Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Suami gercep & Istri lemot.


__ADS_3

18+


Pov Othor..


Diluar hujan turun dengan deras-derasnya. Turun membasahi bumi membawa kesejukan dan hawa dingin.


" Hmm... coklat panasnya udah siappp.... cepet nyalain Tv nya sayang.. "


Zyona dan Adrian duduk santai di sofa panjang dekat Tv, menikmati coklat panas dan sebuah film kesukaan Zyona yang mereka putar di tv.


Adrian memeluk pinggang Zyona, dan gadis itu bersandar di dadanya.


Zyona serius menikmati film nya. Tidak dengan Adrian. Dia lebih suka menikmati wajah istrinya yang sekarang ini sedang bersandar di dadanya.


Dengan lembut Adrian mengelus-elus kepala Zyona. Pelan-pelan menghirup aroma wangi khas tubuh Zyona yang membuatnya candu.


" Sayang.. " Panggil Adrian


" Em... " Masih fokus ke layar kaca.


" Aku mencintaimu... " Tidak ada sahutan dari Zyona.


Adrian menunggu sampai beberapa menit, tapi Zyona tetap membisu.


" Sayang, kamu tidak dengar, aku bilang aku mencintaimu, kok kamu diam aja si.. " Adrian mulai kesal karena di acuhkan. Dia membalik bahu Zyona dan melihat wajah istrinya yang ternyata sangat memerah. Bahkan sampai ke telinga dan lehernya.


Aaaa....kenapa istriku ini sangat lucu si.....


Adrian memegang bahu Zyona. Dan mendorong tubuh istrinya itu berbaring di sofa. Zyona sampai terkejut, tapi keburu bibirnya menjadi tawanan. Adrian menciumnya dengan sangat rakus.


Saat Adrian melepaskan bibir mereka, terdengar bunyi kelcapan yang begitu nyaring.


Zyona hanya bisa melotot kaget dengan nafas yang memburu. Wajahnya merah padam, dengan bibir yang terasa kebas karena Ciuman Adrian tadi.


" Sayang, lain kali kalau kita lagi ciuman kamu tutup mata ya, gitu biasanya kalau cewek, jangan akunya yang dipelototin... "


Kata Adrian sambil mengusap-usap bibir Zyona yang memerah karna ulahnya.


Adrian kembali mendekatkan wajahnya. Zyona mulai menahan nafasnya ketika hidung mereka bersentuhan.


" Kalau udah jarak sedekat ini kamu pejamin mata kamu.. "


Zyona masih diam menatap gugup mata Adrian. Wajahnya semakin memanas ketika nafas harum laki-laki itu menerpa wajahnya.


Dia berkedip sekali, setelah itu memejamkan matanya.


Merasa benda lembut dan basah yang membelai bibirnya, Zyona tanpa sadar meremas lengan baju Adrian.


Adrian menggigit bibir bawah Zyona, " Buka mulutmu sayang, sambut ciumanku..."


Zyona semakin mengeratkan cengkramannya di lengan baju laki-laki itu.


Ketika mulutnya terbuka, dengan cepat Adrian menyelusupkan lidahnya mencari keberadaan lidah Zyona berada.


Adrian mengeplotasi lidahnya didalam mulut Zyona, mengajak lidah gadis itu bergerak bersamaan.


" Emmhh.." Erangan Zyona ditengah-tengah ciuman mereka.


Adrian semakin memperdalam ciumannya.

__ADS_1


Menelusuri setiap sudut dalam mulut Zyona.


Hanya bunyi kelcapan dari ciuman mereka, dan suara hujan di luar sana yang menemani sore panas mereka.


Bahkan sekarang dinginnya suhu tidak terasa lagi oleh diri mereka yang sudah terbakar gairah.


Adrian melepaskan ciumannya, menempelkan keningnya di kening Zyona. Nafas mereka sama-sama memburu.


Wajah merah Zyona memang terang-terangan terlihat. Tapi andai dia menyadari telinga suaminya yang memerah sankin gugupnya ciuman dengan Zyona.


Gila! Ini luar biasa. Baru Zyona, wanita yang mampu membuat Adrian gugup seperti ini. Tapi tentunya Adrian tidak menunjukkannya di depan istrinya.


Walau jantungnya berdegup kencang, tapi dia berusaha keras untuk tenang didepan istrinya ini.


Zyona mengelus lembut belakang kepala suaminya. Merasakan pelan-pelan gigitan-gigitan kecil di leher mulusnya.


" Sayang, kalau hujan-hujan gini enaknya ngapain ya.. "


Ucap Adrian. dari balik curuk leher Zyona.


Mendusel-dusel hidungnya di kulit leher wanita itu yang mulus dan putih.


Zyona diam berfikir. Berfikir sampai keningnya berkedut.


" Makan ind*omie? " Jawabnya dengan polos nya.


Adrian seketika mendongak menatap kesal mata istrinya yang terlalu polos itu.


Dia ini makan apa si... kenapa pikirannya sepolos itu...


" Itu loh.. masa gak ngerti si sayang.. kita kan tadi baru ciuman.. yang itu loh.. yang.. Plok..plok..plok.. "


Dari tatapan Zyona Adrian sadar kalau istri lugunya ini terlalu lemot untuk diajak main kode-kodean.


Adrian menangkap wajah Zyona dan menggigit pipinya gemas.


Membuat gadis itu mengaduh kesakitan karena ulahnya.


" Kamu ini gak bisa diajak main kode-kodean ya.. "


Mata mereka saling bertatapan.


Wajah Zyona sangat terkejut setelah Adrian menggigit pipinya tadi.


" Sakit tau! kok digigit si!! "


" Salah sendiri, kenapa kamu bisa semenggemaskan ini.. "


Cup, Adrian mencium sekilas bibir Zyona. Disusul dengan ciuman yang lainnya.


Sampai-sampai membuat Zyona kewalahan menghadapinya.


" Adrian.. Adrian cukuppp... " Zyona menahan bibir Adrian yang sedari tadi menciumi bibir, pipi dan lehernya.


Dengan telapak tangannya, dan didorong agak jauh dari wajah.


" Aku bilang kan panggil aku sayang, kamu ini bandel ya, istri yang gak nurut sama suami harus di hukum! "


Lelaki itu menyeringai.

__ADS_1


Membuat Zyona merinding menatapnya.


Adrian mengangkat tubuh Zyona dan didudukkan di pangkuannya.


Dengan cepat dia memeluk tubuh istrinya itu dari belakang dengan sangat erat.


Menumpukkan dagunya di bahu Zyona, dan menghirup aroma wangi tubuh istrinya yang selalu membuatnya candu.


" Sayang.... "


Zyona menggeliat kecil saat satu tangan Adrian meluncur mulus di pahanya.


Menyelinap masuk ke dalam celana tidur yang dipakai Zyona. Bebas meraba kenasa-kemari.


" Sa.. sayang stoopp... " Zyona mencengkram pinggiran sofa, ketika merasa jemari nakal Adrian mulai menggosok benda sensitif yang ada di bawah sana.


" Kenapa hmm? "


Adrian sudah tidak tahan, adik kecilnya sudah sangat tegang dan terasa sesak. Tapi dia tidak ingin terburu-buru, Adrian sangat menikmati istri lugunya yang mulai terangsang seperti ini.


" Ahh.. Ahh.. "


Gerakan jemari Adrian semakin lihai meliak-liuk di lubang kehangatan wanita itu.


Apalagi mendengar desahan polos istrinya, membuatnya semakin bergairah.


" Adrian.. Adrian..stopphhh..". Zyona memegangi tangan Adrian yang semakin cepat meliak-liuk di intinya. Dia tidak tahan, karena sebentar lagi dia akan sampai.


" Apa hmm? Aku gak dengar kamu bilang apa sayang..". Adrian semakin mempercepat kocokannya. Merasa inti Zyona yang mulai menjepit jarinya, dia tersenyum gemas sambil sesekali mengulum telinga istrinya itu.


" Sayanghh...aku gak kuathhh...."


Tubuh zyona menggelinjang. Dia mencakar punggung tangan Adrian. Menjerit dan tubuhnya bergetar dengan hebat.


". Ooowhh, perfect baby, kau luar biasa..."


Adrian mengeluarkan jarinya dari inti Zyona. Menjilat cairan Zyona yang menempel dijemarinya. Tanpa rasa jijik, dia sangat menikmati cairan hangat itu.


Zyona masih merasa di awang-awang. Dia menumpukkan seluruh bobot tubuhnya pada Adrian.


Adrian juga tidak keberatan, karena Zyona juga tidak terlalu berat.


Tanpa memberi zyona istrirahat setelah pelepasan yang hebat tadi, laki-laki ini mengangkat tubuh zyona, menggendongnya menuju meja makan.


Persis seperti ibu koala yang sedang menggendong anaknya.


Nafas zyona masih belum beraturan setelah pelepasan tadi. Tapi suaminya ini lagi-lagi menawan bibirnya.


Zyona mengalungkan tangannya di leher Adrian. Dan laki-laki itu semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang zyona.


" Balas ciumanku sayang, seperti yang aku ajari tadi.."


Dengan ragu zyona membuka mulutnya. Tapi lidah nakal Adrian lebih dulu menyelusup masuk dan seperti mengajak lidah istrinya untuk berdansa.


Cukup lama mereka berciuman. Terdengar bunyi kelcapan, dan sesekali erangan dari Adrian.


Sebentar ciuman mereka terlepas, tidak berapa lama kembali tertaut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2