Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Kencan 1


__ADS_3

Berdiri sampai kaki pegal.


Satu tangan mengacung memegang pegangan bus agar tidak tumbang.


Mata mereka tidak sengaja saling menumbuk, lalu serentak membuang muka diiringi hembusan nafas kasar.


" Sudah kubilang tadi lebih baik kita pake mobil aja Zyona! Gak usah sempit-sempitan gini, gak usah berdiri sampai kaki pegal! kamu kok susah banget si dibilangin! "


" Ooo, jadi kamu salahin aku?! " Zyona tak terima.


" Ya iyalah! Kalau misal kita tadi pake mobil, gak akan serepot ini Zyona!!! "


Zyona mendelik. Menyebalkan!


" Kamu tuh gak tau gimana serunya kencan ala-ala ABG gini Rian, semua serba sederhana, gak ada tuh yang namanya private-private. Jadi kamu berhenti ngomel nikmati aja proses kencan kita ini ya... " Ucap Zyona dengan senyum yang merekah.


Tapi kata lain lewat Senyumannya yang tersirat seolah berkata, Siap-siap lah suamiku, aku akan membawamu melarat hari ini.. Haha..


Adrian mendengus kesal. Dia sangat geram ketika Zyona menyeretnya masuk ke dalam bus. Apalagi penumpangnya penuh lagi!


Alhasil Zyona dan Adrian harus berdiri selama dalam perjalanan seperti ini.


Zyona masih lengkap dengan topi dan masker. Adrian tidak memberi izin Membukanya walau hanya sebentar.


" Tarik kurang bawah topi mu! Kau mau menggoda siapa sampai kau memperlihatkan wajah mu itu hah?!


Apa kau punya selingkuhan yang kau selundupan didalam bus ini ?! "


Gerutu Adrian menarik topi Zyona hingga menutupi wajah gadis itu.


Apa! apa-apaan lagi itu?! Aku sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran manusia yang satu ini. Hei Adrian, kau ini hanya berpura-pura tidak tau atau apa sih?!


Bukan aku yang sedang dilirik, tapi kau!


Ganteng mu itu gak manusiawi Adrian!


Seisi bus ini ngelirik kau! bukan bungkusan ikan asin kayak aku ini!


Trus kosa kata baru dari mana lagi itu?!


Sepanjang hidup ku baru ini deh aku di tuduh nyelundupin selingkuhan didalam bus!


Astaga... dia ini ada-ada aja si!


Tidak berapa lama Akhirnya mereka diam. Walau sesekali Adrian masih mengomel.


Beda dengan Zyona yang menunduk sambil menahan tawanya.


Apa gadis itu bahagia sekarang ini?


Ya jelas lah!


Memberi pengalaman melarat pada suaminya adalah hal yang paling menyenangkan!


Kapan lagi coba kau bisa menyeret pria seperti Adrian melarat seperti ini!


Ho ho, Tapi Kayaknya sekarang gadis itu lupa daratan deh.


Lihat keningnya yang berkerut dan seringai yang perlahan terbit di bibirnya itu.

__ADS_1


Sepertinya dia sudah mendapat ide gila lainnya untuk mengerjai Adrian.


Adrian berdiri tegap di depan Zyona, dengan tangan yang mengacung memegang pegangan bus dan pandangan yang menatap ke arah lain.


Terlihat keringat mengalir di kening dan lehernya.


Bahkan rambutnya terlihat agak basah,


Fiks laki-laki sekarang merasa sangat panas dan gerah.


Zyona pun mulai menjalankan aksinya dimulai dengan seringai jahil yang tersembunyi dari balik masker.


" Uhhh, Rian gerah, aku mau di kipasin... " Rengek Zyona sangat manja.


Bahkan ada beberapa penumpang yang sontak melirik geli menatapnya, tapi Zyona berpura-pura tidak peka.


Karna dia hanya ingin tahu gimana reaksi Adrian.


Lelaki itu langsung mengelap keringat di dahi Zyona dengan kain lengan bajunya.


" Maaf ya, aku gak punya tisue,,, maaf juga kalau kamu gak nyaman dengan kencan kita ini "


DEG


Rasa bersalah menyelimuti hati Zyona. Kenapa malah dia yang minta maaf si.. bikin orang merasa bersalah aja!


Zyona menatap mata Adrian ketika wajah laki-laki itu mendekat padanya.


Apa yang mau dilakukannya sekarang?!


Hei jangan macam-macam di tempat umum ya!


Dengan lembut Adrian meniup leher Zyona, agak lama sampai memastikan istrinya itu tidak kepanasan lagi.


" Gimana? Udah mendingan? " Tanya Rian ketika mata mereka bertemu


" U.. udah " Zyona langsung memalingkan wajahnya yang merona dan degupan jantung yang menggila.


Huh, D.. dia itu apaan si.. bisa-bisanya dia berbuat seperti itu padaku di tempat umum.


Lihat kan sekarang kita jadi pusat perhatian..


Bikin malu saja!


" Mau aku tiupin lagi? " Tanya Adrian sambil mengelus puncak kepala Zyona.


Dengan cepat Zyona menggeleng " Gak usah. Udah gak segerah tadi kok, makas..... Eh! " Zyona tidak melanjutkan ucapannya karna terkejut.


Tiba-tiba ada yang mencolek bokongnya dari belakang.


Seketika tubuh Zyona bergetar merasa takut, tapi dia berusaha tenang agar tidak ada terjadi keributan.


" Kenapa? " Tanya Adrian, nada suaranya mulai berubah garang.


" Eh.. e.. enggak, gak papa.. " Balas Zyona dengan suara gemetaran.


Adrian merasa ada yang tidak beres. Matanya langsung menajam menatap pria tua dibelakang Zyona.


Dari awal laki-laki itu peka ketika istrinya sedang dilirik oleh seorang pria tua dengan lirikan mata tidak sopan.

__ADS_1


Adrian sudah memberi tatapan tajam padanya sejak awal, tapi sepertinya laki-laki tua itu tidak jera.


" Apa yang sudah kau lakukan pada istriku hah!! " Teriak Adrian tiba-tiba.


Bergerak cepat ingin menghajar laki-laki tua itu.


" Kyaa... jangan Adrian!, Aku beneran gak papa kok, kamu jangan marah... " Pekik Zyona ketakutan sambil memeluk erat tubuh Adrian.


Menghentikan perkelahian yang bisa saja terjadi.


Rahang Adrian mengeras, tangannya terkepal kuat. Sekarang mereka benar-benar menjadi pusat perhatian semua penumpang.


" Tenang Adrian.. aku beneran gak papa kok.. "


Ucap Zyona dari balik dada Adrian.


Dia merasa sangat khawatir jika Adrian berkelahi atau menghajar orang lain disini.


Ini semua salahku, kalo tadi aku nurut pake mobil aja gak bakalan ribut gini kan....


" Kita turun sekarang! " Kata Adrian dengan nada yang penuh tekanan.


Matanya tidak lepas menatap pria tua yang sudah mengusik istrinya barusan.


Kini lelaki tua itu tampak pias dan memucat.


" Iya, kita turun sekarang.. "


Saat Zyona hendak menekan tombol untuk menghentikan bus, Adrian mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto laki-laki tua yang tadi.


Matanya masih menatap tajam.


Akan ku ingat kau!


Besar juga nyalimu telah mengganggu wanitaku..


Akan kupastikan kau terinjak seperti serangga!


"A.. ayo Rian.. " Zyona masih merasa takut. Pelecehan yang ia alami membuatkannya dirudung rasa ketakutan.


Di tambah lagi Adrian tadi yang hampir meledak membuat jantungnya seakan runtuh dan membuat tubuhnya sekarang ini lemas seperti tidak bertenaga.


Setelah turun dari bus, mereka berdiri di tepi jalan. Zyona kini lebih banyak diam dan Adrian menyadari itu.


Adrian menepuk pelan puncak kepala Zyona untuk menenangkan istrinya itu.


" Aku disini, jangan takut, gak akan kubiarkan orang yang berani mengganggu mu hidup dengan tenang " Katanya lalu mencium puncak kepala Zyona. Entah benar atau tidak, tapi Zyona merasa sangat dilindungi lewat perkataan Adrian tadi


" Maaf karna ku kencan kita berantakan .. " Sesal Zyona.


Lelaki itu memeluknya " Enggak kok, ini bukan salahmu, kamu tadi takut banget ya, maafin aku yang gak becus ngelindungi kamu... aku janji kejadian tadi gak akan terulang lagi.. "


Kok malah dia yang minta maaf si.. Kalau gini gimana aku ga jatuh cinta cobak?!


Laki-laki itu meraih jemari Zyona dan menggandeng nya dengan erat.


" Kita makan siang dulu yuk.. " Ajak Adrian dan Zyona pun menurut.


Mereka akhirnya terdampar di suatu restoran Padang terdekat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2