
Selanjutnya kencan ala ala abg selera Zyona. Mereka mendarat di sebuah pasar malam.
Sebenarnya Adrian amat teramat tidak menyukai ini! Kenapa si selera Zyona bisa senorak itu!, pikirnya.
Tapi bahkan dia tidak menolak ketika istrinya itu menyeretnya kesana-kesini.
Haha, dasar Adrian!
Kali ini Mereka terdampar di suatu karnaval,
Yang pastinya ini pun tempat pilihan Zyona.
Zyona mengajak Adrian ke semua tempat yang ingin ia kunjungi.
Taman, akuarium, atau bahkan hanya duduk di halte bus menikmati kendaraan yang lalu lalang.
Sungguh kurang kerjaan!, pikir Adrian waktu itu.
Tapi dia tidak menolak sama sekali, dan mengikuti keinginan gila istrinya..
Zyona mengajak Adrian naik roller coaster. Mereka sudah terjebak pembicara yang panjang di depan locet karcis pembelian.
Untung tadi mereka di antrian paling belakang, dan tidak ada orang lagi dibelakang mereka.
Penjual karcis tampak bingung. Tapi dia menikmati tontonanya.
Habis laki-lakinya ganteng banget si.
Pikirnya untuk menghibur diri.
" Mana ada orang yang menyewa seluruh wahana ini hanya untuk dianaiki berdua! " Zyona mulai kesal.
Mana ada orang yang menghambur hamburkan uang sampai segitunya.
Matanya memandang kesal pada Adrian.
Adrian juga tak kalah, mereka saling beradu tatapan geram.
__ADS_1
" Aku tidak ingin ada yang duduk di belakang mu ataupun didepanmu! " Adrian tidak mau kalah.
" Baiklah, aku hanya akan membeli tujuh tiket, ini sudah kadar toleransi ku yang paling rendah! Jangan membantah lagi! "
Begitu katanya bernegosiasi. Tapi bukan negosiasi si itu, tapi final keputusannya.
Akhirnya Adrian menggunakan uang dan kekuasaan nya.
Mengosongkan tiga baris kursi di depan dan di belakang mereka. Tentunya pakai uang pelicin agar pengunjung yang awalnya duduk di situ, mau meninggalkan tempatnya.
Wahana pun melaju, dan sampai pada ketinggian yang pas, wahana itu meluncur dengan bebasnya.
Diiringi teriakan pengunjung yang menaikinya.
Begitu juga Zyona, sangat menikmati wahana ini.
Bahkan dia sempat memaki Adrian yang Jelas-jelas berada di sampingnya.
Tapi karna teriakan pengunjung lain sangat kuat, makian Zyona tak terdengar sama sekali.
Haha, itu sangat menyenangkan, mereka menaikinya lagi bahkan sampai lima kali.
" Kau puas? " Adrian mengelus rambut panjang Zyona. Kini mereka sudah didalam taxi untuk pulang ke rumah. Karena hari semakin gelap.
" Em, sangat.. " Ucapnya dengan anggukan kepala.
Zyona bersandar di dada suaminya sambil merasakan hangatnya tangan lembut Adrian yang mengelus kepalanya.
Tidak berapa lama mereka sudah kembali ke rumah. Setelah mandi dan berpakaian, Adrian ke ruang kerjanya karena ada pekerjaan yang harus ia urus.
Sedangkan Zyona masih berada di ruang ganti, berdiri dengan perasaan terkejut melihat ke dalam isi lemarinya.
" Dia tidak membeli semuanya kan, semua baju yang kusentuh tadi "
Zyona memeriksa isi lemarinya sekali lagi. Sambil mengingat-ingat semua baju yang ia sentuh waktu dibutik tadi.
Dengan terkejut Zyona terduduk di kursi.
__ADS_1
Melihat tidak percaya pada semua baju yang dibelikan Adrian padanya.
Semua dibeli, tidak ada yang terlewat.
Aaaaa, kalau begini gimana aku gak jatuh cinta padanya cobak!
Hiks, kenapa kau sangat baik dan perhatian padaku si.....
Zyona dibuat goyah karna pemikirannya sendiri. Oleh perhatian yang diberikan Adrian. Bahkan Zyona hampir lupa kalau masih ada satu orang wanita didalam hati laki-laki itu.
Bersambung.
Epilog
Sintia memasuki toko.
" Maaf, baju yang mana saja yang tadi di pegang oleh majikan saya "
Sekretaris Adrian itu bertanya pada pegawai butik.
Mereka saling bertatapan bingung.
Majikan yang mana? Pikir mereka
" Kalau wanita yang disamping laki-laki ini? " Tia menyodorkan hpnya. Menunjukkan wajah Adrian.
" Ooooo, tuan yang tampan tadi.. " Ucap mereka serempak yang langsung mengingat semuanya.
Bahkan semua barang yang tadi disentuh oleh Zyona.
Cih, apa perlu sampai segininya apa! Kenapa pula aku juga terlibat dan ikutan repot karena kencan kalian!
Sudah cukup dengan pekerjaan kantor yang menumpuk karena pak Adrian tidak masuk kerja hanya untuk berkencan dengan istrinya!
Jadinya aku yang selalu menjadi tumbal dan bekerja menyelesaikan pekerjaan pak Adrian.
Cih! Menyebalkan!
__ADS_1
Liburan, aku juga butuh liburan...