
Sebenarnya belum ingin membangunkan Zyona. Tapi dia tidak tahan untuk tidak mengecup bibir manis istrinya itu.
Zyona menggeliat kecil, membuka matanya perlahan, dan mengerjap beberapa kali karena silau dengan cahaya lampu.
" Pagi sayang " Sapa Adrian hangat.
Dikecupnya dengan cepat bibir mungil favorit nya itu. Kembali mendapatkan pipi merah jambu dengan senyuman malu-malu.
Aaaaaa, kenapa istriku ini sangat menggemaskan si....
Adrian kembali menarik istrinya kedalam pelukannya kali ini lebih erat.
" Jari-jarimu yang ada ditubuhku membuatku menginginkan sesuatu " Bisik Adrian mesra.
Zyona tidak menjawab.
Dia mengulum senyuman malu-malunya dengan pipi yang bak kepiting rebus.
Sambil mengeratkan tangannya memeluk tubuh Adrian.
Hal itu dianggap lampu hijau oleh suaminya itu.
Jika semalam Adrian bermain dengan lembut. Kali ini tidak, dia ingin sedikit bermain buas terhadap istrinya yang polos itu.
Dimulai dari remasan kuat di bo*kong.
Zyona tersentak kaget. Sepanjang hidupnya baru ini ada laki-laki yang memperlakukan nya seperti itu.
" Ahhgg... " Desah Zyona saat tangan usil Adrian mengusik va*ginanya dari belakang boko*ng.
Tidak berapa lama bibirnya kembali menjadi tawanan.
Adrian melu*mat dan mengecap bibir istrinya itu dengan mesra.
" Adrian, ini masih pagi.. " Ucap Zyona gugup saat ciuman mereka terlepas.
Dia menutup seluruh wajah merahnya dengan telapak tangan.
" Hmm, trus? Emang kalau masih pagi gak boleh? "
Tangan Adrian semakin tidak terkendali. Dia kembali meremas bo*kong Zyona. Dia melakukannya beberapa kali sebelum merangkak naik ke tubuh istrinya itu.
Adrian memegang tengkuk Zyona, dan kembali menawan bibir manis istrinya yang sekarang sudah bagaikan candu baginya.
Melu*matnya dengan intim, dan sangat mesra.
" Hhgg.." Leguh Zyona tertahan. Ketika tangan Adrian meraba gunung kembarnya.
Meremasnya dengan sensual.
Tangannya sibuk meremas dada istrinya, dan lidahnya tidak berhenti melu*mat rakus bibir Zyona.
Memperdalam ciumannya menelusuri lekukan rongga mulut istrinya dengan rakus.
Adrian melepas ciumannya, mata mereka saling bertatapan.
Terlihat wajah merah padam bahkan sampai ke leher.
" Bernafas Zyona "
Zyona mengedipkan matanya sekali. Tersadar dan langsung menarik napasnya panjang. Sankin gugupnya bahkan dia lupa untuk bernafas.
Aaaaa, kenapa istriku ini sangat menggemaskan si..
Adrian membenamkan wajahnya di dada Zyona. Menciumnya dan melahap ****** merah jambu itu.
" Ahhg, Adriianhh.. " Tanpa sadar Zyona menjambak rambut Adrian saat laki-laki itu menghisap puncak dadanya.
Seperti bayi yang sedang menyusu.
__ADS_1
Adrian kembali menawan bibir Zyona. Dengan tangan yang kembali meremas dada istrinya dengan penuh gairah.
Zyona memekik tertahan. Tanpa sadar menggigit bibir Adrian dan membuat ciuman mereka terlepas.
" Hhh, gigitnya jangan. kuat-kuat, sayang..."
Ucapan Adrian tidak didengarkan. Zyona memejamkan matanya terlena dengan jemari Adrian yang memanjakan gunung kenyalnya.
Ini sangat indah.
Bagi Adrian. Tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada melihat istrinya yang sedang terangsang seperti sekarang ini.
Mata yang tertutup. Bibir yang sedikit terbuka. Wajah yang memerah.
Menggemaskan!
Adrian memberhentikan aktivitasnya di dada Zyona.
Dia menunggu, menyeringai sambil menanti reaksi apa yang diberikan istrinya
" Kenapa.. " Tanya Zyona lemas. Wajahnya terlihat kecewa. Seperti ada yang belum terselesaikan di dalam dirinya.
Senyum kemenangan mengembang di garis bibir Adrian.
Berhasil telah mengerjai istrinya yang polos ini.
Dia kembali membelai pipi Zyona.
" Sabar sayang, pelan-pelan, nikmati aja pagi kita ini.. "
Adrian kembali menciumi bibir Zyona. Leher dan dada istrinya itu. Membuatnya menjadi kemerahan.
Ciuman Adrian semakin turun. Dia membuka paha Zyona lebar-lebar, dan melihat nona v istrinya itu juga sudah basah dan berkedut.
Adrian menyeringai jahil. Dia menjilatnya sekilas, mampu membuat tubuh Zyona menggelinjang merasa geli dan nikmat yang tak tertahankan.
" Ahhhhgg... " Zyona meremas bantal yang ia pakai.
Perutnya seperti terlilit, tulang-tulangnya seperti terlepas dan tubuhnya terasa ringan.
Zyona menggelinjang karena sebentar lagi dia akan mendapat pelepasannya.
Adrian merasa dinding vagi*na Zyona mulai menjepit lidahnya. Dia sengaja menjauhkan wajahnya sambil tersenyum jahil menikmati ekspresi kecewa Zyona.
" Ck Adrian! Berhenti mengerjaiku... " Zyona merasa sangat uring-uringan. Seperti ada yang tak terselesaikan di dalam dirinya dan itu membuat kepalanya pusing.
Bahkan sekarang ini dia hampir menangis.
Padahal sedikit lagi, sedikit lagi dia akan mendapat kenikmatan itu.
Tapi Adrian malah... yah, sudahlah!
" Haha, jangan menangis Zyona... cup cup cup.. " Adrian menyeka air mata gadis itu yang sedikit keluar dan menempel di ujung matanya.
" Sabar sayang, sebentar lagi kamu akan merasakan kenikmatan yang sesungguhnya.. "
Adrian membuka lebar paha Zyona, dan mengarahkan kejantanan nya yang sudah bagaikan batang kayu tepat berada di depan lubang kenikmatan di tubuh istrinya.
Zyona melirik ke situ dan langsung terkejut. Jantungnya berdebar dan dia sangat malu.
Adrian sengaja mengocok miliknya beberapa kali hanya untuk melihat reaksi Zyona.
Dan benar saja, sekarang gadis itu terlihat sangat merona.
Wajahnya sangat merah sampai ke telinga bahkan juga sampai ke leher.
" Aku masukin ya.. "
Zyona memejamkan matanya, dia bisa pingsan jika terua menatap ke arah situ.
__ADS_1
" Emmhhg " Mendesah lagi ketika merasa benda tumpul yang di gesekkan di area sensitifnya.
Perlahan Adrian mendorong miliknya masuk, walau sudah dimasuki beberapa kali, tetapi milik Zyona masih sangat sempit.
Baru bagian kepalanya yang masuk, tapi tubuh gadis itu sudah bergetar.
Perlahan Adrian semakin dalam mendorong miliknya.
Hingga masuk sempurna ke liang kehangatan itu.
Adrian mendiamkannya sebentar. Menikmati wajah terangsang istrinya.
Barulah dia menggerakkan pinggul nya perlahan. Zyona mendesah pelan, merasa dirinya berada di atas awang-awang.
Tubuhnya semakin menggelinjang saat Adrian mempercepat tempo gerakannya.
Menusuk-nusuk inti Zyona dengan buas.
Mereka semakin menikmati pagi panas mereka. Bahkan diluar sana matahari belum muncul, tapi mereka sudah sangat terbakar oleh gairah.
Tusukan Adrian semakin cepat, membuat Zyona menjerit kencang dengan tubuh yang gemetaran.
Dia baru saja mendapat pelepasan yang hebat.
Tanpa memberi waktu istirahat, Adrian terus menggerakkan pinggul nya. Zyona merasa sangat kehabisan tenaga. Padahal semalam pun dia sudah sangat kelelahan. Tapi suaminya ini seperti tak kenal lelah sama sekali.
Dengan gila menunggangi Zyona siang dan malam.
" A.. adriannhh, cukup, aku sangat lelah... " Ucap Zyona dengan nada lelah.
" Sebentar lagi sayang, aku mau sampai.. "
Gerakan Adrian semakin menggila. Menusuk cepat ke inti Zyona Sbab sebentar lagi dia juga akan sampai.
Zyona kembali merasa perutnya terlilit. Tubuhnya seakan terangkat.
Sepertinya dia juga kembali memakai pelepasannya.
Dan ini pelepasan yang entah sudah keberapa kali.
" Akh "
" Akh "
Mereka sama-sama sampai. Adrian menghentakkan pinggul nya lebih keras dan memuntahkan semua cairannya ke dalam rahim Zyona. Dengan harapan cairan itu akan tumbuh menjadi benih cinta mereka.
Adrian terbaring sambil memeluk tubuh istrinya. Nafas mereka sama-sama saling memburu.
Zyona benar-benar kehabisan tenaga. Tubuhnya serasa sangat berat dan remuk.
Bahkan hanya untuk mengangkat jari kelingking Zyona tidak punya tenaga lagi.
Cup, Adrian mencium sekilas pipi Zyona. Wanita itu masih memejamkan matanya. Menikmati sisa-sisa gairah yang masih melekat di tubuhnya.
" Aku mandi duluan ya, aku harus kerja hari ini, kamu lanjut tidur saja.. " Kata Adrian, tapi Zyona tidak menjawab. Dia sudah terlanjur tertidur.
Adrian beranjak ke kamar mandi setelah menciumi pipi istrinya berkali-kali.
Dia mandi sekitar limabelas menit, berpakaian rapi untuk berangkat bekerja.
Sebelum pergi Adrian merangkak naik lagi ke atas tempat tidur. Mendapati istrinya yang masih terlelap.
Keadaan Zyona sangat kacau. Rambutnya berantakan dan banyak bekas kecupan di sekujur tubuhnya.
" Aku berangkat ya, istriku.. " Pamit Adrian setelah mencium lagi kening Zyona.
Menaikkan selimut sampai ke dada, dan pergi dengan menutup pintu tanpa menimbulkan suara.
Bersambung...
__ADS_1