Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Merasa bersalah


__ADS_3

Tengah malam, Adrian kembali masuk ke dalam kamarnya.


Dia menemukan Zyona yang sudah tertidur tanpa memakai baju, hanya selimut yang digunakan untuk menutupi tubuhnya.


Adrian duduk di pinggir ranjang. Pelan - pelan dia membuka selimut yang menutupi tubuh Zyona.


Adrian membuka tutup salep, dan dioleskan di tubuh Zyona yang memerah akibat ulahnya.


" Aku tidak bermaksud menyakiti mu. Aku hanya ingin memberi pelajaran Karena kamu tidak mendengarkan perkataan ku.


Kamu tidak tahu Zyona, bagaimana khawatir nya aku saat kamu belum pulang selarut tadi.


Kalau sampai terjadi apa-apa pada mu, aku tidak akan bisa memaafkan diriku"


Gumam Adrian pelan. Berbaring dan masuk ke selimut yang dipakai Zyona.


Ikut tertidur setelah memberikan kecupan hangat dikening istrinya.


...


Esoknya, Zyona bangun, dia tidak melihat Adrian ada disampingnya seperti biasa ia bangun tidur.


Zyona melihat bekas merah ditubuhnya sudah memudar dan tidak perih lagi.


Zyona mandi dan berganti pakaian.


Dia turun ke bawah, mendapati Adrian duduk dimeja makan. Sudah siap dengan setelan jas kantornya.


Terlihat tampan dengan rambut yang disisir rapi.


Juga ditata dengan minyak rambut.


Dimeja makan juga ada makanan yang dipesan Adrian sebelum Zyona bangun tidur.


Saat Zyona duduk dikursinya, Adrian langsung menaruh nasi dan lauk dipiring istrinya.


" Udah baikan " Tanya Adrian penuh perhatian.


" Udah, terimakasih sudah merawatku semalam " Jawab Zyona pelan.


Sebenarnya semalam Zyona bangun saat Adrian mengobati lukanya. Tapi dia pura - pura tidur.


Jelas Zyona juga mendengar perkataan Adrian tadi malam.


Membuatnya merasa sangat bersalah karena tidak menurut dengan kata-kata suaminya.

__ADS_1


" Makanlah, aku sudah memesan makanan untukmu, jadi kamu tidak perlu memasak " Ucap Adrian setelah menghabiskan kopinya.


Saat Adrian berdiri dan beranjak meninggalkan ruangan makan. Zyona ikut berdiri dan mengejar Adrian sampai ke luar.


" Rian, Adrian.. " Panggil Zyona. Adrian berhenti dan menoleh kepadanya.


Sekarang mereka berhadapan, Adrian menunggu apa yang mau dikatakan Zyona, tapi gadis itu malah menunduk.


" Maafkan aku " Ucapnya, sebentar menatap mata Adrian, lalu kembali tertunduk.


Adrian tersenyum gemas melihat Zyona bertingkah seperti ini. Sangat imut dimatanya.


" Gak apa Zyona, aku hanya mengkhawatirkan mu, maafkan juga untuk perbuatan ku semalam " Adrian menenggelamkan Zyona kedalam pelukannya.


Memeluknya erat kemudian mengecup keningnya.



" Kamu mau kerja? " Tanya Adrian melihat Zyona membawa tas kecilnya.


" Iya, boleh ya "


Adrian tersenyum sambil membelai puncak kepala Zyona dengan lembut.


" Boleh, tapi jangan ulangi yang semalam "


Adrian berputar dan duduk di kursi pengemudi.


Menghidupkan mesin mobil dan menjalankan mobilnya menuju tempat kerja Zyona.


" Aku heran kenapa kamu bekerja. Aku yakin uang bulanan yang kuberikan jauh lebih besar dari gajimu bekerja.


Apa sebaiknya kamu di rumah saja Zyona " Ucap Adrian tetap fokus pada jalanan.


Zyona menunduk sambil meremas jemarinya. " Aku suka pekerjaan Ku Adrian. Lagipula aku di rumah kesepian karena tidak ada orang " Jawab Zyona pelan.


" Baik, tapi kamu tidak boleh dekat - dekat dengan pria yang semalam " Ucap Adrian lagi.


Semalam? Maksudnya Arya?


" Arya itu sahabat ku Rian, lagi pula dia sepupuku, mana mungkin aku menjauhinya "


" Sepupu juga ada yang menyukai sesama sepupu nya, pokoknya gak boleh! " Larang Adrian posesif


" Tapi... "

__ADS_1


" Pokoknya jangan Zyona, atau tidak kamu tidak boleh lagi bekerja! " Potong Adrian dengan cepat.


Dia benar-benar tidak bisa dibantah.


Zyona berdecak kesal dan Adrian terdengar menghela napasnya. Sesudah itu tidak ada lagi yang berbicara diantara mereka sampai mereka tiba di tempat kerja Zyona.


Zyona mencium punggung tangan Adrian lalu keluar dari mobil.


Zyona masih disitu menunggu Adrian berangkat ke kantornya.


" Zyona..." Panggil Adrian, dia melihat Zyona dari kaca mobilnya.


" Kalau saja semalam kamu tidak menangis, pasti aku sudah membuat 1256 bayi didalam rahimmu "


Ucap Adrian sambil terkekeh.


Mata Zyona melotot mendengar itu. Wajahnya langsung bersemu merah.


" Ih kamu apaan si Adrian! " Marahnya sambil menahan senyum malu - malu.


" Haha... gitu dong, istriku jangan cemberut, harus senyum terus oke.. " Adrian menatap lekat mata Zyona dengan hangat.


Membuat gadis itu tersenyum manis.


" Hehe, iya, udah sana, nanti kamu terlambat lo "


" Cium dulu " Adrian memanyunkan bibirnya.


Zyona semakin bersemu mendengar itu. Masa sih disini... Dengan malu Zyona memasukkan kepalanya kembali ke dalam mobil melalui kaca mobil yang terbuka.


Adrian langsung tersenyum melihat reaksi Zyona. Dia menutup mata sambil memajukan bibirnya.


Zyona menelan salivanya. Memastikan kalau satpam tidak melihat mereka.


Dengan cepat Zyona menabrakkan bibirnya ke bibir Adrian.


Setelah itu ia menarik kepalanya dan langsung berlari ke gedung tempatnya bekerja.


Malu sekali rasanya. Zyona berlari sambil menutup wajahnya dengan tangannya. Gila, bisa - bisanya aku menciumnya tadi...


Adrian yang ditinggal setelah dicium begitu saja, hanya bisa terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kenapa si, istriku itu sangat menggemaskan....


Nanti malam minta jatah lah...

__ADS_1


Adrian menjalankan mobilnya dengan hati yang sangat berbunga. Hari ini pasti dia sangat semangat dalam menyelesaikan pekerjaan kantornya.


Bersambung...


__ADS_2