Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Malam panas


__ADS_3

21++


Zyona mendesah kenikmatan didalam pelukan suaminya. Membuat Adrian semakin menegang. Adrian melepaskan pelukannya dan menggantinya dengan ciuman. Walau kaku, Zyona berusaha membalas ciuman suaminya.


Adrian memegang ujung baju istrinya, dan ditariknya ke atas. Ciuman mereka sempat terlepas, tapi kembali tertaut.


" Sekarang giliranku sayang " Bisik Adrian, seketika tubuh Zyona menegang mendengarnya.


Jantung Zyona semakin berdegup kencang ketika Adrian mengeluarkan miliknya yang sudah menengang sempurna. Bahkan sangat tegang.


Zyona terkejut saat Adrian memegang tangannya, dan diarahkan pada miliknya Adrian.


" Puaskan dia sayang.. " Bisik Adrian sedikit menggeram karena Zyona Sudah memegang banda panjang yang kini sangat sensitif oleh sentuhan itu.


Jujur, Zyona sangat malu sekarang ini. Seumur hidup nya baru punya Adrian yang ia pegang. Dan itu membuat jantungnya semakin berdegup kencang.


Adrian menuntun tangan Zyona untuk sedikit bermain di miliknya. Gerakan tangan Zyona sangat kaku. Sankin gugupnya tangannya sampai gemetar dan berkeringat.


" Relax Sayang, kamu gak usah gugup didepan aku.. "


Adrian merebahkan kepalanya dibahu Zyona. Menggeram nikmat sambil menggigit leher Zyona membuat wanita itu mendesah kadang mengaduh.


" Stt, dia udah gak tahan sayang.. " Adrian melepaskan tangan Zyona dari kejantanannya, membuka lebar paha Zyona sampai milik wanita itu yang sudah basah dan berkedut terlihat dengan jelas dan sangat menggoda.


" Rian... " Adrian tidak menghiraukan panggilan istrinya. Zyona melihat apa yang kini sedang dilakukan suaminya. Dia mengurut sebentar kejantanannya, lalu mengarahkan kepala juniornya itu ke lubang kehangatan Zyona.


" Sayang.. gghhmm..."


Zyona mendesah nikmat ketika kejantanan Adrian menggosok-gosok daging lunak yang paling sensitif di tubuh wanita itu.


Cukup lama Adrian melakukannya hingga ia menghentakkan kuat miliknya masuk ke dalam inti Zyona membuat wanita itu terpekik.


" Sayang! "


Zyona menjerit memanggil suaminya. Miliknya terasa sesak dengan kejantanan Adrian yang luar biasa besar menurutnya.


Sedangkan si suami hanya mendesis pelan sambil perlahan memaju-mundurkan pinggulnya.


Zyona mengalungkan tangannya ke leher Adrian.


Matanya tertutup, mulut yang setia mengeluarkan desah-desahan nikmat selaras dengan tusukan milik Adrian ke dalam tubuhnya.

__ADS_1


Cup, Adrian mengecup sekilas bibir Zyona. Tidak tahan dengan wajah imut istrinya jika sedang bergairah seperti sekarang ini.


Adrian melu*mat daun telinga istrinya, dia semakin bergairah mendengar desahan merdu istrinya.


" Ahh.. Adrian! "


" Yup baby, sebut namaku..."


Desahan Zyona membuat Adrian semakin bersemangat. Hentakan Adrian semakin kencang menimbulkan rasa geli bercampur nikmat yang teramat sangat pada tubuh Zyona.


Adrian membenamkan wajahnya di leher istrinya. Gerakannya semakin kencang membuat Zyona mendesah semakin kuat.


Malam ini, hanya desahan nikmat dan suara benturan dua kela*min yang menemani pergulatan mereka.


Hujan di luar sudah reda, tapi pergulatan mereka masih baru dimulai.


Malam semakin larut, tapi malam panas dua pasangan itu baru akan dimulai.


Zyona menumpahkan bobot tubuhnya pada Adrian. Pria itu berhasil membuat istrinya menjerit kuat saat pelepasannya tadi.


" Adrian, cukup, aku sudah lelah.. "


" Salah sendiri, kenapa kamu bisa senikmat ini... "


Dia membawa istrinya masuk ke dalam kamar mereka.


Bukan untuk tidur dan beristirahat, tapi pertempuran sebenarnya baru akan dimulai..


...~♥~...


Besoknya, benar saja, mereka bangun kesiangan. Sehabis pertempuran yang panjang dan sangat menguras tenaga.


Sebenarnya Adrian sudah bangun dari tadi. Tapi dia masih menikmati paginya sambil memeluk istrinya yang sekarang ini tertidur pulas dalam pelukannya.


Beruntung nya aku.. Mempunyai istri secantik Zyona. Bukan hanya wajah, tapi hatinya juga sangat baik.


Dia melupakan semua kesalahanku, dan menerima semua kekuranganku.


Dia rajin , gigih dan bukan gadis yang cengeng.


Adrian semakin mempererat pelukannya. Sangat merasa bersyukur dengan apa yang dimilikinya sekarang ini.

__ADS_1


Dia berjanji tidak akan pernah melepaskan Zyona lagi.


Tidak akan!


Adrian Menciumi puncak kepala wanita yang masih tertidur didalam pelukannya.


" Emmhh..Sayang.. "


Adrian melonggarkan pelukannya. Melihat istrinya yang menggeliat kecil sabil bergumam mengumpulkan nyawa yang masih berlarian.


" Pagi " Sapa Adrian lembut


Zyona mengucek matanya. Mengerjapkannya beberapa kali karena silau dengan cahaya lampu. " Ck, kamu jangan gangguin aku tidur dong.. "


Zyona menarik selimut nya dan kembali memejamkan matanya.


" Tidur lagi? Bangun dong, sayang.. kita sarapan yuk, aku lapar.. "


Adrian mencoel-coel pipi Zyona.


Perutnya terasa sangat dingin karena kelaparan.


Pertempuran mereka tadi malam sangatlah menguras tenaga.


" Kamu gak kerja? " Tanya Zyona dengan mata yang masih tertutup.


" Nggak, kan hari ini hari sabtu.. kamu bangun dong, buatin aku sarapan... laper banget nih. "


" Pesan online aja ya, aku ngantuk banget Adrian.. "


" Kalau gak kita makan di luar aja yuk.. Hei jangan tidur lagi.. "


Ucapan Adrian tidak lagi disahut oleh Zyona. Karena wanita itu sudah kembali tertidur.


Capek banget ya.. yaudah, kamu tiduran aja ya..aku beli sarapan kita dulu..


Adrian mengecup sekilas pipi Zyona. Membenarkan selimut istrinya lalu turun dari ranjang dengan tubuh yang telanjang.


Dia menyambar handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Lima belas menit Adrian mandi, berganti pakaian lalu mengambil kunci motor untuk keluar membeli sarapan mereka.

__ADS_1


Adrian tidak menggunakan mobilnya, dia menggunakan motornya supaya lebih cepat saat di perjalanan.


Bersambung..


__ADS_2