Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Datang bulan 3 (Selesai)


__ADS_3

Matahari sudah keluar dengan malu-malu. Tamaran pagi tampak cantik memberi warna jingga kehitaman dilangit pagi.


Zyona masih terbungkus dengan selimut tebal, plus syal yang melilit lehernya. Adrian tak mengizinkan nya sedikitpun turun dari tempat tidur.


Zyona menggeliat ke kanan dan ke kiri. Diam dan tidak melakukan apa-apa seperti ini adalah bukan dirinya.


Bahkan Adrian tak memberi izin Zyona untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya. "Aku aja yang kerjakan semua, kau tiduran saja disini, sampai senggugutan mu berhenti!" Perkataan mutlak yang tidak dapat dibantah.


Zyona akhirnya hanya tiduran, sedangkan suaminya yang sedang mengerjakan pekerjaan rumah.


Dari menyapu, mengepel, masak dan cuci piring. Dia bangun lebih awal pagi ini, supaya pekerjaan rumah tangga bisa selesai, dan dia tidak terlambat ke kantor.


Sekarang masih jam enam lewat tigapuluh menit. Adrian mengumpulkan pakaian kotor, dan membawanya ke ruang cuci.


Zyona berguling-guling di atas tempat tidur. Merasa sangat bosan karena tidak melakukan apa-apa. "Rian hape kamu bunyi nih" Ujar Zyona saat telfon genggam Adrian bergetar di atas meja.

__ADS_1


"Angkat sayang, tangan aku penuh busa detergen nih" Teriak Adrian dari dalam kamar mandi.


Zyona menggeser sedikit tubuhnya, dan meraih ponsel itu. Tertera nama Darrel disana. Menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan.


"Iya Ril? Ada apa?"


"Kakak ipar?" Suaranya tampak terkejut "Kak Rian ada kak?" Lanjutnya


"Ada, lagi mandi" Bohong Zyona. Bisa pingsan dia kalau tau kakak laki-lakinya sekarang sedang nyuci baju hanya karena aku sedang datang bulan. Kan gak lucu.


"Emang ada apa Ril, biar kakak sampaikan nanti sama kakak mu" Balas Zyona.


"Dari siapa Zy?" Tanya Adrian dari dalam kamar mandi.


"Darrel"

__ADS_1


Balas Zyona.


Satu jam berlalu. Adrian selesai dengan cuciannya, dan kini dia juga tampak rapi dan sangat tampan dengan setelan jas kantornya. Berjalan kembali ke kamar, mendapati istri kesayangannya sudah tertidur di ranjang.


Sehabis dipaksa sarapan walau sedikit, dan minum obat penghilang senggugutan, Zyona langsung tertidur karena efek samping obatnya.


Adrian duduk di pinggir ranjang dan membelai-belai wajah istrinya. Ternyata pekerjaan rumah tidak semudah yang terlihat. Selama ini aku sering meremehkannya, tapi ternyata sangatlah capek mengerjakan pekerjaan rumah ini. Apa selama ini Zyona secapek ini mengerjakan pekerjaan rumah ya?


Adrian menunduk sedikit, mencium kening istrinya. Bukan aku yang merawatnya sejak dia kecil, bukan aku yang menyekolahkan nya, ataupun yang menjaganya dari bayi. Tapi dia dengan tulus menyiapkan semua keperluan ku, memasakkan ku masakan yang enak, mencuci pakaian ku dan mencintai ku dengan tulus.


Lalu dengan kurang ajarnya aku selama ini hanya bisa membuat istriku ini menangis.


Betapa brengseknya aku selama ini.


Maafkan aku sayang, aku berjanji tidak akan membiarkan mu menangis lagi. Terimakasih selalu setia berada disisiku, dan menemaniku sampai sekarang. I love you.

__ADS_1


Adrian mengecup lama kening Zyona. Mengalirkan perasaannya yang sebenarnya lewat ciuman itu. Setelah itu dia membenarkan selimut istrinya lalu keluar kamar sambil membawa tas kerjanya. Menutup pintu tanpa suara, supaya tidak mengganggu tidur pulas istrinya.


Bersambung.


__ADS_2