Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Takut kehilangan


__ADS_3

Adrian memberhentikan motornya di depan suatu rumah makan. Dia melepas helmnya dan berjalan masuk ke sana.


" Selamat datang pak, mau pesan apa? " Tanya seorang pelayan ketika Adrian sampai di meja kasir.


Pelayan wanita itu tersenyum manis, habisnya masnya ganteng banget si....


Adrian tidak menghiraukan itu, dia melihat-lihat menu apa saja yang di jual di rumah makan tersebut. " Saya pesan capcai dan ikan sambelnya ya mbak, di bungkus "


Pelayan itu sempat melongo, tapi kembali tersadar ketika mata elang Adrian menatapnya.


" Sebentar ya pak, pesanannya segera saya antar.. "


Adrian memilih menunggu di meja yang ada didekatnya. Sambil memainkan gawainya. Fokusnya terpecah saat mendengar pembicaraan dua orang lelaki yang ada di samping mejanya.


Jarinya yang tadi aktif mengetik di gawai itu, sontak diam dan dia mendengarkan pembicaraan itu.


" Gua pusing banget ngadapi sikapnya mantan gua! Padahal dia yang dulu ngilang, gadak kabar, dicari-cari gak ketemu! Banyak yang bilang dia mau nikah, ada juga yang pernah bilang ngelihat dia jalan sama cowok laen. " Ucap laki-laki itu yang berbicara pada teman sebangkunya.


Seketika pikiran Adrian melayang pada Moza.


" Sekarang gua mau nikah sama cewek gua malah direcokin sama dia! . Yang bikin gua frustasi itu pas kemaren dia ngegrebek cewek gua dan bilang cewek gua pelakor. Anj*ing banget gak! Dia yang ninggalin gua, ketika gua mau bahagia sama wanita lain dia datang malah ngancurin semuanya... "


Adrian mencengkram gawai yang dipegangnya. Merasa apa yang dialaminya sama dengan laki-laki itu.


Apa suatu hari nanti Moza juga datang dan menghancurkan semua kebahagiaan yang kini sudah dibangun Adrian bersama istrinya.


Tidak! Adrian tidak akan membiarkan itu terjadi!


Dia ingin mendengarkan lebih jauh, tapi pesanannya keburu datang. Adrian akhirnya memilih membayar tagihan, dan pulang ke rumahnya.


...


Sampai di rumah, dengan cepat Adrian masuk dan langsung menuju dapur. Meletakkan makanan yang ia beli ke dalam mangkuk,


Lalu dia beranjak ke kamarnya untuk mengajak Zyona sarapan.


Adrian membuka pintu, " Sayang, masih bobok ya? "


Adrian tersenyum gemas sambil merangkak naik ke atas tempat tidur.


Masuk ke dalam selimut yang sama dengan yang dipakai Zyona. Dari balik selimut Adrian mengembulkan kepalanya keluar dan membenamkan wajahnya di curuk leher Zyona, tangan dan kakinya memeluk erat tubuh gadis itu.


" Ck! Jangan ganggu Sayang! "

__ADS_1


Bukannya dilepaskan, Adrian malah semakin mempererat pelukannya.


Dan menghirup dalam aroma tubuh istrinya yang selalu berhasil membuatnya candu.


" Begini dulu.. "


Adrian diam sambil memeluk erat tubuh istrinya. Entah gimana cara mengungkapkannya, tapi sekarang ini dia sangat tidak tenang.


Setelah mendengar pembicaraan di rumah makan tadi, ketakutannya semakin menjadi.


Ketakutan jika suatu hari ia akan kehilangan Zyona.


" Zyona, kamu percaya kan, sama aku? " Adrian mengangkat sedikit tubuhnya, kembali mengungkung tubuh Zyona dibawah tubuh kekarnya.


Mendengar itu, Zyona membuka matanya. Dia mengerjap beberapa kali karena silau dengan cahaya lampu.


" Kenapa ngomong gitu? " Tanyanya dengan suara serak ciri khas bangun tidur.


" Aku takut suatu hari kamu ninggalin aku.. " Zyona terkekeh kecil. Dia mencubit gemas pipi Adrian. " Gombal! "


" Aku serius sayang.. "


Mungkin itu terdengar seperti gombalan receh. Tapi sungguh, kini Adrian sangat tidak sanggup jika dipisahkan dengan Zyona.


Adrian berbaring di samping Zyona. Memeluk istrinya dari samping. Zyona juga membalas pelukan Adrian.


" Aku takut aja.. " Mengelus kepala Zyona dengan lembut.


" Janji ya, jangan tinggalin aku "


Zyona tersipu malu didalam dekapan Adrian. Padahal hanya kata-kata sesederhana itu, tapi mampu membuatnya tersipu. Seperti sangat dihargai dan diperlakukan dengan sangat spesial.


Dia semakin mempererat pelukannya " Adrian, aku mencintaimu "


Berhari-hari Zyona sudah memendamnya. Semenjak pengakuan Adrian kemarin, dia memikirkan bagaimana perasaan pada Adrian juga


Adrian tidak mampu berkata-kata. Ini lah kalimat yang ingin didengarnya dari istrinya ini.


Cukup! Lelaki itu sudah meledak sekarang. Jantungnya berdegup dengan kencang.


Seperti berdentam-dentam didalam sana.


Ambulance...Ambulance... pria itu butuh pertolongan pertama!

__ADS_1


Aaa... kenapa dia semakin hari semakin menggemaskan si...


" Ayok Sayang, kita sarapan, kamu beli apa ntuk sarapan kita? " Zyona ingin beranjak turun dari ranjang, tapi tangan kekar lelaki itu menghentikan nya.


" Eit! kamu gak boleh turun dulu! "


Zyona mengernyit sambil menatapnya " Kenapa gak boleh? "


" Kamu pikir, setelah bikin aku meleleh kayak gini kamu bisa lolos dengan mudah ha? "


Memegang dagu gadis itu membuatnya mendongak. Mengelus bibir Zyona dengan jarinya, dan menciumnya dengan cepat. Zyona menatap mata Adrian, entah tatapan seperti apa, tapi sangat membuatnya gugup!


" Ma.. maksudnya... "


" Cium dulu, baru aku lepasin... " Adrian menyeringai.


" Ha? "


" Cium aku disini, sini, sini juga, sini dan sini! " Adrian menunjukkan semua bagian tubuhnya yang hari dicium Zyona.


Zyona hanya terdiam sambil menatap gugup wajah Adrian. Setelah mendapat serangan mendadak dibibirnya, membuat kinerja otaknya lemot seketika.


" Itu artinya kamu harus cium aku disini Zyona, kamu bikin aku gemas tau gak! " Tidak sabar, laki-laki itu menyambar cepat bibir istrinya, membuatnya menjadi tawanan. Dilumat dan dicumbu habis-habisan.


" Kamu lama mikirnya, udah, aku aja yang cium "


Zyona terkekeh mendengar rajukan suaminya.


" Kamu aja yang mesum! emang semalam itu gak cukup! " Adrian terkekeh lalu mencubit gemas hidung istrinya, membuat gadis itu mengaduh.


" Ngurung kamu berhari-hari dikamar pun gak akan cukup sayang! kamu bikin aku ketagihan si, " Kalimat itu sukses membuat wajah Zyona merona.


Kembali teringat dengan malam panas mereka malam tadi.


" Udah ah, ayok kita sarapan! " Dengan cepat Zyona turun dari ranjang dan segera keluar dari kamar itu. Adrian yang melihat Zyona yang salting hanya bisa terkekeh.


" Huh! Sepertinya aku harus konsultasi dengan dokter, sepertinya ada yang salah dengan jantungku! "


Begini saja sudah cukup. Dengan segala kekurangan dan kelebihan mereka saling melengkapi. Melewati tangis dan kepedihan hati, cobaan dan kesabaran. Sangat tidak manusiawi jika mereka dipisahkan!


Melihat bagaimana cara Adrian memandang dan memanjakan istrinya, mungkin terdengar alay, tapi sungguh laki-laki itu tidak akan sanggup jika dipisahkan dengan Zyona!


Semoga kebahagiaan selalu menghampiri mereka..

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2