Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Cemburu 1


__ADS_3

Malam pun tiba. Zyona melangkah masuk ke dalam rumah, Sehabis makan siang dengan Rio, Zyona pergi dulu ke rumah sakit sebelum dia pulang ke rumah Adrian.


Dia masuk ke dalam kamarnya, dan terkejut melihat Adrian duduk di ranjangnya dan menatapnya dengan tajam.


" Dari mana, kenapa jam segini baru pulang " Marah


Berdiri di hadapan Zyona dan menghujam manik mata Zyona dengan tatapan tajam


" Bukan urusan kamu" Ketusnya, mendahului Adrian berjalan ke arah kamar mandi


" Ho...Kamu sekarang melawan ya" Adrian menarik kuat tangan Zyona.


Memaksa untuk menghadap ke arahnya.


" Sakit Rian "


Adrian memegang dagu Zyona kuat " Bilang sama aku dari mana aja kamu seharian ini?! "


Zyona gemetaran melihat nyala api di mata suaminya " Aku jenguk Papa ke rumah sakit Adrian " Suaranya bergetar. Adrian sangat menyeramkan.


" Bohong! " Menghempaskan tubuh Zyona ke atas tempat tidur.


Menawan kedua lengan gadis itu dengan kuat.


" Katakan yang jujur Zyona! " Bentakan suara Adrian tinggi sampai ke langit-langit kamar.


Zyona mengerjap ketakutan " Aku beneran ke rumah sakit Adrian "


" AKU BILANG JUJUR ZYONA! " Bugh! Satu tinjuan keras di sprei. Tepat di samping Kepala Zyona


Zyona gemetaran. Jantungnya terasa melemas. Perlahan matanya mulai berair.


" Sekali lagi kamu bohong, wajahmu yang menjadi sasarannya! " Tekan Adrian


berbicara tajam tepat ditelinga Zyona.


Gadis itu semakin gemetaran


"Hiks, Aku gak bohong Rian. Aku tadi ke rumah sakit "


Adrian semakin menatapnya tajam. Mendorong bahu Zyona kuat.


Walau dibawah adalah kasur, tapi tetap Zyona merasakan sakit pada bahunya yang dicengkram Adrian.


" Kita tadi bertemu di restoran Zyona. Aku melihatmu bersama seorang pria. Itu apa?! Kenapa kau tidak berkata jujur hah!"


Zyona seperti mengingat-ingat.


Dia orang yang tidak terlalu memperdulikan hal yang tidak penting baginya.


Dan pria asing itu tidak penting baginya. Itu sebabnya Zyona tidak terlalu memikirkan nya.


Bahkan nama pria itu pun Zyona tidak hapal.


Bagaimana ini, Adrian pasti salah paham


Apa yang harus kukatakan untuk menyakinkan orang idiot yang satu ini.


" Rian, dia itu tadi cuma orang asing "


Jawaban Zyona hanya menambah kadar kemarahan Adrian.


Lihat saja matanya yang hampir keluar melotot pada istrinya.


Sial, aku Kayaknya salah jawab nih


Adrian melepas cengkramannya.


Memegang belakang kepalanya sambil tertawa horor.


" HaHaHa.... Orang asing " Memunggungi Zyona.


Terus tertawa horor yang membuat bulu kuduk merinding bagi setiap yang mendengar nya.


Zyona menatap ngeri. Dia berdiri menjaga jarak dengan Adrian.

__ADS_1


Lelaki itu kini seperti hewan buas yang siap mencabik lawannya.


Dia kesurupan apa nih Waspada Zyona berjalan ke arah pintu dengan perlahan.


Ketika Adrian menoleh dan menatapnya dengan tajam, tubuhnya seperti membeku.


" Nyalimu besar sekali ya " Zyona semakin menciut di tempatnya berdiri.


Tidak bergerak sedikitpun. Dia bahkan menarik nafas pela agar tidak menimbulkan suara


Apa aku pura-pura mati saja ya.


Tidak, itu gila.


Pura-pura pingsan saja.


Tapi kalau dia menginjakku aku pasti menjerit


Zyona masih mematung berdiri di dekat tempat tidur.


Jangankan bergeser. Menarik nafaspun diusahakan agar tidak bersuara.


Matanya beralih mengikuti langkah kaki Adrian.


Dia melepas sepatunya dengan kasar, dan naik ke atas ranjang.


Mengambil bantal dan digunakan sebagai sandaran.


Meluruskan kakinya sambil memberi tatapan tajam pada Zyona


" Sejak kapan kau berhubungan dengan orang asing itu " Suara dan wajahnya masih sama dinginnya.


Seperti menumpahkan semua kekesalannya


Apa yang harus kujawab.


Yang pasti apapun yang kukatakan dia hanya akan menganggap dirinya yang paling benar


" Hei, kau anggap aku sedang main-main sekarang! " Mulai berteriak dari tempatnya bersandar.


Dia melipat kakinya. Merubah posisi.


Sontak dia memegang dadanya yang terasa akan keluar mendengar suara petir Adrian.


Kemarahannya ada di level mematikan. Bagaimana ini


" Aku ketemu tadi siang. Dia menolong ku dari perampok " Mendongak sebentar. Lalu kembali menunduk


" Wah Wah.... luar biasa. Tidak kusangka kau semurah itu " Sinis. Tidak memberi kesempatan Zyona untuk bernafas.


Itu artinya dia mudah mengobral dirinya bahkan dengan orang yang baru ditemui sekalipun. Geram Adrian


Pas kan, dia selalu menyimpulkan sesuatu hanya dengan opininya saja.


" Rian kamu salah paham" Menatap Adrian.


Ketika matanya bersitatap dengan mata elang Adrian. Zyona menciut dan kembali menunduk. " Maafkan aku"


Lirih. ******* jemarinya sambil menatap lantai dan kakinya sendiri


" Maaf, kau pikir cukup hanya dengan minta maaf " Menghardik dengan suara keras.


" Kau tahu sebesar apa kesalahan mu. Bahkan mencekikmu saja tidak bisa mengampuni kesalahan dan pengkhianatan mu ini Zyona!"


Pengkhianatan. Memang apa yang kulakukan.


Apa aku selingkuh


Tapi nyatanya Zyona tetap gemetar. Tidak berani menjawab apa-apa.


" Aku akan memutus fasilitas dan semua biaya rumah sakit Papamu. Akan kupastikan kau melihat Papamu perlahan mati meregang nyawa"


Tubuh Zyona lunglai. Sekuat tenaga dia menahan kakinya agar tetap berdiri.


Keringat dingin membasahi setiap lekuk tubuhnya. Membayangkan bagaimana yang dikatakan Adrian terealisasi semudah dia membalikkan telapak tangan.

__ADS_1


Bagaimana ini, aku berlutut pun akan sia-sia. Dia terlihat sangat marah.


Tapi sebenarnya kesalahan ku dimana si.


" Maafkan aku, Maafkan aku Adrian " Suara Zyona bahkan bergetar. Tidak ada apapun yang bisa dipikirkan Zyona selain kata maaf


Adrian terdengar mengumpat kesal ditempat duduknya.


" Naik! "


Kau kira aku bodoh.


Lihat bagaimana kemarahan mu. Dan aku mau naik ke tempat tidur itu.


Haha, itu sama saja dengan bunuh diri.


" Kau tidak dengar! " Berteriak sambil melempar bantal pada Zyona.


Zyona gelagapan menangkapnya sampai mundur gemetar ke belakang.


Baiklah, bunuh aku tapi bebaskan keluargaku


Zyona menyeret kakinya naik ke atas ranjang.


Memeluk bantal yang tadi dilempar Adrian seperti digunakan seperti perisai. Duduk bersimpuh di pinggir ranjang. Tempat yang aman jauh dari tangan dan kaki Adrian.


" Mendekat! "


Zyona belum bergerak.


Ketika bersitatap dengan mata elang Adrian. Tubuhnya reflek mendekat.


Duduk bersimpuh didekat kaki Adrian yang selonjoran.


" Katakan dengan jelas, bagaimana cara lelaki selingkuhan mu itu menyentuh mu tadi " Adrian menatap tajam. Tapi garis bibirnya menyeringai.


Menelusuri wajah Zyona dengan jari telunjuknya dan berhenti dibibir.


Yang dia pikirkan ini apa sih!


" Aku tidak selingkuh Adrian " Gumam-gumam dibelakang bantal dengan suara rendah. Dan hanya telinganya yang dapat mendengar itu


" Katakan yang jelas! Kau kira aku mengerti gumamanmu! " Adrian tidak sabar.


Menarik bantal yang dipeluk Zyona dan diletakkan lagi dibelakang punggungnya.


" Katakan bagaimana pria itu tadi merabamu! "


Keberanian Zyona yang muncul ntah dari mana karena tidak terima dengan perkataan Adrian.


" Aku tidak selingkuh Adrian! " Sama berteriaknya. Mengalahkan suara Adrian.


Zyona terkejut dengan suaranya sendiri. Menutup mulutnya dengan kedua tangannya. " Maaf "


" Wah wah, beraninya kau. Sudah melakukan dosa sebesar itu masih berani berteriak padaku. Aku menyuruhmu berbicara yang jelas, bukan berteriak! " Suaranya meninggi menjangkau langit kamar


" Maaf, tapi aku sungguh tidak selingkuh Adrian" Lirih. Menunduk meratapi jemarinya yang saling *******


Tidak selingkuh apanya. Jelas-jelas aku melihat sendiri bagaimana romantis nya kalian! Adrian menatap kesal pada istrinya yang menunduk


" Sudah berapa lama kau selingkuh dariku Zyona! " Masih tetap dengan wajah dan suara yang dingin.


Zyona menghela napasnya " Sudah kubilang aku gak selingkuh Adrian"


" Tidak Selingkuh apanya! Jelas-jelas kalian berciuman Zyona! "


Bayangan Adrian. Si pria asing mengelap saus dibibir Zyona, kemudian memakan saus yang menempel di jarinya itu.


" Kau ciuman dengan orang yang baru kau temui Zyona! Kau murahan tau gak! " Menuding-nuding kening Zyona sampai gadis itu hampir tumbang kebelakang.


Keberanian itu muncul lagi. Tidak terima dengan. penghinaan Adrian.


" Aku tidak pernah selingkuh Adrian. Dan aku bukan murahan! " Berteriak sampai Nafasnya tersengkal.


Dengan berani menunjuk ke arah Adrian. "Kau, kau yang selingkuh Rian! Bahkan didepan matakupun kau berani bermesraan! "

__ADS_1


Malam semakin larut. Pertengkaran diatas ranjangpun akan masih panjang berjalan.


TBC....


__ADS_2