Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Soal penampilan


__ADS_3

Setelah berpakaian, Zyona duduk di depan meja rias.


Dia melihat pantulan dirinya dari kaca, dia pun tersenyum geli.


Wajahku tidak banyak berubah bahkan sejak lulus sma. Yang paling sering muji aku cantik itu pun hanya papa dan mama


Zyona membingkai wajahnya sendiri, sambil terus menatap siluet dirinya. " Itu pasti karena aku anak mereka makanya mereka bilang gitu ya kan... wajah pas-pasan gini mana ada cantik-cantik nya.. "


Zyona pun tersenyum getir.


Mengingat perkataan Adrian tempo lalu yang memujinya cantik.


Dengan cepat Zyona menggelengkan kepalanya.


Pasti mata Adrian siwer deh, atau dia hanya kasihan padaku ya sampai-sampai muji aku cantik segala..


" Ah, Sudahlah! seberapa banyak pun aku berkaca toh wajahku gak akan berubah.. "


Dengan cepat Zyona memakai bedak tabur, dan pelembab bibir tanpa warna. Dia menatap siluet dirinya lagi sebelum pergi menghampiri Adrian.


Di ruang ganti, Zyona melihat Adrian yang berdiri tegap menatap pantulan dirinya dari kaca lemari.


Dengan setelan jas lengkap dan dasi serta rambut pomet yang disisir sangat rapi.


Dia ini niat kencan gak sih?! kenapa kostumnya seperti itu?!


Dengan cepat Zyona menghampiri suaminya dan langsung membuka paksa jas yang dipakai Adrian.


" Hei Hei apa yang kau lakukan ini hah! " Marah Adrian tapi Zyona tidak memperdulikan nya.


" Kau salah kostum Adrian, gak ada sejarahnya orang kencan memakai pakaian formal dan rapi seperti ini "


Dengan cepat Zyona membuka jas dan dasi Adrian. Lelaki itu memang menggerutu, tapi dia tidak menghentikan Zyona yang sibuk mengubah setelan bajunya.

__ADS_1


Zyona juga membuka kemeja Adrian. Membongkar lemari dan mengambil baju kaos lengan panjang yang terlihat sangat simpel tapi cool.


Adrian pun memakainya walau mulutnya menggerutu, tapi dia tidak menolak.


Apa yang salah ya,


Oh! bukan kostumnya yang salah, tapi wajah laki-laki ini yang terlalu mencolok!


Mau dipakaikan daun pisang pun aku yakin Adrian akan tetap terlihat tampan!


Zyona menjinjit sedikit untuk menggapai rambut Adrian. Adrian pun merendahkan sedikit badannya supaya Zyona mudah menggapai rambutnya.


" Apa yang kau lakukan ini sih! " Gerutu Adrian. Tapi dia tidak menghalangi Zyona saat mengubah-ubah rambutnya sesuai keinginan hati gadis itu.


" Diam dulu, apa kamu tidak pernah berkencan hah! mana ada orang kencan berpenampilan seperti mu ini! " Ucap Zyona sambil tetap menyisir rambut Adrian mulai dari ke samping, berubah lagi memakai poni ke depan, dan terakhir dengan gaya cool disisir ke belakang.


" Perfect! " Zyona tersenyum bangga dengan rambut Adrian yang barusan di tatanya.


Adrian menatap kaca, menyisir rambutnya ke belakang dengan sela jari.


" Susah juga ya jadi orang tampan "


Hueek!


sepertinya saat pembagian kadar kepercayaan diri sama Tuhan, laki-laki ini ngantri paling dengan dan nyolong jahat orang satu Rt!


" Sekarang kita pergi, Ayo! " Seru Zyona tidak sabaran. Dia menggandeng tangan Adrian tapi laki-laki itu menghentikannya.


Apaan lagi sih!


" Ada apa Adrian... " Tanya Zyona sambil menahan geram.


Adrian memegang dagu Zyona sambil memperhatikan lekat wajah istrinya.

__ADS_1


Menggoyang-goyangkan ke kanan dan ke kiri, Zyona pun mengikuti Adrian yang menggoyang-goyangkan wajahnya.


" Riasanmu terlalu mencolok Zyona! kau mau menggoda siapa di luar sana hah! "


What! Aku bahkan hanya pake bedak tabur dan pelembab bibir tanpa warna.


Mencolok dari mananya si... bahkan Wajahmu tuh yang bagaikan serbuk berlian!


Ganteng mu gak manusiwi kang Mas


" Aku udah berdandan sesimpel mungkin Adrian.. "


" Simpel bagaimananya! Kau ini terlalu cantik! Memang siapa mau kau goda di luar sana hah! Apa kau punya selingkuhan?! "


Adrian membingkai wajah Zyona dan menatapnya posesif.


" Ambil topi dan masker, kalau gak kencan kita batal! " Ancaman mutlak.


Perkataan Adrian kali ini tidak bisa lagi di tawar.


Dengan kesal Zyona membuka lemarinya dan mengambil topi dan masker dan segera memakainya.


Puas! Puas kau dasar sialan!


" Gini baru aman, memang kau pikir seberapa berharganya orang luar sana sampai berhak melihat dirimu "


Senang Adrian dan mengecup pipi Zyona walau terhalang masker.


Huwaaa...plis deh Rian! Jangan mengucapkan hal yang menjijikkan seperti itu. Aku saja sampai malu pada diriku sendiri saat mendengarnya!


" Ayo pergi "


Adrian menggandeng jemari Zyona dan mereka pun bersama-sama keluar dari rumah...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2