Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Memalukan.


__ADS_3

Setelah masuk ke ruangannya, Adrian menyuruh Zyona untuk duduk di sofa karena ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Adrian membuka laptopnya dan Zyona memainkan ponselnya.


Adrian menekan tombol untuk menghubungi sekretarisnya


" Bawakan kopi dan jus ke ruanganku, bawa juga cemilan dan buah " Printah Adrian pada sekretarisnya.


Tidak berapa lama, Tia datang dan membawa semua pesanan Adrian tadi. Segelas kopi diletakkan dimeja Adrian. Jus, cemilan dan buah diperintahkan Adrian untuk diberikan pada Zyona.


" Minum jus mu " Ucap Adrian setelah Sekretarisnya pergi.


" Aku masih kenyang Adrian " Balas Zyona tanpa melirik pada Adrian.


Matanya masih lekat menatap pada layar hp.


" Kemari, bawa jus mu " Panggil Adrian sambil melambaikan tangannya


Zyona mendekat pada Adrian sambil membawa jus jeruk nya.


Saat dia berdiri di samping Adrian, Adrian menarik tangan Zyona supaya gadis itu duduk di pangkuannya.


" Adrian kamu mau apa? " Tanya Zyona khawatir karena Adrian menaikkan kaos yang dipakainya sampai ke dada.


" Memastikan kamu menghabiskan jus itu " Ucap Adrian santai sambil mengeluarkan payudara Zyona dari bra yang dipakainya.


" Iya iya, aku bisa habiskan jus ini... " Ucap Zyona cepat sambil menurunkan kembali bajunya.


Adrian menatapnya " Kalau gitu habiskan cepat "


Zyona langsung menghabiskan jus jeruk itu dalam sekali teguk. Dia sangat khawatir kalau sempat Adrian melakukan hal yang gila didalam kantor seperti ini.


" Sudah habis, aku boleh turun ya " Pinta Zyona sambil meletakkan gelas kosong itu diatas meja kerja Adrian.

__ADS_1


Saat dia ingin turun, laki-laki itu malah menahan pergerakannya dengan cara memeluk pinggang Zyona dengan erat.


" Ih Adrian, kok kamu ingkar janji " Zyona meronta sambil memukul dada laki-laki itu.


" Memang aku pernah janji apa? Hemm? Coba katakan? " Balas Adrian sambil mempererat pelukannya.


" Aku kan sudah menghabiskan Jus ku " Ucap Zyona sambil menghalangi Adrian menaikkan kembali kaos yang dipakainya.


" Hemm, terus? Aku kan gak pernah janji akan melepaskan kamu " Balas Adrian sambil menyeringai jahil. Dia kembali menaikkan kaos yang dipakai Zyona sehingga menampakkan payudara gadis itu yang tak lagi berbalut bra.


" Adrian!, nanti ada yang lihat gimana " Cegah Zyona, tapi Adrian menahan tanganya.


" Tidak akan " Adrian segera melahap puncak gunung kembar Zyona.


" Emmhhh " Zyona menutup mulutnya sendiri untuk menahan desahan.


Matanya merem melek ketika Adrian menghisap dan menyusu didadanya.


Zyona menggerai rambutnya kebelakang. Dan mengalungkan tangannya di leher Adrian.


Adrian melahap payudara Zyona secara bergantian, hingga ujungnya menegang.


" Sshhhh " Desis Adrian. Dia membenamkan wajahnya di dada istrinya, mencium dada Zyona dan kembali mengemut ujung payudara istrinya itu hingga ujungnya memerah dan menegang.


" Emmgghh, Adriannhh, aku lagi mens.. " Ucap Zyona sambil menahan desahannya.


" Aku tahu " Jawab Adrian tanpa memberhentikan aktivitasnya.


Tangannya semakin nakal mengelus-elus punggung Zyona.


" Adrian kosongkan jadwal mu, ikut aku mengecek.....Ah, ya Tuhan, apa yang kulihat ini "


Tiba-tiba Angga masuk, Ayahnya Adrian.

__ADS_1


Beliau yang menjabat sebagai CEO, Masuk tanpa mengetuk pintu seperti biasanya.


Angga pun melihat anak laki-lakinya sedang melahap mesra payudara menantunya.


Angga pun tersenyum canggung.


" Ayah...." Kaget Adrian.


Zyona terkejut dan sangat merasa malu dipergoki bapak mertuanya sendiri.


Dia dengan malu memeluk erat leher Adrian dan membenamkan wajahnya di leher suaminya.


" Lihat tempat Adrian, kalau waktunya kerja ya kerja " Angga berusaha berkata dengan tegas.


Padahal jauh didalam hatinya dia sangat gembira.


" Maaf Yah.. " Adrian mengelus rambut Zyona untuk mengurangi rasa cemas dan malu istrinya itu.


" Kosongkan jadwalmu, ikut aku untuk mengecek proyek pembangunan cabang baru di kota Bandung " Ucap Pak Angga dan segera meninggalkan ruangan itu.


" Tuh kan, dilihat orang, ini sangat memalukan Adrian! "


Ujar Zyona kesal, dia turun dan membenarkan bajunya.


" Haha, jangan marah sayangku.. Muahh " Adrian mencium bibir Zyona sebentar, lalu membantu Zyona merapikan rambutnya yang berantakan karena ulahnya tadi.


" Kamu aku tinggal sebentar gak papa ya, kamu balik aja ke rumah, nanti ada supir yang mengantarmu " Kata Adrian sambil menjepit rambut Zyona dengan jepitan rambut.


" Hemmh! " Ujar Zyona yang masih merasa kesal.


" Mungkin malam ini aku akan pulang larut, kalau ada apa-apa langsung kabari aku "


Adrian mencium kening Zyona sebelum meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian, datang supir yang akan mengantar Zyona pulang.


Bersambung...


__ADS_2