
Dia pasti marah. Dan sekarang air mandiku juga tidak disiapkan.
Adrian menyiapkan air mandinya sendiri.
Setelah menyegarkan badan, dan berganti pakaian.
Adrian ke dapur dan menggoreng telur mata sapi.
Untuk sarapannya pagi ini.
Dia marah sampai segitunya. Sampai sarapanku juga tidak dibuatkan.
Rasanya aku seperti duda saja.
Adrian membawa sarapan dan kopinya ke meja makan.
Masak sendiri, makan juga sendiri.
Dari dia bangun tidur, Zyona sudah tidak terlihat lagi di rumah.
Terbesit sedikit kekosongan di hati Adrian.
Apa itu karena Zyona yang seakan menjauhinya.
Gadangga company
Adrian duduk di sofa didalam ruangannya.
Wajahnya garang dan tidak bersahabat.
Kesal dengan jejak orang yang baru keluar dari ruangannya tadi.
Sudah dari pagi mood nya sangat buruk, diperusahaan juga selalu saja ada yang memancing kemarahan nya.
" Buatkan aku kopi! " Titah Adrian pada sekretarisnya
" Baik Pak " Wanita itu pun segera menjalankan perintah Adrian. Dia sangat hapal dengan watak lelaki itu.
Takut jika kena semprot kemerahan Adrian, dia bergegas membuatkan lelaki itu secangkir kopi.
Adrian menyandarkan kepalanya ke sofa.
Sambil memijat pelipisnya.
Dari pagi dia tidak ada melihat istrinya itu.
Dan entah mengapa seperti ada yang mengganjal dihatinya.
Rasanya seperti ada yang kurang gitu.
" Arrggh! Bisa gila aku! " Adrian menggoyang-goyangkan tangannya ke atas memukul diudara.
Adrian mengeluarkan ponselnya, dan mengetikkan pesan pada seseorang.
Adrian Gadangga
Dimana?
Tring
Pesan terkirim.
Adrian melotot tidak percaya dengan apa yang diperbuat nya barusan.
Apa-apaan ini, kenapa aku mengirim pesan seperti ini padanya!
Belum sempat dibaca oleh sipenerima pesan, dengan cepat Adrian menghapus pesan itu.
Dia melemparkan ponselnya ke atas meja.
Tidak percaya dengan perbuatan nya tadi.
Bisa-bisanya aku mengirim pesan padanya seperti itu. Aiss, Bodoh Bodoh Bodoh....
Tia meletakkan secangkir kopi di meja depan Adrian.
" Pak, ini kopi anda "
"Apa! apa aku pernah minum kopi dijam segini hah! Apa kau mulai pikun Tia! " Marah dan melotot pada sekretarisnya
Hiks, Pak Rian kenapa si. Dari tadi pagi kerjanya marah mulu....
...
Siang pun tiba.
Adrian ada janji rapat dengan clien di restoran dekat kantornya.
Tia, sekretarisnya duduk di sampingnya. Dua orang pria berjas adalah clien dari Singapura, duduk di depan mereka.
" Jadi bagaimana pak, apakah bapak menerima tawaran kami? " Dengan bahasa inggris pria bermata biru itu mengutarakan maksud nya pada Adrian.
Adrian sedang membaca proposal yang diberi clien nya itu. Tanpa sengaja matanya menuju pintu masuk. Dia terkejut siapa yang datang.
Adrian meremas proposal itu dengan marah.
Ada nyala api dimatanya. Giginya mengerat, rahangnya mengeras.
Tia, dan dua pria bule itu saling menatap. Apa yang terjadi, kenapa Direktur mu terlihat sangat marah? Kira-kira begitulah arti tatapan pria bule kepada Tia.
Tia menggeleng pelan seakan berkata Mana kutau, dia dari pagi memang seperti itu.
Gak tau-tau kumat. Gak tau-tau marah.
Adrian terus mengamati dari tempat duduknya.
Berselang tiga meja. Terlihat Zyona dan seorang pria asing duduk di meja dekat jendela.
Dia menarik kursi, mempersilahkan Zyona duduk.
__ADS_1
Adrian mengeraskan rahangnya. Lupa dengan cliennya, lupa dimana dia sekarang ini.
" Brengsek! "
Tia melotot tidak percaya menatap Adrian. Lalu matanya beralih menatap pria bule itu. Mereka terlihat bingung, sudah pasti mereka tidak mengerti dengan apa yang dibilang Adrian tadi.
" Um, Pak Adrian " Tia menepuk pelan lengan Adrian.
Adrian menoleh. Tersadar, dan langsung berdehem
" Ekhem, sampai dimana tadi? " Katanya, tapi matanya tidak lepas dari meja dekat jendela itu.
" Begini pak, Jadi bagaimana, apakah bapak menerima tawaran kami? " Kata pria bule.
" Setelah saya pertim.... " Adrian diam. Tidak meneruskan kalimatnya.
Lagi-lagi membuat Clien dan sekretarisnya kebingungan.
Ketika melihat Pria asing mengelap sisa saus dibibir Zyona. Entah mengapa itu membuat Adrian resah.
Dia menggebrak meja dengan kuat.
" Sialan! " Umpatnya dengan suara yang kuat.
Semua orang sontak melihat ke arah meja Adrian. Zyona dan pria asing itu juga ikut melihat.
Mata mereka bertemu. Adrian menatapnya tajam.
Zyona langsung memutus tatapan mereka. Memandang keluar jendela, seolah tidak melihat atau mendengar apa-apa.
Tia dan dua Clien itu sangat kebingungan. Tangan mereka basah dengan Keringat dingin.
Memberi tatapan cemas satu sama lain.
Apa kita membuat masalah. Kira-kira itu lah arti tatapan dua pria itu.
" Pak Adrian " Ucap Tia pelan.
Adrian diam, jemarinya masih terkepal dengan kuat.
Api dimatanya masih belum padam.
Adrian mengatur napasnya.
Mengambil alih kendali dirinya.
" Maaf " Menatap pada dua Clien itu.
" Lanjutkan " Katanya lagi.
Lihat saja Zyona. Kau tidak akan lepas saat dirumah nanti.
...~♥~...
Zyona duduk di kursi plastik, tempat penjual ek koteng pinggir jalan.
Bermain HP sambil menikmati es yang sangat manis itu.
Dia belum membaca pesan itu.
Tapi pesannya muncul di layar pintasan atas HP nya.
Mata Zyona melotot sambil menyeruput es saat melihat siapa pengirimnya.
Adrian Jahat Sedunia
Dimana?
Aku gak salah baca kan? Zyona mengucek matanya. Langsung membuka WA
Tapi kok...
Adrian Jahat Sedunia
🚫****Pesan ini telah dihapus
Apaan si. Gak jelas banget.
Dengan kesal Zyona memasukkan HP nya kedalam tas.
Tanpa ia sadari, ada orang dari belakang. Merampas tas Zyona dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
"Is, rampoookkkkkk! " Zyona berteriak dan reflek berlari cepat. Sampai lupa membayar es koteng nya.
Tidak terkejar, rampok itu keburu menjauh.
Tidak ada satupun yang menolong, hingga akhirnya Zyona terkjatuh di pinggir jalan.
" Akh Sial! " Bugh Satu tumbukan di jalan.
Kesal. Barang berharga semua di tas itu.
Dompet, KTP, HP. Kenapa aku sesial ini si....
Ada sepasang sepatu berhenti didepan Zyona.
Zyona mendongak ke atas menatap siapa orang itu.
Seorang pria asing bertopi. Zyona tidak kenal siapa dia.
Reflek berdiri dan mundur dua langkah kebelakang.
Pria itu tersenyum ramah padanya sambil menyodorkan sesuatu.
Aura wajah Zyona langsung berubah melihat benda apa itu.
" Ini tas kamu kan? " Tanyanya dengan suara ramah.
" Eh, iya " Zyona menerima tasnya kembali
__ADS_1
" Terimakasih " Katanya
Ini ya gadis yang dimaksud itu. Cantik juga, tapi kenapa aku disuruh untuk manas-manasin suaminya.
Pria asing itu menilai penampilan Zyona dari atas ke bawah.
Zyona yang menyadari itu merasa tidak nyaman.
" Hey, menatapi orang yang baru ditemui itu tidak sopan! " Tegas Zyona
Pria itu tersenyum
" Maaf " Katanya
" Pertolongan ku ini gak gratis " Katanya lagi, membuat Zyona kebingungan
Dia berfikir, lalu akhirnya dia mengerti maksud lelaki itu.
" Oh, " Katanya sambil merogoh isi tasnya
" Ehh eh eh, bukan...Emang tampang kayak aku terlihat kurang uang apa" Pede, sambil menaik turunkan alisnya.
Zyona menatap aneh pria asing itu.
Ini orang aneh dari mana si.
" Aku gak butuh uangmu, aku hanya mau kamu menemani ku makan siang hari ini" Katanya sambil tersenyum
Gila apa, kenal juga kagak! Batin Zyona ngeri. Dia mundur waspada kebelakang
" Aku bukan orang aneh, hanya sekali makan siang, hutangmu akan lunas" Katanya
" Gak mau, aku gak kenal sama kamu! " Kata Zyona
Orang itu menjulurkan tangannya
" Aku Rio "
" Rio siapa, aku gak kenal kamu "
" Rio Bayangkara "
" Itu juga aku gak kenal" Zyona menggeleng cepat
" Aku gak mau tau kamu kenal atau enggak, yang aku mau kamu makan siang sama aku hari ini, itu aja"
"Ih, kamu kok maksa! "
"Ini hutangmu, dan hutang harus dibayar! "
" Aku gak bisa"
" Aku gak peduli" Acuhnya " Sini " Menjulurkan tangannya
" Hah? "
" Hanphone mu"
Zyona mengerutkan keningnya
" Untuk apa? "
" Jangan banyak tanya"
" Jangan diambil dong, cicilannya belum lunas"
" Aku bukan maling"
" Trus? "
Rio berdecak " Jangan banyak tanya! "
" Kamu maksa banget sih! "
" Aku bilang sini! " Melotot
" Iya iya " Zyona menyerahkan ponselnya pada Rio
Rio segera menyimpan nomor Zyona. Lalu dia menyerahkan ponsel itu kembali pada Zyona.
Rio melangkah maju dan mendekatkan wajahnya
" Mulai sekarang, kamu wajib balas setiap pesan dari aku!"
" Untuk apa, memang kamu presiden! "
" Jangan banyak tanya! "
" Hak aku dong, mau balas atau enggak! "
" Aku gak mau tau"
" Kamu itu nyebelin! "
" Emang! "
Zyona menghembuskan napasnya kasar " Terserah kamu lah! "
" Dari awal memang terserah aku! " Balas Rio seenaknya. " Sekarang, kamu lunasi hutang makan siang mu dengan ku! "
Rio menangkap tangan Zyona. Dan langsung menariknya. Masa bodoh dengan penolakan gadis itu.
Cewek aneh dan menyebalkan!
Kalau bukan dengan bayaran yang besar, malas sekali aku manas-manasin suami gadis berisik ini!
TBC...
[Maaf lama ya we, dari pagi disini mati lampu, jadi gak ada jaringan 😅]
__ADS_1
Jan lupa like rate dan komen... vote juga