Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Pelampiasan tapi juga dicintai


__ADS_3

Dikota yang belum padam, tamaran senja baru merangkak memenuhi bumi.


Kendaraan yang lalu lalang, lampu jalan pengganti matahari.


Menandakan bumi tidak pernah tertidur.


Satu mobil berhenti dan keluarlah satu sosok laki-laki. Dua kancing baju bagian atas sengaja dibuka, kerah yang dinaikkan keatas, kemeja yang sengaja dikeluarkan dari celana.


Rambut acak-acakan disapu oleh angin, Garis bibir yang bergetar, sudut matanya memerah. Berdiri dekat jembatan besar,


memandang langit malam dan laut yang luas.


" Aaaaaaggggggghhhh! Mozaaaaa...... " Berteriak sampai napasnya tersengkal


Ada rasa kecewa disorot mata Adrian. Angin berhembus kencang membawa kekosongan yang dalam dihatinya.


Matanya sudah memerah, tapi dia tidak menangis. Terlalu banyak rasa sesak dihatinya. Hingga keras dan sulit diluapkan dengan air mata.


Mencengkeram kuat pinggiran besi jembatan dengan kedua tangannya. Kau sangat kejam padaku Za. Kenapa kau harus hadir kalau akhirnya kau pergi tidak bertanggung jawab seperti ini!


Kau manusia paling kejam yang pernah kutemui.


...~♥~...


POV ZYONA


Adrian masuk ke dalam kamarku, dia pulang malam sekitar pukul


sebelas.


Aku terkejut, kemejanya lusuh dan berantakan. Aku yang sedang nonton drama meletakkan laptopku dan menghampiri Adrian.


" Kamu kenapa? " Tanyaku sambil memegang jemari Adrian.


Dia diam, entah apa yang dia pikirkan. Tapi matanya menatap mataku terus tanpa berkedip. Tatapan yang sangat sulit untuk dimengerti apa artinya.


" Rian, kamu kenapa " Tanyaku lagi, tapi dia tetap membisu.


" Yaudah, kamu mandi dulu, aku siapin air mandi kamu ya " Aku berbalik dan melangkah keluar dari kamarku.


Ingin ke kamar Adrian untuk menyiapkan air mandi Adrian.


Tapi tiba-tiba ada tangan berotot yang memelukku dari belakang. Aku tersentak, kupegang tangan itu sambil berkata


" A.. Adrian, aku Siapin air mandi kamu dulu ya "


Asli! Saat ini aku sangat berdebar. Perlahan kurasakan bibir hangat Adrian mengecupi leherku. Membuat


semua bulu kuduk ku merinding geli


" Emmmhhh, Rian.... "


" Aku pengen " Katanya memotong ucapanku.


Dia memutar tubuhku untuk menghadap kearahnya. Dan tetap, aku masih tidak mengerti maksud tatapan mata Adrian.


Tidak ingin mendengar penolakan ku, Adrian menggendong tubuh ku dan diletakkannya di atas tempat tidur.

__ADS_1


Aku ingin bergeser, tapi Adrian lebih dulu menindihi ku.


" Rian, jangan sekarang ya, punyaku masih sakit "


Adrian lagi-lagi diam, dia menggenggam erat jemari ku sambil mengecupi leherku.


Aku yakin wajahku sangat merah sekarang.


Dia baru pulang kenapa langsung nyosor Gini si


Aku memejamkan mataku, tidak berani melihat keadaan ku sekarang


Aku yakin sekarang ini banyak tanda merah yang membekas dileher, bahu, dan dadaku.


Nafasku sangat berat, atmosfer dikamar ini terasa panas dan sesak.


Entah sejak kapan semua pakaian ku dan dia terlepas dari badan. Dan


sekarang ini kami sama-sama telanjang.


Aku sangat malu ketika dia menatap mataku


" I Love you "


Aku tidak salah dengar kan, dia... dia membisikkan itu ditelingaku kan. I Love you. Tidak pernah kumimpikan


Adrian akan mengatakan itu padaku


Dia membenamkan wajahnya di leher ku, sontak kupeluk lehernya ketika aku merasa ada yang menusuk intiku dibawah sana.


Aku menggigit bibir bawahku. Rasanya masih agak perih seperti semalam.


Perlahan lembut dan kemudian gerakannya cepat dan kasar.


Ini kedua kalinya kami melakukan ini. Tapi kali ini ada yang aneh dengan Adrian.


Dia kali ini lebih banyak diam. Hanya sesekali dia berdesis.


Aku tidak mengerti apa yang terjadi padanya.


Disaat aku merasa akan mencapai puncakku, Adrian tiba-tiba berhenti.


Aku menatap dia dengan kecewa, nafas kami sama-sama memburu.


" Adrian... "


" Maaf " Dia memotong ucapanku dengan cepat. Aku menatapnya bingung sekaligus kecewa.


" Seharusnya aku tidak melakukan ini denganmu, karena wanita yang ada dipikiran ku sekarang ini, bukan kamu.


Maafkan aku Zyona "


Aku menatap Adrian tidak percaya. Harga diriku seperti tercoreng.


Kenapa dia harus mengatakan hal seperti ini padaku.


Kenapa dia tidak diam saja. Dengan dia diam,

__ADS_1


minimal aku tidak akan sesakit ini.


Rasanya sangat malu. Dia meniduriku tapi pikirannya ke wanita lain. Aku langsung bisa menerka kalau wanita itu pasti Moza.


Beruntung sekali dia bisa mendapat cinta dari Adrian.


Aku sangat iri dan cemburu!


" Maaf, tidurlah, anggap ini tidak pernah terjadi "


" Bagaimana aku bisa menganggap semua ini tidak pernah terjadi kalau keperawanan ku telah kau ambil Sialan! "


Aku berteriak padanya. Aku sangat marah, kupikir dia sudah berubah.


Aku sangat marah sampai ingin menamparnya.


Tapi sekarang tanganku digenggam erat oleh jemarinya yang besar.


Hiks, kau jahat Adrian, Aku memejamkan mataku dan menangis dalam diam.


Aku sangat malu hanya untuk menatap diriku sendiri.


" Ahhhh " Desahku.


Punya Adrian yang masih tegang dan besar ditarik paksa dari intiku. Kudengar langkah kaki mulai menjauh hingga tidak terdengar lagi.


Aku meringkuk kakiku sambil menangis. Dia memanjakan ku membuatku seperti diawang-awang, sekarang dia memberikan penghinaan yang sangat besar seperti ini.


Kenapa kamu sangat kejam Adrian, Kamu manusia paling kejam yang pernah kutemui!


Jendela yang terbuka membuatku melihat langit malam diluar sana. Langit terlihat sangat gelap dan mendung. Sesekali terlihat kilap petir diatas sana.


Kelambu kamarku berkelebatan ditiup angin malam. Aku meringkuk dengan tubuh yang masih telanjang diatas tempat tidur ku.


Bibirku masih bergetar, tapi air mataku sudah dari tadi mengering dipipi.


Untuk apa kamu pernah baik, tapi akhirnya kamu kembali sekejam ini padaku Adrian


Malam ini benar-benar dingin, angin malam bebas menciumi kulitku yang polos tanpa benang.


Seharusnya aku tidak melakukan ini denganmu, karena wanita yang ada dipikiran ku sekarang ini, bukan kamu


Perkataan Adrian sangat melukai perasaan dan harga diriku. Perlahan aku menutup mataku.


Semoga besok aku bangun tidur, semua ini hanya mimpi


Aku berharap yang terjadi malam ini hanya mimpi buruk saja.


Bersambung


Epilog. Pov Author


Dengan tubuh yang masih telanjang, Adrian duduk dilantai dan bersandar didinding ranjang.


Dia meringkuk kakinya sambil membenamkan wajahnya di atas lututnya.


Maaf Zyona, setelah lama aku melihatmu, membuatku sadar kamu wanita yang baik, bahkan sangat baik.

__ADS_1


Aku tidak ingin membuatmu sebagai pelampiasan nafsuku saja.


Aku sayang kamu.


__ADS_2