kita ke kamar yuk.. " Adrian menyisir rambut Zyona yang berantakan dengan jarinya.
" Jam berapa sekarang? " Ucap Zyona.
" Jam sebelas" Balas Adrian
Zyona membelai pipi Adrian lembut.
" Capek ya? Udah makan? Aku hangetin makan malam dulu untuk kamu ya "
Zyona ingin beranjak, tapi suaminya itu malah menahan tangannya.
" Aku tadi udah makan, ini juga udah malam, aku akan mandi dulu dan kita langsung tidur ya, aku capek banget " Ucap Adrian sambil menciumi leher istrinya.
__ADS_1
" Kamu kenapa pulang selarut ini? " Kata Zyona pelan sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya.
Sesekali ia berdesis pelan ketika Adrian menghisap lehernya.
" Zyona, aku pulang larut kan untuk kerja, untuk kita juga istriku.. "
Adrian melingkarkan kaki Zyona untuk menjepit pinggangnya.
Lalu dia mengangkat tubuh Zyona dan berjalan masuk ke kamar mereka.
Posisinya, Adrian menggendong Zyona seperti ibu koala yang menggendong anaknya.
" Aku berat Adrian, aku akan jalan sendiri, nanti kamu capek loh.. "
Zyona merasa sedikit tidak enak digendong Adrian seperti ini.
" Enggak papa, aku suka menggendong mu seperti ini "
Adrian mencium sekilas bibir Zyona, lalu membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur dengan sangat perlahan.
" Tidurlah, aku mandi dulu ya " Ucap Adrian sambil mengacak rambut istrinya.
" Mau aku buatin air hangat? " Tanya Zyona.
" Enggak usah, kamu tidur saja duluan " Ucapnya dan Zyona pun menurut.
Adrian mandi beberapa menit, dan setelah selesai, dia memakai jubah tidur lalu segera ikut berbaring di samping Zyona.
Memeluk istrinya itu dari belakang dengan sangat erat.
Kaki Adrian menindihi tubuh Zyona memeluknya seperti guling.
" Kok belum tidur? " Tanya Adrian yang menyadari Zyona ternyata belum tidur.
" Aku gak ngantuk lagi.. " Ucap Zyona.
Membalikkan badannya menghadap Adrian. Membalas pelukan laki-laki itu sambil menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.
" Kalau kamu belum ngantuk kita main yuk, haha " Ucap Adrian sambil tertawa.
" Oh no! Ini sudah larut, lagipula aku lagi datang bulan " Tolak Zyona dengan cepat.
" Haha, iya iya, tapi menstruasi mu kapan berhentinya? " Tanya Adrian tidak sabaran.
" Ini baru hari kedua Rian, masih ada empat hari lagi.. "
__ADS_1
" Huffhh, lama sekali.. " Adrian langsung berwajah lesu.
" Sabar dong Adrian, hehe " Balas Zyona sambil terkekeh.
Merasa lucu dengan raut wajah cemberut suaminya.
" Zyona, tiba-tiba aku kepikiran sesuatu " Ucap Adrian tiba-tiba.
Zyona mendongak menatapnya.
" Apa? "
" Gimana kalau besok kita jalan-jalan, kayak kencan gitu. Mau gak? " Tanya Adrian sambil mengelus rambut istrinya.
" Kamu gak kerja? "
" Aku akan kosongkan jadwal ku, pokoknya besok adalah hari khusus untuk mu.
Kita akan pergi dan melakukan apapun sesuai keinginan mu " Adrian berbicara dan menghujani wajah Zyona dengan ciuman.
Hingga gadis itu kesulitan menghadapi nya.
" Aku mau " Balas Zyona langsung tersenyum lebar.
" Tapi janji ya, kencannya sesuai keinginan ku.. " Ucap Zyona sambil menepuk-nepuk pipi Adrian pelan.
Hoho, aku tidak mau kalau kencan sesuai selera mu, bisa-bisa nanti kamu malah sewa satu restoran, dan hanya kita berdua yang makan disitu.
Ah, gak asik.
Pokoknya besok aku yang menentukan tema kencannya!
Zyona tersenyum misterius ketika satu rencana terlintas dipikirannya.
Haha,, bersiaplah Adrian... batinnya lagi.
" Iya, iya istriku... besok kita kencan sesuai keinginan mu, tapi malam ini kita tidur dulu ya, aku capek banget "
" Hehe, iya.. " Zyona sangat senang, dia mencium pipi Adrian lalu ikut tertidur.
Setelah menidurkan Adrian dengan cara menepuk-nepuk punggungnya, Zyona juga ikut tertidur.
Selamat malam Adrian. Zyona ikut terlelap setelah memberi kecupan selamat malam di pipi suaminya.
Bersambung..
__ADS_1