Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Membeli BH


__ADS_3

Adrian masuk lagi ke dalam pusat perbelanjaan itu. Melangkah lenggang menuju toko terakhir yang tadi dia kunjungi bersama istrinya.


Sepanjang perjalanan, semua mata melirik padanya. Adrian tidak menghiraukan tatapan memuja orang itu, dia hanya tidak tahan jika Istri kesayangan nya dilirik oleh orang lain.


" Ada yang bisa kami bantu tuan " Sapa dua pegawai toko padanya.


Adrian tampak kebingungan, bagaimana caranya menjelaskan kalau dia kesini ingin membeli BH.


" Emm.. itu.. saya ingin.. " Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Pegawai toko menatapnya bingung, tapi menikmatinya juga si... habisnya mas nya ganteng banget...


Adrian mengembungkan kedua telapak tangannya di depan dada. Memperagakan wanita yang sedang memakai BH.


Kedua pegawai toko saling menatap, lalu kembali menatap Adrian sambil mangut-mangut.


" Ooo... Tuan ingin membeli bra? "


Tersenyum tipis-tipis.


" I.. iya.. untuk istri saya.. "


Lucu sekali si.... dimana lagi coba, cari suami yang mau membeli BH untuk istrinya. Guman mereka merasa iri.


Adrian memberitahu ukuran yang tadi dikatakan Zyona padanya. Dia duduk menunggu, ketika pegawai toko mencarikan barang yang ia mau.


Tidak berapa lama, pegawai itu kembali, dengan beberapa paper bag.


Menyerahkannya pada Adrian.


Tanpa pikir panjang Adrian langsung membayar belanjaanya dan segera keluar dari tempat itu. Dia merasa sangat malu, apalagi semua pegawai wanita menatapnya sedari tadi. Dia bukannya grogi ditatap orang lain, hanya saja itu loh.. belanjaan nya...


Masnya ganteng banget siii....


Beruntung sekali istrinya yang mempunyai suami sesempurna itu..


Apa istrinya tidak sesak nafas apa, setiap hari melihat wajah tampan seperti itu...


Hiks... aku juga mau dibelikan BH sama mas yang tadi...


Kira-kira begitulah teriakan histeris para pegawai toko di dalam hati mereka. Menjerit gak tahan mengagumi wajah tampan Adrian.


Tinggi, putih, Sempurna!


...


Membuka kunci mobil, masuk ke dalam lalu memberikan paper bag itu pada istrinya. " Itu BH nya, sekarang kita pulang "


Zyona menatap kaget melihat ke dalam paper bag.


Dia beneran beli pesananku. Adrian benar-benar membeli BH ini!?


Zyona menatap wajah suaminya. Pria itu mulai menjalankan mobil membelah jalanan yang semakin ramai.


" Maafin aku ya sayang... "

__ADS_1


Lirih Zyona merasa bersalah.


Adrian menatapnya sebentar " Untuk apa? " Kembali lagi fokus ke jalanan.


Zyona memeluk paper bag nya sambil mengerucutkan bibirnya " Pasti tadi kamu malu banget ya..."


" Malu ataupun tidak, ini lebih baik daripada kamu terus di lirik sama orang lain! "


Zyona kembali berdebar mendengar itu. Seumur-umur dia tidak pernah diperlakukan seperti ini.


Mereka berhenti di lampu merah. Adrian mengambil paper bag yang dipangkuan Zyona, dilemparkan ke kursi belakang.


" Loh kok di tarok di belakang.. " Bingung Zyona.


Adrian tersenyum miring, tatapan matanya membuat Zyona semakin gugup.


" Adrian kamu mau apa!? "


" Sayang kamu mau apa, seharusnya begitu. Kamu harus panggil aku sayang! " Kuduk Zyona semakin meremang menatap mata suaminya. Entah tatapan seperti apa, tapi mampu membuatnya berdebar.


" Sa.. sayang.. ini di tempat umum.. " Suara Zyona terbata ketika tangan nakal Adrian mulai mengelus perutnya.


Zyona keberatan meladeni nafsu nakal suaminya. Pasalnya mereka sedang berada di tempat umum, dan berhenti karena lampu merah.


" Emang kalau di tempat umum kenapa hmm? " Rabaannya naik masuk ke dalam bra, menyentuh benda kenyal disana.


" Ssshh..." Desis Zyona tertahan saat Adrian memilin puncak payudara.


Tentunya Adrian tidak peduli, keinginan nya cuma satu. Memancing istri polos nya sampai minta dipuaskan terlebih dahulu.


" Gak papa sayang, gak kan ada yang lihat " Adrian tersenyum tipis. Kaca mobilnya berwarna hitam, jadi orang dari luar tidak akan bisa melihat aksi Adrian menggoda istri polosnya.


" Tarik ke atas bajumu sayang, cepattt... waktu kita gak banyak.. "


Dengan berat hati, dan pipi merona, Zyona menarik ke atas kaos yang dipakainya. Menampakkan bra babyblue berenda dengan belahan dada yang begitu menggoda.


Melihat Zyona seperti


itu saja sudah mampu membuat milik Adrian memberontak. Menurutnya, istrinya ini benar-benar seksi dan menggairahkan.


Membuatnya gila setiap saat hanya dengan


sekali pandang.


" Turunkan celana dan celana dalammu " Dengan berat hati dan rasa malu Zyona menurutinya.


Kali ini Adrian benar-benar kelewatan nakalnya.


Jantung Adrian berdegup kecang. Istrinya yang biasanya terlihat polos dan sederhana, kini begitu seksi dan menggoda.


Adrian tidak pernah seperti ini, Zyona benar-benar sukses membuat lelaki itu kecanduan.


Adrian menjulurkan tangannya, meraba pangkal pada Zyona. Setelah menaikkan sebelah kaki istrinya ke atas pangkuannya.

__ADS_1


" Aku tahu kau menyukai nya sayang.. "


Zyona tersentak, langsung membuka mata dengan rona pipi yang berwarna merah padam. Ia tersipu.


Adrian tampak sangat tampan saat sedang bergairah. Ia tak pungkiri itu.


" Enggak kok.. " Sanggahnya dengan kedua belah pipi yang merona.


" Oh ya " Mengangkat satu alis, dan wajah yang meragukan. " Kita lihat oke... "


Zyona semakin berdebar dengan perkataan suaminya. Rencana apa yang ingin dilakukan suami nakal nya ini si... Zyona memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya.


Adrian tersenyum gemas. Lihat pipi kemarahannya itu. Kenapa istrinya begitu menggemaskan si..


Adrian sedikit menunduk, membuka lebar paha Zyona. Dan meraup intinya dengan kasar.


Membuat Zyona belingsatan dengan serangan yang tiba-tiba.


Tanpa sadar Zyona menjambak dan mendorong kepala Adrian agar semakin dalam bermain di intinya.


Mendengar Zyona mendesah membuat Adrian semang bukan kepalang.


Sedikit lagi, sedikittt lagi... rencananya akan berhasil..


Bagi seorang Zyona yang pemalu, hal seperti ini sangatlah luar biasa. Tubuhnya terasa ringan. Seperti terbang ke angkasa lepas.


Bahkan kini duduknya tidak lagi tegak. Melainkan punggung yang bersandar di pintu, sebelah kaki di atas pundak Adrian, dan kaki lainnya berada di atas kursi.


Membuka lebar sela*ngkangannya membiarkan Adrian bermain-main disana.


Adrian merasa lidahnya semakin dijepit dengan inti Zyona. Tubuh istrinya itu pun semakin menggelinjang menandakan sebentar lagi ia akan sampai.


Tapi Adrian tidaklah sebaik malaikat. Dia menarik wajahnya begitu saja, berusaha tidak melihat raut wajah terkejut istrinya.


Mengambil tisue dan mengelap wajahnya. Percaya atau tidak, dalam hati Zyona sangat kecewa.


" Rapikan bajumu sayang, sebentar lagi lampunya hijau.. "


Dengan segera Zyona merapikan kembali bajunya. Wajahnya begitu tampak kecewa. Rasanya sangat kurang, ia ingin lebih, bahkan dia belum sempat mendapat pelepasan nya tadi.


Astaga.... ini memalukan!


Hati Zyona begitu kesal. Namun kesenangan melingkupi hati Adrian. Walaupun harus merelakan miliknya tersiksa juga.


Belum saatnya terpuaskan.


Pikirnya.


Ia akan tunggu Zyona yang minta dipuaskan terlebih dahulu, dengan wajah sepolos itu.


Dan itu tidak akan lama lagi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2