
Sesampainya mereka di rumah sakit, Adrian dan Zyona langsung masuk ke ruang Pak Herman.
Mereka bergantian mencium punggung tangan Herman dan Melda.
Semakin hari kesehatan Herman semakin baik saja.
Apalagi melihat anaknya dan menantunya tampak mesra seperti sekarang ini
Membuat Semangat nya untuk sembuh semakin besar.
" Gimana keadaan Papa? " Adrian yang bertanya.
Duduk di pinggir ranjang sambil menggenggam jemari bapak mertuanya.
" Seperti yang kamu lihat Yan, Papa sekarang sudah sehat, kalian tidak perlu terlalu memikirkan Papa.
Kalian fokus saja pada hubungan kalian, papa ingin cepat-cepat gendong cucu " Ucap Herman sambil melirik pada Zyona dan Adrian secara bergantian.
" Tenang Pah, setelah ini, Adrian akan semakin gigih hamilin Zyona " Balas Adrian dengan bangganya.
Sedangkan Zyona sudah sangat malu karena itu.
Dia mencubit kuat lengan Adrian, membuat pria itu mengaduh.
" Aw awa, Zy, sakit tau " Bisik Adrian sambil mengelus lengannya yang dicubit Zyona.
" Bicara yang aneh-aneh lagi kamu tidur di luar! " Ancam Zyona serius.
Dia sangat malu ketika Adrian berbicara seperti itu tadi.
Herman yang melihat tingkah laku anaknya dan menantunya ini hanya bisa terbahak.
Senang rasanya melihat pernikahan anaknya yang harmonis seperti ini.
Mengingat dulu Zyona yang sering murung, walau Zyona tidak pernah cerita pada papanya, tapi Herman tau kalau pernikahan anaknya tidak baik-baik saja.
Dan setelah melihat anaknya itu bisa tersenyum lebar seperti sekarang ini. Herman sangat bersyukur.
Dia merasa lega karena Adrian akhirnya bisa menjadi penggantinya kelak.
__ADS_1
Sedangkan Melda masih berwajah masam. Dia masih belum memaafkan Adrian.
Sulit baginya untuk memaafkan menantunya itu lagi, mengingat bagaimana Adrian yang dulu pernah memperlakukan Zyona dengan begitu kasar.
Membuat akar kebencian tumbuh dihatinya.
...
Pulang dari rumah sakit, Zyona dan Adrian langsung ke perusahaan Adrian.
Semua mata melihat pada mereka berdua.
Zyona dengan malu dan berdebar berjalan disamping Adrian,
Mereka berjalan Sambil bergandengan tangan.
Tampak begitu mesra, Adrian juga tampak begitu bahagia.
Orang-orang yang melihat itu ada yang kagum dan tidak percaya.
Ini pertama kalinya mereka melihat Direktur nya menggandeng jemari seorang gadis, walau mereka tahu Zyona itu istri Adrian.
Karena sebuah kelangkaan melihat Adrian memperlakukan wanita dengan begitu mesra seperti ini.
Bahkan dulu Moza tidak pernah digandeng didepan umum seperti ini.
Sedangkan pada Zyona, Adrian menggenggam jemari istrinya itu sangat posesif.
Seperti takut kehilangan.
Didalam lift, Zyona menarik ujung jas Adrian, lelaki itu menoleh padanya.
" Rian, kok sepanjang jalan tadi orang-orang ngeliatin terus ya? " Tanya Zyona dengan polosnya.
Dia yang merasa sangat tidak nyaman diperhatikan oleh orang banyak.
" Siapa yang berani ngeliatin kamu! " Tanya Adrian posesif
" Bukan ngeliatin aku, tapi ngeliatin kita berdu.. Mmmhhh " Ucapan Zyona terpotong karna Adrian membungkam mulutnya dengan paksa.
__ADS_1
Adrian mengurung Zyona di sudut lift dengan tangan kekarnya yang berpegangan dengan dinding lift.
Dia cemburu, Adrian sangat tidak suka jika mengetahui ada yang berani melirik istrinya.
Adrian melahap bibir istrinya itu dengan rakus. Tidak memberi kesempatan bagi Zyona untuk bernafas
" Mhhh..Mmmggghhh! " Zyona sudah sangat tersengkal. Dia memukul dada Adrian supaya lelaki itu melepas ciumannya.
Adrian melepas ciumannya, Zyona langsung menarik napasnya panjang.
Adrian membingkai wajah Zyona dan melihat raut wajah malu diawajah istrinya itu.
" K.. Kamu kok cium aku tiba-tiba " Protes Zyona dengan wajah yang sangat malu
Adrian memegang dagu Zyona, membuat gadis itu mendongak menatap matanya
" Ingat ini, kamu itu milikku, jangan ada orang yang boleh melihat dirimu " Adrian berbicara serius.
Mengecup kedua pipi, kening dan terakhir bibir Zyona.
" Cih, mereka pikir mereka itu siapa makanya berhak melihat istriku yang sangat cantik ini "
Adrian memeluk Zyona dari belakang.
Memeluknya erat dan sangat posesif.
Dia ini gila atau apa sih.
Hei, yang dilihat orang-orang itu kamu, kamu yang penampilannya sangat menggoda.
Kalau aku hanya terlihat sebagai bungkusan ikan asin kalau berdiri disamping mu Adrian.
" Nanti aku akan membelikanmu topi, kamu harus memakainya selama kita diluar, aku tidak ingin orang lain melihat istriku yang sangat cantik ini "
Ucap Adrian semakin erat memeluk Zyona dari belakang.
Astaga ya Tuhan.... Tolong deh Adrian, stop bilang aku cantik.
Aku saja malu mendengar kata-kata itu...
__ADS_1
Bersambung....