
" Jadi kamu mau pergi Zy? "
Arya dan Zyona duduk disatu bangku panjang tepi danau. Memandang teduh pada danau yang tenang. Sesekali semilir angin menerpa pori-pori kulit, membawa rasa sejuk ditengah terik dan gerahnya siang hari di kota.
Zyona duduk sambil menekuk kakinya diatas bangku. " Iya, aku pergi ke daerah Sumut, dan tinggal bersama Nini ku , Ibu dari Mama "
" Terus gimana soal Om Herman, Suamimu juga. " Berbicara sambil menaikkan satu kakinya keatas kaki yang satunya.
Zyona menghembuskan napasnya pelan dan menatap pada langit luas diatas sana.
" Disana sekalian aku kerja untuk biaya hidup dan pengobatan Papa,
Kalau Adrian... " Berhenti sejenak, menarik napasnya panjang dan dihembuskan pelan
" Aku akan cerai sama dia "
" Hah?! " Arya kaget. Memandang tidak percaya pada Zyona
" Cerai? Kenapa Zy, bukannya kemarin kamu yang kekeuh sama pernikahan mu.
Pikir yang matang dong, pikiran juga Om Herman "
Zyona menggeleng pelan, menandakan ketidak-berdayaan nya. " Papa jangan dulu dikasih tahu, Kalau Mama sudah kubicarakan semua yang terjadi, dan dia mengerti " Berhenti berbicara lalu menatap mata Arya
" Orang tua Adrian nanti aku yang jelaskan " Katanya. " Kalau soal Adrian gak usah kamu pikirkan, aku tahu dia bahagia dengan perpisahan ini "
Aku tahu
Adrian akan sangat bahagia. Dia bisa menghabiskan
seluruh hidupnya bersama Moza
Sbab 'pengganggu'
ini akan pergi.
__ADS_1
" Terus aku gimana? "
Zyona memandang pada Arya, terlihat lelaki berkulit sawo matang itu memanyunkan bibirnya.
" Kamu kan udah gedek! " Bugh, Zyona memukul lengan Arya dengan tas tangannya.
Arya terkekeh " Kalau kamu pergi siapa nanti yang comblangin aku sama Intan " Tuntut Arya sambil menggoyang-goyangkan bahu Zyona.
Bugh. Satu lagi pukulan kuat dibahu Arya. Kali ini laki-laki itu meringis.
Memandang kesal pada Zyona sambil berkata " Ouh, aku tahu. Alasan Adrian gak nyaman sama kamu " Ucapnya serius.
" Apa emang? Kamu ini sok tau! "
Arya memegang dagu nya sambil melirik pada Zyona, dari atas sampai kebawah.
" Kamu KDRT ya kan, ngaku. Kamu pasti mukulin Adrian setiap hari ya kan "
" Sembarangan " Plak, Satu tamparan yang tidak terlalu kuat, tapi tetap sakit. Mendarat dipipi kanan Arya.
" Dasar bugan "
Zyona melotot saat Arya mengatainya bugan, bahasa batak karo, yang artinya jantan dalam bahasa Indonesia
" Apa kamu bilang " Zyona berdiri sambil mengacak pinggang.
" Bugan, kenapa emang " Tidak mau kalah
" Tarik lagi ucapanmu atau kucekik kau! " Jemari telunjuk Zyona mendarat dikening Arya
Arya mundur beberapa langkah kebelakang. Menjulurkan lidahnya sambil menutup sebelah matanya.
" Bleeeekkkk.... gak mau... Zyona Bugan.... Bugan Bugan.... "
" Awas kau ya Arya, kalau kudapat kucekik kau! "
__ADS_1
Arya terkesiap melihat wajah marah Zyona. Gadis sangat itu tidak suka disebut Bugan.
Dia lari mengejar Arya, saat laki-laki itu lebih dulu lari terbirit-birit.
" KALAU SAMPAI KAU KU TANGKAP, KELAR HIDUP LO ARYA! "
" Aaaaaaaaaaaa tolooooongggg, aku mau dilecehkan sama perempuan gila yang disana " Arya berlari sambil menaikkan kedua tangannya ke udara.
Persis seperti.....
Seperti.....
Banci!
Satu fakta, kalau Arya bukanlah Banci atau Bencong.
Dia berkelakuan seperti ini sekarang ada alasannya.
Yaitu untuk melahirkan segelintir senyum digaris bibir Zyona, sahabatnya yang sangat dia sayangi itu.
Benar saja. Gadis itu cekikikan sambil terus mengejar Arya " Awas kamu ya! Kupites jidatmu! "
Zyona dan Arya bukan sekedar teman biasa. Mereka sahabatan dari Tk, salah satu alasan besarnya karena keluarga mereka kerabat dekat.
Ayah Zyona dan Ayah Arya adalah saudara kandung.
Jadi artinya Zyona dan Arya adalah sepupu.
Zyona dan Arya adalah anak satu-satunya dari keluarga mereka. Itu sebabnya mereka saling menyayangi layaknya saudara.
Teruslah tersenyum Zyona. Karena Senyum adalah cara terbaik untuk mengatasi situasi yang sulit.
Walaupun senyuman mu itu palsu. Arya Admaja
Bersambung....
__ADS_1