Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Salahku dimana coba?


__ADS_3

Jika semua manusia dapat saling memahami, maka tidak ada lagi dendam dan kecewa


~Asih sunkar


...♥♥...


Aggh! Kenapa dia sangat sulit dipahami si. Gak tau-tau langsung marah, ngambek, menjauh, trus nanti nangis sendiri.


Apa si, susahnya cerita sama aku, biar aku juga tau salahnya dimana.


Adrian menghela napasnya pasrah. Hampir limabelas menit dia berdiri dan mengetuk pintu kamar Zyona yang dikunci dari dalam.


Tapi gadis itu tidak menunjukkan batang hidungnya sedikitpun.


" Zy, kamu kenapa si, hey, Zyona " Adrian menempelkan kupingnya dipermukaan pintu kamar Zyona yang tertutup rapat.


Hening, tidak ada sahutan dari dalam.


" Zyona, hey..kamu keluar dong, kamu kenapa si. Kamu marah karna tadi aku peluk, iya?


Kamu marah karna tadi aku cium?


Iya deh, lain kali aku gak gitu lagi


Zyona..... jangan diam aja dong"


" Kita jemput koper kamu yuk, sekalian kita belanja, anggap aja kencan, Hehe.


Zyonaaaaa.... woy, jangan diemin aku gini, ngomong apa kek.


Aku berasa ngomong sama pintu tau gak"


" Kalau kamu gak keluar pintunya aku dobrak nih! " Nada suaranya terdengar kesal.


Tapi itupun tidak ada sahutan dari dalam.


" Aaggh! Terserah, kamu gak tau-tau langsung marah, bukannya ngomong baik-baik sama aku malah marah gak jelas! "


Lelaki itu mengacak rambutnya kesal. Dia akui, baru kali ini dia ngemis sampai segitunya pada wanita.


Bahkan baru ini Adrian sampai rela-rela membujuk wanita yang marah padanya.


Adrian mendengus sebal sambil berjalan cepat menaiki tangga menuju lantai dua. Masuk kembali kedalam ruang kerjanya.


" Argggh! Salahku dimana coba?! kenapa dia sangat sulit dipahami!!!"


Adrian menjatuhkan tubuhnya dengan kasar keatas sofa.


Menaikkan satu kakinya keatas kaki yang lainnya.

__ADS_1


Apa akhir-akhir ini hanya aku yang menganggap hubungan kami membaik, dan dia tidak mengharapkan itu sama sekali?!


Aku sudah sangat perhatian padanya. Aku menjaganya bahkan memperlakukan nya dengan sangat lembut.


Tapi kenapa dia selalu sulit dimengerti si.


Gadis seperti apa Zyona itu, dia sangat sulit dipahami. Sangat sulit mengetahui isi hati dan keinginannya. Adrian menyandarkan kepalanya kesandaran sofa.


Menatap pada langit-langit ruangan sambil memijat pelipisnya.


Setiap aku mau mesra-mesraan sama dia selalu aja dia mengeluarkan perkataan yang tidak ku mengerti maksudnya.


Jangan baik padaku, nanti jika kamu berubah lagi, itu hanya akan membuat ku tambah sakit.


Adrian jadi teringat dengan perkataan Zyona tadi.


Bahkan sampai keningnya berkerut, dia tidak dapat mengurai benang kusut dari perkataan Zyona itu.


Kenapa dia bilang gitu, apa salahnya aku baik dan lembut padanya.


Ahh, apa dia memang tidak mengharapkan pernikahan ini lagi.


Apa memang begitu...


Adrian memejamkan matanya. Mencerna semua perkataan Zyona yang sampai sekarang belum diterima oleh akal pikirannya.


Berbicara dan mengoceh sendiri


" Berkali-kali aku mencoba memahami dan mendekatkan diri padamu, dan berkali-kali itu juga aku merasa kamu menjauh "


Adrian membuka matanya sambil mengangkat wajahnya, memandang lurus kedepan. kearah meja kerjanya.


Dia melihat kearah situ dan langsung disusul dengan rasa terkejutnya.


" Astaga Tuhan ku.... " Adrian berdiri sambil menepuk jidatnya.


Merasa geram sendiri dengan dirinya.


" Aihhh, ini toh yang bikin Zyona ku marah " Berjalan cepat kearah meja kerja itu.


Sambil menggoyang-goyangkan jari telunjuknya menunjuk pada benda itu


" Ini ternyata biang kerok nya! " Mengumpat seraya menurunkan bingkai fotonya dengan Moza yang terpajang didinding.


" Haisss..." Menghela napasnya sambil meletakkan foto itu diatas meja kerjanya.


Sebentar terdiam, matanya fokus pada wajah Moza yang ada difoto itu.


Walau hanya dari perantara foto, tapi kecantikan gadis itu begitu nyata.

__ADS_1


Adrian menghela napasnya pelan. Setitik rindu kembali menjalar dihatinya.


Kuat dia mencoba meredam perasaan itu, tapi untuk melupakan kasih yang terjalin selama lima tahun itu sangat sulit.


Tidak! Jangan lagi. Aku tidak pernah memaksa wanita untuk terus bersama ku. Dia yang pergi secara tidak bertanggung jawab. Itu pilihannya, dan aku pasti bisa melupakan dia.


Adrian menurunkan semua fotonya bersama Moza yang terpajang diruangan kerjanya dan didalam kamarnya. Dan


menaruhnya digudang.


Tidak sampai disitu, dia juga menghapus semua foto Moza yang tersimpan digaleri HP nya.


Sempat terfikir untuk memasukkan nomor ponsel Moza kedalam daftar hitam, dan memblokir semua akun media sosial nya.


Tapi untuk yang itu Adrian masih belum bisa. Dia belum mampu membuang semua kenangan mereka.


Lima tahun mereka menjalaninya, dan dengan sekejap semua kenangan itu hancur berkeping.


Karena dia yang tiba-tiba menghilang. Dimana dan entah bagaimana kabarnya yang sebenarnya, semua masih gelap, belum ada kejelasan.


Apa benar Moza memang menghilang karena menikah dengan orang lain?


Entahlah... Semua pasti terkuak sendiri disaat yang tepat.


Adrian mengotak-atik ponselnya dan menelepon seseorang.


" Tia, kirim petugas desain interior kerumah, aku ingin mengganti gaya kamarku" Kata Adrian pada sekretarisnya dari Sebrang telepon


" Baik pak" Respon dari sana


" Dan cucikan juga foto pernikahan ku dengan Zyona, dibingkai dengan bingkai terbaik "


" Baik pak"


" Aku mau semuanya selesai sebelum sore, mengerti? "


" Baik pak, akan saya laksanakan " Respon patuh dari sekretarisnya.


Adrian menutup sambungan teleponnya. Lalu dia memandang pada setiap sudut kamarnya.


Oke, hari ini kamar ini akan berubah menjadi kamar pengantin.


Belum terlambat kan, aku belum terlambat kan Zyona. Maaf dulu aku sempat menyia-nyiakan mu, tapi sekarang aku akan menggunakan semua momen yang ada untuk mendapatkan kembali hatimu


Aku akan berusaha Zyona, untuk menjadi yang terbaik bagimu.


Aku butuh waktu untuk melupakan Moza dan untuk memahami dirimu, jadi tunggu aku ya istriku...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2