Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Adrian Marah


__ADS_3

Sore hari, Adrian memarkirkan mobilnya dipinggir jalan, dekat pos satpam tempat Zyona bekerja.


Sudah hampir 20 menit ia menunggu disitu, tapi Zyona belum keluar.


Akhirnya Adrian memutuskan untuk bertanya pada satpam, karena di telfon pun, Zyona tidak mengangkatnya.


" Permisi pak, saya mau nanya " Ucap Adrian pada Satpam yang duduk sambil minum kopi.


" Eh, iya pak, ada apa? " Balas satpam itu dengan sopan.


" Ini pak, apa Zyona udah pulang ya, kok belum keluar? "


Satpam itu tampak mengingat-ingat " Oh, bu Zyona tadi pergi pak, bareng pak Bos, entah kemana saya juga gak tahu "


Adrian hanya mengangguk - angguk mendengar itu, tapi perubahan sorot matanya menjadi sangat marah.


" Yaudah pak, terimakasih "


Ucapnya, lalu kembali masuk ke dalam mobilnya.


Keterlaluan Zyona, bukankah aku sudah melarangnya. Kenapa dia tidak menghargai perkataan ku!


Adrian mencengkram setir. Dia menghidupkan mobilnya dan pulang ke rumah dengan hati yang sangat gusar.


...


Sekitar pukul sepuluh malam, Zyona pulang ke rumah.


Jalanan sangat macet, hingga dia pulang selarut ini.


Zyona membuka pintu tanpa menimbulkan suara, rumah itu tampak gelap seperti tidak berpenghuni.


Zyona sudah merasa sesak karena penyakit psikologi yang ia alami.


Tapi ia juga tidak bisa menggunakan ponsel sebagai penerangan, karena batre ponselnya habis.

__ADS_1


Zyona pun berjalan pelan - pelan kedalam, karena mulai merasa sesak menguasai dirinya.


Sampai di ruang tengah, Tiba-tiba ia mendengar suara Adrian.


Zyona menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan matanya.


" Dari mana kamu " Suara Adrian tidak bersahabat. Dia menghampiri Zyona setelah menyalakan lampu.


" Emm.. jalan sama teman ku " Jawab Zyona takut-takut.


Adrian berdiri tepat didepannya.


" Bukankah aku sudah melarang mu Zyona! Dan kamu juga pulang selarut ini, apa selama ini kamu selalu keluyuran sampai larut malam seperti ini hah! " Bentak Adrian.


Zyona semakin gemetaran di tempatnya berdiri. Bahkan untuk menatap mata Adrian dia tidak punya keberanian.


" Kamu pulang malam, tanpa ngabarin aku, kamu ngerti gak gimana khawatirnya aku Zyona! " Suara Adrian meninggi sampai ke langit langit ruangan.


Menggema ke seluruh penjuru rumah.


Lelaki itu masih menatapnya marah. " Alasan! Bukankah aku sudah melarang mu! Kalau kamu kenapa - napa di luar sana bagaimana Zyona! "


Zyona semakin takut dibentaknya. Jantungnya terasa runtuh, tubuhnya melemas.


Perlahan, air mata Zyona jatuh diikuti isakan tangisnya.


" Maaf Adrian... hiks" Zyona menyesali perbuatannya.


Adrian mengacak rambutnya kesal. Dia sangat marah, tapi tidak sanggup menumpahkannya pada Zyona yang ia sayangi.


Akhirnya Adrian membanting hp nya ke lantai hingga pecah.


Melihat itu, Zyona langsung memegang dadanya merasa takut.


" Asal kamu tau, aku tidak menyentuhmu karena aku menghargai mu, tapi ternyata kamu tidak menghargai ucapanku " Adrian dengan marah menarik tangan Zyona.

__ADS_1


Membawanya kedalam kamar mereka.


" Adrian... kamu mau ngapain " Zyona ketakutan ketika Adrian menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.


Dan naik ke atas tubuhnya.


" Layani suamimu malam ini, sayang.. " Bisik Adrian ditelinga Zyona.


Zyona membelalakkan matanya.


Spontan ia mendorong kuat tubuh Adrian, tapi tidak berpengaruh apapun.


Adrian membuka paksa kemeja yang dipakai Zyona, dan membuangnya ke lantai, ia juga membuka pengkait bra Zyona.


Hingga payudara Zyona tidak terbungkus apa-apa.


" Hiks... Adrian jangan.. " Zyona menutupi dadanya yang telanjang, dia benar-benar ketakutan.


Adrian tidak menjawab. Dia dibutakan dengan rasa marah dan cemburu.


Adrian mencekal tangan Zyona dikedua sisi kepalanya.


Adrian mulai mencium dan menghisap bibir, leher serta payudara Zyona.


Meninggalkan banyak bekas merah disana.


Zyona tidak bisa melawan. Akhirnya ia pasrah, hanya menangis yang bisa ia lakukan.


Kesadaran Adrian kembali saat mendengar isak tangis Zyona.


Kemarahannya seketika lenyap mendengar istrinya menangis sampai sesenggukan seperti itu.


Adrian melepas cengkramannya di tangan Zyona. Turun dari tubuh gadis itu lalu keluar sambil membanting pintu dengan kuat.


Zyona hanya bisa gemetaran di atas tempat tidur. Dia menarik selimut menutupi tubuhnya yang telanjang dada.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2