
Langit yang tinggi jauh diatas sana, terlihat gelap dengan sesekali guntur menggelegar menyeuarakan suaranya.
Percikan petir sesekali memberi warna di langit malam.
Angin berhembus kencang, membawa tetesan air turun membasahi bumi.
Tirai jendela kamar itu terbang berkelebatan. Angin yang membuka jendela itu, tirainya juga basah oleh air hujan.
" Aku tidak membutuhkan mu lagi, pergilah Zyona! "
Zyona tersungkur di lantai berlutut dibawah kaki seorang pria.
" A.. Adrian, kenapa kamu seperti ini, bukankah aku sudah memberikan semuanya padamu, ke.. kenapa sekarang kamu membuangku seperti ini " Berbicara dengan suara yang bergetar, memegang ujung sepatu lelaki itu.
Laki-laki itu tergelak, terbahak dan menyeringai miring.
" Bodoh! " Ucapnya dengan nada yang sangat menyindir
Memicingkan matanya memandang hina pada Zyona " Heh perempuan, tanamkan dalam otak mu yang dangkal itu! " Berjongkok, dan memegang dagu Zyona.
Sangat jelas Zyona melihat pandangan hina dan kebencian dari mata
pria itu
" Bukan berarti aku mau menyentuhmu, itu artinya aku menerima mu sebagai istriku. Ingat ini, Kau itu hanya P. E. N. G. G. A. N. G. G. U"
JDARRRR!
Petir menyambar dengan kuat. Zyona terbangun dengan nafas yang tersengkal.
Semua terlihat gelap, penerangan hanya dari cahaya petir yang menyambar.
Gadis itu memegang dadanya,
nafasnya masih belum pulih.
keringat dingin membasahi setiap lekuk tubuhnya.
Dia baru saja bermimpi buruk. Itu adalah mimpi terburuk yang pernah Zyona alami.
Ketakutan nya akan pernikahan yang belum jelas endingnya gimana, membayang-bayanginya sampai ke alam mimpi.
Ruangan kamar itu sangat gelap, sesekali cahaya petir yang masuk ke dalam kamarnya sebagai penerangan.
__ADS_1
Angin dan hujan masih mengamuk dengan hebatnya diluar sana.
Zyona meraba sekelilingnya, mencari ponsel atau apapun yang bisa digunakan sebagai penerangan.
Karena kegelapan ini semakin mencekiknya dan membuatnya kesulitan bernafas.
Dimana, dimana aku ini. Bukannya aku ada bersama Intan dikos-san nya. Tapi sekarang kenapa aku bisa ada disini. Batinnya merasa takut.
Tiba-tiba pintu terbuka, datang satu sosok laki-laki yang wajahnya tidak terlihat karena gelap.
" Zyona... " Nada suaranya terdengar cemas, lelaki itu naik ke atas ranjang dan langsung memeluk tubuh gadis itu.
Zyona tidak bisa mengeluarkan suaranya. Kegelapan ini sangat mencekiknya membuatnya tidak bisa bernafas. Zyona memeluk erat tubuh pria itu, menenggelamkan wajahnya sekaligus rasa takutnya dengan gelap kedalam pelukan lelaki itu.
Tubuh laki-laki itu sangat dingin dan sejuk. Terasa juga tetesan air berjatuhan dari rambutnya. Sangat segar seperti orang yang baru mandi.
" Ini aku, jangan takut Zy, aku disini " Suara lelaki itu menenangkan Zyona.
Perlahan dia merasa ada yang membaringkannya dan memeluknya dengan sangat erat.
Pelukan yang begitu hangat dan sangat menenangkan.
" Okhok Okhok " Zyona masih kesulitan bernafas. Gelap selalu berhasil membuatnya merasa takut.
Perlahan, kenangan menyeramkan masa lalu mulai naik ke permukaan ingatannya.
" Tenang Zyona, aku disini, kamu aman disini, dirumah kita. " Bisiknya pelan ditelinga Zyona
" Tutup mata kamu, bayangin hal yang bisa membuatmu bahagia dan tenang, lupakan tentang kegelapan ini, dia tidak akan menyakiti mu "
Zyona menutup matanya, mengikuti suara yang terdengar hangat ditelinganya. Hingga perlahan, tanpa sadar dia mulai nyaman dan masuk ke alam mimpi.
Merasa hembusan nafas Zyona mulai teratur, Adrian mensejajarkan wajahnya dengan wajah gadis itu. Menatap teduh pada gadis itu yang wajahnya terlihat remang-remang dikegelapan malam.
" Jangan pernah khawatir dan takut sayang, aku selalu diisi mu " Adrian mengecup lembut kening istrinya. Menempelkan keningnya di kening Zyona.
Mulai merasakan hembusan nafas Zyona yang hangat menerpa wajahnya.
Tidurlah istriku, selama ini kamu mengalami hari yang berat karenaku.
Sudah waktunya kamu bahagia, dan aku harap, orang yang bisa membahagiakan mu itu adalah aku.
Izinkan aku membahagiakan mu sayang.
__ADS_1
...~♥~...
Pagi hari, masih di kamar yang sama seperti tadi malam.
Zyona menggeliat kecil merasakan pelukan tangan berotot dipinggangnya.
Dengan mata yang masih tertutup, dia menggeliat kesana dan kemari, tapi terasa tangan itu semakin erat memeluknya.
Zyona membuka matanya, yang pertama dilihatnya adalah satu sosok laki-laki tampan berbaring di sampingnya.
Mata Zyona melotot melihat kejadian sekarang ini.
Lelaki itu memeluknya erat tanpa busana.
Blus, wajahnya memerah. Panas dan seperti ada ribuan kupu-kupu menggelitik perutnya.
Apa ini, pagi-pagi kenapa aku harus melihat yang ekstrem seperti ini si
" Aaaaaaaa Adrian! kenapa kamu disini DASAR MESUM! " Berteriak pada kalimat terakhirnya.
Adrian sontak terbangun sambil memegang telinganya. Telinganya berngiang dan sangat sakit.
" Zyona kamu apaan si pagi-pagi udah teriak-teriak! " Marah dan menatap kesal pada Zyona
Zyona mundur memberi jarak, meraih selimut yang ada dipinggir ranjang dan ditutupi sampai kedadanya.
" Kamu ngapain disini sih, terus kenapa kamu gak pake baju, dasar mesum! pergi sana, menjauh! " Berbicara sambil menutup muka dengan tangannya.
Sangat malu melihat Adrian tanpa sehelai benang seperti ini.
" Hey perempuan, ingat lah kejadian semalam, waktu lampu mati kamu yang menarikku dan memelukku duluan " Adrian berbicara seenaknya, mengambil handuk yang tergorok di lantai dan dililitkan lagi dipinggangnya.
" Dan satu lagi " Berbicara sambil melihat pada Zyona yang masih menyembunyikan wajahnya. disela-sela jemarinya " Wajar kalau aku mesum pada istri sendiri " itu yang dia katakan. Dia ini memang paling jago memanas-manasi istrinya yang pemalu itu.
Lihat saja wajah Zyona yang sudah merah seperti kepiting rebus.
Wajahnya semakin memanas, hanya bisa berteriak dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya
Perlahan Zyona mengintip dari sela-sela jemarinya, melihat Adrian yang masuk ke dalam kamar mandi.
Kampretttt, lelaki mesum, dia itu memang ingin membunuhku pagi-pagi ya. Aduhhhhh,,,, jantungku rasanya mau meledak. Menarik napasnya panjang sambil memegang dadanya.
Dan juga kenapa aku bisa disini si, bukannya semalam aku di kos-san nya Intan. Kok sekarang malah ada dikamarnya Adrian!
__ADS_1
Berdebat dengan batinnya. Tapi sebelum itu, lebih baik dia keluar dari kamar pria itu sebelum lelaki itu selesai dengan urusannya di dalam kamar mandi.
Bersambung....