Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Menggoda


__ADS_3

Adrian pov.


Semenjak aku duduk di meja makan, Zyona tidak mau menatapku.


Dan lihat pipinya, bagaimana bisa semenggemaskan itu!


Bersemu kemerahan seperti tomat.


Aku sengaja tidak memakaikan dalaman pada Zyona semalam. Dan lihat payudara nya yang terlihat sangat menantang itu. Dengan puncak payudara yang nampak menonjol dari balik piyama tipis yang dipakainya. Sialan, Silap-silap aku bisa melahapnya!


Dia pasti sangat grogi waktu di kamar tadi, sampai-sampai langsung lari tanpa sempat mengganti pakaiannya.


Haha, tidak masalah si bagiku, karena suatu kesenangan bagiku melihat Zyona seseksi ini.


" Kamu sakit? " Aku sengaja menanyakan itu, untuk menggodanya. menyenangkan melihatnya bersemu seperti itu.


" E.. enggak " Jawabnya gugup, masih tidak mau menatap mataku.


" Trus kenapa pipinya merah begitu? " Zyona langsung tersedak air putih yang diminumnya. Aku langsung tersenyum geli melihat itu.


Aku beranjak dari tempat dudukku. Menarik tangan Zyona untuk berdiri, dan menyuruhnya duduk di pangkuanku. Awalnya dia menolak, tapi akhirnya dia menurut setelah perdebatan kecil kami.


Aku merasa betapa kenyal dan lembutnya pant*at Zyona saat menyentuh pahaku.


Sial, kenapa pikiranku selalu mesum si jika bersangkutan dengan Zyona!


" Habiskan makananmu, sayang.. "

__ADS_1


Aku memeluk Zyona dari belakang. Menempelkan hidungku di lehernya. Aku suka ketika Zyona sontak bergetar sensitif jika aku menggesek-gesekkan hidungku di lehernya.


Sial, aku prihatin pada bokserku yang terasa sesak karena junior ku menegang dengan sempurna.


Bisa saja aku mengajak Zyona bermain saat ini juga. Tapi aku ingin membuatnya yang meminta terlebih dahulu.


Haha, sudah terbayang di otak mesumku, bagaimana imutnya wajahnya yang meminta untuk dipuaskan dengan wajah sepolos itu.


" Sa.. sayang.. aku duduk di kursiku sendiri ya.." Kata Zyona terbata, dia mencengkram sendok menahan desahan saat aku mengulum daun telinganya.


" Tidak, habiskan makanan mu sayang! " Tekanku sambil menyeringai.


Tidak ada hal yang paling menyenangkan, selain menggoda istri polosku ini.


Zyona mulai memasukkan suapan nasi ke dalam mulutnya. Dengan perlahan aku mengelus perut ratanya, menyelipkan tanganku ke dalam piyama tidur yang dipakenya, dan mulai mengelus perutnya dengan sensual membuatnya sontak menggigit sendok menahan desahan.


" Adrian berhenti..." Suaranya serak, tapi terdengar seksi ditelingaku.


Aku mulai menaikkan rabaanku menyentuh dadanya.. Terasa sangat kenyal dan menantang ntuk aku remas.


" Rian jangan! kamu bikin aku gak nyaman.. " Suara Zyona tertahan seperti sedang menahan sesuatu.


Tapi itu justru membuatku tambah semangat dan tidak berhenti untuk menggodanya.


Aku tak berhenti mengulum daun telinga nya, tanganku aktif meremas sensual kedua payudara. Membuat Zyona menggelinjang mendapat dua serangan sekaligus


Zyona melepaskan sendok yang dia pegang, tangannya beralih mencengkram bibir meja makan ketika aku meremas ***********.

__ADS_1


Jika kalian tanya apa aku menyesal dulu pernah mengikat Zyona di kamar mandi, maka jawabannya tidak.


Memang itu salah, tapi bayangan payudara nya yang besar tidak pernah hilang dari pikiranku.


Selama ini aku tak menyangka kalau Zyona punya bentuk tubuh seindah itu, karna dia selalu memakai kaos yang ukurannya besar, membuat bentuk tubuhnya tidak terlalu kelihatan.


" Rian.. ahh! " Senyumku mengembang sempurna ketika desahan Zyona pecah. Begitu nyaring dan menggoda.


Aku semakin bersemangat mengusiknya. Meremas kedua payudara nya dengan dua tanganku.


Dia menggeliat di pangkuanku, tentunya itu membuat jagoanku terusik dan minta segera dimasukin ke lubang kenikmatan istriku yang selalu membuatku rindu.


Tapi tahan Adrian, karna pertempuran sesungguhnya berlangsung nanti malam.


Aku memberhentikan segala aktivitas ku. Dan mendudukkan Zyona lagi di kursinya sebelumnya. " Kenapa?! " Dia memberi tatapan kecewa dan menuntut.


Nada suaranya membuat hatiku bergetar, sungguh aku juga tersiksa. Menahan gejolak gairah yang membuat kepalaku pening dan kelimpungan sendiri.


" Habiskan makanan mu sayang, setelah ini kita belanja bahan dapur, " Itu alasan yang tepat untuk mengajak Zyona keluar rumah.


Bisa gawat jika kami terus berada di rumah. Bisa-bisa rencanaku gagal dan malah aku duluan yang menyosornya.


Haha, tidak tidak! Kali ini aku harus berhasil membuat Zyona meminta terlebih dahulu.


Pengin sekali aku melihat dia terangsang dan meminta aku memuaskannya dengan wajah sepolos itu.


Akhirnya Zyona melanjutkan makannya dengan wajah cemberut. Dia mengerucutkan bibirnya dan sialnya itu terlihat menggemaskan dimataku.

__ADS_1


Tahan Adrian, tahan.... Nanti malam kita akan gigit dia habis-habisan!


Bersambung...


__ADS_2