Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Drama pagi.


__ADS_3

Pov Adrian.


Zyona langsung tertidur setelah malam panas kami semalam. Aku senang akhirnya dia mau jujur padaku. Tentang apa yang selama ini mengganjal dihatinya.


Ku peluk dia semakin erat, menikmati wajah ayunya yang masih tertidur pulas, dan sesekali bergumam yang anehnya selalu tampak menggemaskan dimataku.


Ternyata begini rasanya, rasa bahagia karena mencintai seseorang tulus dari hati. Kenapa aku bilang begitu? karena itu yang memang sekarang kurasakan pada Zyona.


Dulu aku pikir, tidak akan pernah mencintai wanita lain selain Moza. Ternyata aku keliru, aku yang sekarang ini bahkan mencintai Zyona dengan begitu dalam. Dan aku tidak pernah menyangka akan mencintainya sedalam ini.


Aku dulu berpacaran dengan Moza jujur hanya karena wajah dan fisiknya yang menggoda. Aku fikir aku mencintainya dengan tulus. Tapi ternyata hanya nafsu dan perasaan sesaat. Tapi entah gimana cara menjelaskan perasaanku pada Zyona sekarang ini, aku tidak ingin melihatnya menangis, aku tidak ingin melihatnya kesakitan. Aku hanya ingin senyumnya untukku, dan perasaan takut kehilangan yang begitu besar.


Mungkin ini terdengar seperti gombalan receh. Tapi aku tidak berbohong, aku tidak sanggup kehilangan istriku ini!


Zyona menggeliat didalam dekapanku. Dan itu terlihat sangat menggemaskan ketika bibir ranumnya bergumam-gumam kecil. Membuatku tidak tahan ingin segera menggigit bibir yang selalu menjadi canduku itu.


"Rian aku mencintaimu.. "


...


Pov Author.


Sssssssssrrrrrrrrrrrr.............


Darah Adrian berdesir panas mendengar kata-kata yang diucapkan Zyona saat ia mengigau. Tanpa aba-aba, Adrian menabrakkan bibirnya ke bibir Zyona. ********** secara bergantian, bibir atas kemudian bibir bawah gadis itu.

__ADS_1


"Eemmggh!" Lenguh Zyona merasa ada yang mengganggu tidurnya. Dia membuka mata dan mengerjap beberapa kali. Silau dengan cahaya lampu.


Zyona melirik pada suaminya yang kini sedang tersenyum hangat padanya. "Pagi sayang" Cup, satu lagi kecupan hangat dibibirnya.


Zyona memeluk Adrian, menyembunyikan wajah tomatnya dibalik dada suaminya. "Yang semalam maaf ya"


"Kenapa? Kok kamu yang minta maaf? " Tanya Adrian balik.


"Sikap egois ku semalam, aku marah-marah gak jelas ke kamu" Adrian tersenyum tipis memperhatikan raut wajah istrinya yang berubah-ubah. Kadang merona, kadang tampak sedang berfikir, kadang juga gugup. Dan semua itu terlihat lucu dimata Adrian.


"Kamu boleh cari Moza, selesaikan masalah kalian" Mereka saling bertatapan lama. Entah siapa yang memulai lebih dulu. Tatapan Adrian begitu hangat dan teduh. Membuat Zyona semakin gugup sendiri dibuatnya.


"Nanti kalau aku diculik Moza gimana? Emang kamu ikhlas" Ucap Adrian sambil terkekeh, sengaja menggoda istrinya.


"Nggak akan, siapa juga yang mau nyulik kamu, kamu kan makannya banyak" Adrian semakin terkekeh mendengar itu "Hei-hei, pemfitnahan loh itu" Mencubit gemas hidung istrinya "Dengar ya bawel, aku cuman doyan makan masakanmu dan makan kamunya"


"Haha" Semakin erat memeluk istrinya.


Mereka berdua diam, menikmati kebersamaan sambil saling memeluk. "Aku ngerti posisimu, masih ada masalah yang belum kamu selesaikan dengan dia," Zyona terdiam sebentar, menarik napasnya dalam dan dihembuskan pelan "Cari dia Adrian, selesaikan masalah kalian"


Adrian diam, tapi dia tersenyum menatap wajah istrinya. Setelah lama berfikir, dia akhirnya berbicara "Emang kamu percaya sama aku? Kamu gak takut kalo misal aku balikan sama dia" Sengaja bertanya karena ingin melihat reaksi seperti apa yang diberikan istrinya.


Zyona menggeleng pelan "Aku gak takut, aku percaya sama kamu, aku percaya sama pernikahan kita"


Zyona menatap mata suaminya, Satu hal yang tidak pernah Adrian nyangka. Zyona mencium bibirnya cepat, lalu menyembunyikan diri dibalik selimut tebal. Astaga astaga.. malu sekali rasanya, bagaimana bisa aku yang menciumnya duluan!

__ADS_1


Sedangkan Adrian, dia masih diam mematung. Terhipnotis lebih tepatnya! Wajahnya sangat terkejut, otaknya buntu, tidak dapat berfikir jernih setelah mendapat ciuman Zyona secara tiba-tiba.


Satu menit


Tiga menit


Lima menit


Adrian mulai tersadar. Seumur-umur belum ada yang pernah membuatnya salah tingkah sampai diam membeku seperti tadi.


Zyona, hanya Zyona yang mampu.


Setelah ini, jangan harap gadis itu akan lepas dengan mudah. Adrian menyibak selimut yang dipakai Zyona, Dan mulai menindihinya.


"Rian, kamu mau apa!?" Terpekik kaget. Lelaki itu menyeringai licik


"Sayang, kamu mau apa, seharusnya kamu bilang begitu, kan janji panggil aku 'sayang'."


Dan kalian tau dengan jelas, apa yang selanjutnya akan terjadi kan?


Hemm.. sudah pasti hari Adrian akan sangat menyenangkan hari ini. Dia akan semakin semangat dalam bekerja, tidak seperti hari-hari sebelumnya.


Bersambung.


Epilog.

__ADS_1


"Akgghh!" Tubuh Zyona bergetar hebat. Ini adalah pelepasannya. Yang entah sudah keberapa kali. "Sa.. yangghh cukup. Aku gak kuatthh" Suaranya putus-putus. Belum sepenuhnya tersadar dari klimaks yang hebat dari, tapi Adrian masih belum berhenti menusuk inti istrinya itu dengan brutal, dan semakin cepat. Mengejar kepuasan bersama.


"Salah sendiri, kenapa kamu bisa semenggemaskan ini. Kamu bikin aku candu tau gak!"


__ADS_2