Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Berdebar


__ADS_3

Zyona berlari kedalam kamarnya dengan wajah yang bersemu merah.


Sumpah ini sangat memalukan. Bagaimana ini, dia sudah tidak punya muka untuk berhadapan dengan Adrian!


"Prff , Hahaha.....Zyona, kenapa lari? Kembali dan tatap aku... " Ledek Adrian sambil mengetuk pintu kamar Zyona


"Tinggalin aku... Aku mau sendiri Rian... " Suara Zyona menggema didalam kamar. Dia terlalu malu hanya untuk menatap mata suaminya itu


"Kamu sangat ingin kucium ya? Sehingga kebawa mimpi segala"


"Rian, jangan mulai! Aku bilang tinggalin aku sendiri...."


"Keluar atau kuhancurkan pintu ini! " Marah, dan mulai tidak sabaran.


Pintu terbuka, Zyona keluar dengan wajah tomat yang tertunduk. Adrian memperhatikan detail setiap ekspresi wajah Zyona. Dia tersenyum tipis menatap sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.


"Ceritakan padaku soal mimpi mu itu " Ujar Adrian sambil mencubit gemas hidung Zyona.

__ADS_1


"Awh Awhhh... Sakittt! " Zyona meringis sambil memegang hidungnya. Memajukan bibir bawahnya sambil menatap kesal pada Adrian


Adrian semakin menyeringai melihat wajah kesal Zyona. Seperti mendapat asupan vitamin untuk lebih giat Menjahili istrinya yang sangat menggemaskan ini.


Tanpa aba-aba Adrian mendorong pelan bahu Zyona hingga terbentur ke dinding. Dia menghujam manik mata Zyona dengan lekat. Kedua tangan kekarnya mengunci pergerakan Zyona. Membuat Zyona yang gugup menjadi semakin gugup saja. Degupan jantungnya terasa aneh. Hatinya memanas. Seperti ada jutaan kupu-kupu yang menari menggelitik di sekujur tubuhnya.


"A...Adrian... " Zyona menelan salivanya ketika jarak wajahnya dan wajah Adrian hanya berkisar beberapa centi meter saja. Kalaulah misalnya Zyona bergerak sedikit saja. Sudah pasti bibir mereka akan bertabrakan.


Zyona menahan nafasnya. Otaknya buntu. Tidak ada apapun yang bisa dia pikirkan saat ini. Saat ini Zyona hanya...


Grogi!


"Dimimpi mu, siapa yang duluan mencium. Aku, atau kau? " Adrian semakin gincar menggoda Zyona. Apalagi melihat wajah Zyona yang sudah seperti kepiting rebus. Membuat Adrian tidak tahan. Kau itu sangat menggemaskan Zyona!


"M.. Menjauh!" Suaranya terbata dan nafasnya tersengkal. Sekuat tenaga Zyona mendorong dada Adrian. Tentunya itu tidak berpengaruh apa-apa pada Adrian. Tenaganya jauh lebih besar dari Zyona.


"Dan, bagaimana gaya kita ciuman dimimpi mu itu Zyona? " Bisik Adrian di telinga Zyona. Zyona semakin berdegup dan tersentak ketika suaminya itu usil menjilat daun telinganya

__ADS_1


"Me...Menjauh Adrian! " Zyona semakin kelimpungan dengan degupan jantungnya yang serasa hampir meledak sankin gugupnya


Adrian tersenyum jahil. "Temani aku nonton bola! " Ujarnya. Menyapu bibir Zyona dengan jarinya dan melangkah santai menuju lantai satu ke arah ruang tengah.


Dia meninggalkan Zyona dengan degupan jantung dan desiran yang begitu nyata didalam hatinya. Ahh, apakah ini pertanda?


Zyona tersungkur lemas ke lantai. Dia menatap punggung Adrian yang mulai menjauh dengan langkah yang ringan.


Bedebah! Setelah membuat orang jantungan sekarang dia malah pergi begitu saja dengan santainya?!


Zyona menggigit bibir bawahnya. Merasa malu dengan dirinya sendiri. Dia pun beranjak dan menuruni tangga, menyusul Adrian ke ruang tengah.


Bukan, bukan karena Zyona suka. Tapi dia hanya tidak ingin membuat kemarahan Adrian meluap. Karena dia tahu, bagaimana suaminya itu sangat mengerikan jika sedang marah.


TBC...


LIKE RATE DAN VOTE JUGA YA KAK

__ADS_1


TULISKAN PERASAAN MU MEMBACA PART INI DI KOLOM KOMENTAR YA


__ADS_2