Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Adrian bangke!


__ADS_3

Hari semakin siang dikota eranya himpitan ekonomi yang mendesak.


Pusat kota yang dihiasi gedung pencakar langit. Pedagang kaki lima,


macet, polusi dan setiap pribadi yang berlomba-lomba mengumpulkan puing-puing rezeki.


Salah satu gedung pencakar langit dikota Jakarta. Gadangga Company. Lantai paling tinggi, ruangan pribadi milik Adrian Gadangga. Dia Direktur utama Gadangga Company.


Putra sulung dari CEO Perusahaan Gadangga.


Adrian melipat kedua tangannya di depan dadanya. Berdiri sambil memandang pemandangan kota Jakarta dari jendela kaca didalam ruangannya.


Semuanya terlihat kecil dari atas sini. Bahkan mobil-mobil yang melaju terlihat seperti semut yang berjejer.


Pintu terbuka, masuk sosok laki-laki dan seorang gadis muda yang tampak ketakutan.


Lelaki itu menarik dan menghempaskan tubuh gadis itu hingga tersungkur ke lantai. Adrian membalikkan badannya dan mendapati gadis muda itu tersungkur di bawah kakinya.


Lalu matanya naik menatap pada sosok laki-laki itu. " Dia orangnya? " Adrian kembali menatap gadis itu yang tampak sangat gemetaran.


" Iya kak, dia Intan, sahabat Mbak Zyona " Jawab Derrel dari tempatnya berdiri


Adrian berjongkok mensejajarkan posisinya dengan gadis itu. Perlahan dia membuat gadis itu mendongak dengan mengangkat dagunya.


Mata mereka bersitatap. Intan semakin gemetaran ketika merasakan aura intimidasi dari sosok Adrian.


Ada apa ini, aku diculik dan sekarang dihadapkan dengan orang aneh yang menyeramkan seperti mereka.


Apa mereka ini penjahat yang menjual organ tubuh manusia. Pikiran Intan mulai ngawur kemana-mana


" Kau tahu siapa aku? " Adrian bertanya sambil tetap memegangi dagu gadis itu.


Dengan tubuh bergetar Intan menggeleng. Intan memang tidak mengenali siapa Adrian. Sbab saat pernikahan Zyona dia tidak datang. Hanya Arya yang datang.


Karena pernikahan bukan diadakan di Jakarta, tapi di Bandung, daerah asal keluarga Adrian.


" Kau mengenali Zyona ku, kan? " Adrian bertanya lagi


Intan mengernyit saat mendengar nama Zyona dari sosok laki-laki ini. Astaga Zy, apa yang kamu lakukan si Zygong....Kenapa kamu bisa berurusan dengan orang menyeramkan seperti mereka.


Kamu pasti ngutang tapi gak sanggup bayar ya kan.


Tapi sialnya kenapa aku malah dibawa-bawa si...


" Aku ini kere Lo Om, yang kaya itu lakiknya Zyona. Sana, kalian ganggu lakiknya Zyona aja.


Jangan aku. Hiks, aku aja kramas masih pakai sampo rentengan. Kasihanilah daku..... " Intan menyembunyikan wajahnya disela-sela jemarinya.


Dia sangat takut bersitatap dengan Adrian.


Mendengar perkataan Intan. Adrian sontak melirik pada Derrel. Tatapan matanya seperti berkata, Si bodoh ini kau pungut dari mana hah


" Hei hei, lihat aku " Titah Adrian sambil menjentikkan jarinya.


Tanpa pikir dua kali, Intan langsung mendongak menatap laki-laki itu. Seperti naluri menyelamatkan jiwa. Dia mengikuti printah laki-laki itu, walau tidak mengenalinya sama sekali.

__ADS_1


Masih dengan ketakutan yang besar, Intan memberanikan diri menatap laki-laki itu. " A.. Ampun pak, aku beneran gak punya uang. Z.. Zyona juga gak punya, kamu bisa kejar suaminya Zyona sana, dia itu tajir melintir "


Adrian terbahak mendengar itu. Dia ini bodoh apa memang tidak mengenaliku. Gumamnya.


" Memang seperti apa suami Zyona itu? " Kata Adrian sengaja memancing.


Seperti keberanian yang entah mana datangnya. Intan langsung mendongak menatap wajah laki-laki itu. Tubuhnya yang tadi bergetar sontak hilang seperti tidak pernah ada.


" Bapak gak kenal? Wuihhh, bagus deh kalau bapak gak kenal " Ucap Intan sambil melayangkan kepalan tangannya ke dada Adrian. Persis seperti yang sering dilakukannya pada Arya.


Adrian memegang bagian dadanya yang tadi tersentuh oleh Intan. Terlihat dia tidak suka, tapi Adrian menahan dirinya untuk tujuan tertentu.


Derrel yang berdiri di belakang Kakaknya, semakin menatap tidak suka pada Intan. Dari awal gadis itu cukup berisik dan merepotkan. Begitu gumamnya.


" Suami Zyona gak ngotak banget, kayak ******, otak busuk, laki-laki biadap. Setan! Semua deh, pokoknya dia laki-laki bajing*n! " Semangat Intan menggelora saat mengatai suami sahabatnya itu.


Memang dari melihat Zyona yang selalu murung dan kelepasan menangis. Kebencian Intan pada Adrian sangatlah besar. " Bapak, saya kasih tahu ya, Suami Zyona si Adrian Adrian itu, manusia bangkeeeee, pokoknya ****** banget " Seakan lupa akan ketakutannya tadi.


Intan sangat semangat mengatakan pandangan nya yang jelek pada Adrian.


Jangan ditanya bahagia wajah Adrian sekarang. Bahkan wajahnya sampai memerah menahan marah. Ingin sekali dia langsung mencekik cewek berisik seperti Intan ini.


Begitu juga dengan Derrel. Kalau bukan gerakan tangan Adrian yang memberinya kode untuk menahan diri. Sudah dari tadi dia ingin menjajal mulut cewek berisik itu dengan meja.


Intan kembali memukul-mukul lengan Adrian. Kelakuannya yang bobrok dan sok kenal ini selalu muncul diwaktu dan saat yang tidak tepat.


" Haha, biar saya kasih tau lagi ya Pak, kalau misal saya bertemu dengan pria yang namanya Adrian ****** itu, tak jitak palanya. Sekalian itu nganunya aku cabein... Hahaa"


" Dia udah disini kok, dia ada didepan matamu sekarang " Adrian yang sedari tadi diam, mulai berbicara. Membuat Intan sontak diam.


Lu tau gak, si Adrian Adrian itu bukan manusia, dia sampah bin ******." Intan terkekeh sambil mengeluarkan logat betawinya. Terkekeh sambil memegangi perutnya.


Adrian mencengkram kuat lengan Intan. Gadis itu sontak diam dan kembali sadar dengan situasinya sekarang ini.


Entah kemana perginya keberanian tadi. Sekarang dia kembali bergetar dan menjadi ciut dan takut hanya untuk menatap mata Adrian.


Bahkan bernafas pun diusahakan untuk tidak bersuara.


Aku salah dimana ya, bukannya tadi dia yang tanya Adrian itu orang yang seperti apa. Kok sekarang malah aku yang seperti akan ditelan hidup-hidup si. Batin Intan yang belum menyadari situasi.


" Aku suami Zyona, orang yang tadi kau maki, sekarang ada didepanmu " Ucap Adrian datar, tapi dengan tatapan mata yang menusuk.


A... a.. apa... d.. dia.. Adrian.. s.. suami Zyona. Gila, mati aku. Bodohhhhh, apa yang sudah kau ucapkan tadi Intan. Intan hanya bisa bungkam mengutuki kebodohan nya tadi.


" Apa tadi kau bilang, aku ******? Trus kau mau menjitak kapalaku dan menaruh cabe dianuku" Ucap Adrian yang membuat Intan semakin bergetar.


Rasa takut memaksa otak. memerintah tubuhnya untuk bersujud dihadapan Adrian. Adrian langsung berdiri dan mundur ketika gadis itu meraih ujung sepatunya


Apa lagi yang mau dilakukan di bodoh ini. Gumam Adrian memandang sebal pada Intan.


Intan bersimpuh sambil mengatupkan tangannya di atas kepalanya.


" A.. ampun pak, Ampuni saya. Yang saya katakan tadi itu semuanya bohong, saya tadi hanya bercanda. Anda itu bukanlah orang yang buruk, anda bahkan sangat dermawan dan berhati besar "


Sial, demi menyelamatkan jiwaku aku sampai mengotori lidahku sampai begininya ya

__ADS_1


" Aku tadi sangat ingat saat kau mengatai Kakakku itu ******, sampah, bajing*n, biadap loh, aku bahkan merekam semua perkataan mu didalam otakku " Sambung Derrel tiba-tiba dari belakang Adrian. Membuat Intan kalah telak.


"Hei Hei, kalian ini mengeroyokku ya. Dan apa itu tadi, kakak ku. Jadi laki-laki ****** ini kakakmu toh, pantesan dimuka mu juga ada aura-aura ****** nya." Ucap Intan yang lagi-lagi kelepasan memaki. Dia lupa sedang disituasi seperti apa sekarang.


" Kau ini masih belum menyadari situasi ya!" Suara Adrian semakin dingin. Intan kembali menciut setelah dihujam dengan tatapan tajam laki-laki itu.


" Dari tadi aku diam, bukan berarti aku tidak mampu untuk menghabisimu! " Tekan Adrian. Yang semakin membuat suasana mencekam dengan aura intimidasi nya.


" Lain kali jaga mulutmu kalau kau masih ingin hidup! " Berbicara lagi sambil menatap pada Intan dengan ekor matanya.


" Hari ini kubebaskan kau, karena dimataku kau itu hanya serangga yang hanya mengotori sepatuku jika aku menginjakmu! "


Intan menelan salivanya merasa ketakutan mendengar itu. Inikah sosok Laki-laki itu. Ternyata rumor berhati dingin pada orang yang tidak disukainya itu benar adanya.


" M.. Maaf " Gumam gumam Intan sangat pelan. Sankin pelannya bahkan hanya dapat didengar oleh telinganya saja.


" Aku memanggilmu kesini hanya untuk satu hal. " Adrian berbicara sambil kembali menatap pada kaca jendela. Melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil membelakangi gadis itu.


" Beri tau aku dimana istriku berada. Jika kau berani menyembunyikan nya, akan kupastikan nenekmu yang dipanti jompo tidak akan bisa hidup dengan tenang " Ancam Adrian.


Membuat Intan semakin gemetaran. Bahkan tentang nenek juga dia bisa tahu. Laki-laki ini sangat berbahaya..


" Kau tidak dengar?! " Suara Adrian meninggi karena Intan masih membisu.


" I... iya, s.. saya dengar, akan saya lakukan pak, s.. saya akan katakan dimana Zyona berada "


Maaf Zy, aku tidak berdaya melawan orang kaya yang satu ini. Karena ini sudah berkaitan dengan nenekku.


Bersambung.


Epilog.


Setelah Intan pergi. Adrian duduk disofa. Menyandarkan kepalanya sambil memijat pelipisnya.


" Kenapa Zyona bisa berteman dengan orang bodoh seperti dia " Ucap Adrian sambil terus memijat pelipisnya.


Derrel diam, dia beralih memainkan ponselnya daripada menggubris perkataan Adrian.


" Hei, Ril, dengarkan aku " Adrian duduk dan menatap mata Derrel.


" Kau awasi gadis bodoh tadi, aku tidak mau istriku berteman dengan orang bodoh seperti dia! "


" Kenapa aku" Ucap Derrel tidak sependapat dengan pemikiran kakaknya.


" Jangan banyak tanya, pokoknya aku tidak mau istriku berteman dengan orang bodoh! " Jawab Adrian seenaknya.


Cih, itu kan istrimu, kenapa dari tadi selalu aku yang repot si. Dan sialnya kenapa aku tidak punya keberanian untuk menolak ya!


" Kau gantikan aku menghendel pekerjaan, aku akan menyusul Zyona sekarang " Adrian berdiri dan langsung pergi.


Memerintah seenaknya tanpa ingin mendengar perkataan Derrel.


" Kak, Woy, gak bisa gitu dong! Kakak....... "


Suara Derrel meninggi, tapi tidak digubris oleh Adrian. Dia terus melangkah pergi. Karena yang dipikirannya saat ini cuma satu.

__ADS_1


Yaitu Zyona.


__ADS_2