
Zyona turun dari lantai dua, dan melangkah menuju dapur. Melihat seporsi sate dan sepiring nasi goreng tersaji diatas meja. Sangat menggugah selera makannha.
Dia pun langsung menyantapnya, lagipula dari pagi tadi Zyona
merasa sangat lapar.
Setelah makan, Zyona naik lagi kelantai dua. Dia telah mengisi stamina tubuhnya. Juga sudah menyiapkan kata-kata yang telah dia pikirkan matang-matang.
Zyona meyakini dirinya untuk tidak diam seperti ini terus.
Sampai kapan pernikahan yang semu ini akan terjadi. Dia perlu kejelasan.
Kalau memang Adrian mencintainya, apa salahnya untuk terus terang. Gadis itu butuh keyakinan.
Kalaupun Adrian hanya memanfaatkan dirinya, apa salahnya jujur. Karena Zyona butuh kejelasan.
Aku tidak memaksa kamu selalu disisiku, aku hanya ingin kamu yakinkan raguku. Itu saja Adrian.
Zyona berdiri didepan pintu kamar pria itu. Mengepalkan tangannya mengumpulkan tekat ekstra. Menarik napasnya panjang dan dihembuskan dengan pelan. Dia mengulangi itu berkali-kali sampai dirinya yakin
untuk berbicara dengan Adrian.
" Oke, ayo Zyona " Mengepalkan tangannya di udara. Seperti penyokong semangat yang lebih.
Karena baginya, sangat sulit menghadapi suaminya yang sangat pandai merayu itu
Beri aku kejelasan Adrian. Apapun nanti jawabanmu, aku akan terima. Supaya aku bisa melanjutkan hidupku.
Begitu semangat dan tekat yang bulat yang sudah dimiliki Zyona sebelum bertemu dengan Adrian.
Dia terlihat tegar dan sangat optimis.
Tapi apa nyatanya sekarang.
Kenapa sekarang rasanya jantungku mau meleleh ya. Sial, kenapa si laki-laki ini sangat memabukkan.
Baru sepuluh menit Zyona masuk ke dalam ruangan kerja Adrian. Dan sejak tujuh menit yang lalu dia sudah terjebak dalam situasi yang sangat menegangkan ini.
" A.. Adrian.... Aku duduk disofa aja ya " Zyona berbicara kikuk. Rasanya tenaganya terkuras habis.
Duduk dipangkuan laki-laki itu sangat membuat jantungnya berdegup kencang.
Tidak hanya itu, tangan kiri Adrian memeluknya dari belakang, menempelkan bibirnya di leher istrinya, seolah tidak terjadi apa-apa, Adrian masih terlihat fokus mengetik pekerjaan kantor yang ia bawa pulang.
" Ini sangat ampuh Zyona, begini aku jadi semangat kerjanya " Berbicara dengan bibir yang menempel di leher istrinya.
Zyona semakin kikuk. Baru tadi dia masuk ke ruangan kerja lelaki itu, tangannya langsung ditarik dan dipaksa duduk di pangkuan pria itu.
Jangan ditanya gimana merahnya wajah Zyona. Bahkan rona pipinya lebih merah dari kepiting rebus.
Dia meremas jemarinya, dan sankin groginya, Zyona sampai menahan nafasnya.
Moga-moga aku gak kelepasan kentut.
" Zy, kamu gak pake bra ya? " Tanya Adrian pelan, suaranya yang berat seperti bisikan ditelinga Zyona.
Gadis itu semakin berdebar.
" K.. koperku. k.. kan di rumah Intan, s.. semua baju.. dan dalaman ku dikoper itu " Sangat sulit mengeluarkan suaranya.
Dia merasa sangat malu, sekaligus berdebar saat ini.
Hei, kemana keberanian dan tekat ku yang bulat tadi.
Kenapa si aku sangat lumpuh jika berhadapan sama orang yang satu ini. Berteriak dalam hati.
Tapi nyatanya yang bisa ia lakukan saat ini hanya diam, menahan nafasnya supaya Adrian tidak menyadari kegrogiannya
Adrian terlihat fokus pada layar laptopnya. Lirikan mata dan jemari tangan kanannya cekatan mengetik pada papan laptop.
" Rian, ada yang ingin kubicarakan, aku duduk di sofa aja ya" Usaha satu
" Diam Zy, aku sedang sibuk ini " Penolakan telak dari Adrian.
Perlahan tangan kirinya yang memeluk perut Zyona merayap naik keatas dadanya.
Dia ini masih sempat-sempatnya ya.
__ADS_1
Zyona menurunkan tangan berotot itu dari atas dadanya
" Adrian, kamu kan lagi kerja, kalau begini kamu gak bisa fokus gimana? " Usaha dua, memasukkan bumbu perhatian
" Dengan kamu disini aku semakin semangat kerja Zyona " Jawabnya santai
Jawaban macam apa itu. Hei laki-laki, kau tahu gimana jantungku yang hampir meledak ini hah. Kau ingin membunuhku!
" Adrian.. Astaga! " Pekik Zyona terkejut saat Adrian tiba-tiba meremas dadanya yang tidak memakai bra
" Ih kamu apa-apaan si! " Berteriak dengan wajah yang bersemu merah.
Sangat malu rasanya. Dengan cepat Zyona menyingkirkan tangan pria itu dan turun dari pangkuan Adrian.
" Haha.. Kamu kenapa sih" Lelaki itu terbahak. Menyandarkan punggungnya ke sandaran kursinya.
Menggerakkan jari tengah dan telunjuknya secara bersamaan. Kode supaya Zyona kembali mendekat
" Gak, aku gak mau " Zyona menolak, semakin mundur memberi jarak.
" Jangan sampai aku yang menangkapmu ya. Kalau aku yang kesitu, jangan harap kamu bisa lolos dengan mudah " Ucapnya dengan sangat santai.
Tapi seringai di bibirnya seperti berkata, kalau aku yang menangkapmu, akan kulempar kau ke ranjang, dan kuterjang habis-habisan, hahaha bersiap-siap lah sayang.
Zyona semakin membeku di tempatnya berdiri. Kemana, kemana perginya keberanian dan tekat bulatku tadi.
Kenapa sekarang hanya untuk menatap matanya aku tidak punya keberanian si
" Aku hitung sampai tiga, kalau kamu gak mendekat, terima hukumanmu Zyona "
Glek, Zyona menelan salivanya
" Satu... "
Gawat, dia menghitung
" Tiga! "
Hei biadap, kau curang daras setan!
Tanpa pikir panjang Zyona langsung lompat ke pangkuan laki-laki itu, dan memeluknya dengan sangat erat.
" A... Adrian.. " Cicit Zyona merasa malu ketika Adrian kembali menyembunyikan wajah di lehernya.
" Begini dulu, bentar aja " Suara Adrian sangat tenang dan teduh.
Pelukannya semakin erat memeluk tubuh gadis itu.
Zyona ikut diam, pelan-pelan merasakan wangi rambut Adrian yang sangat wangi menurutnya.
Rambut yang halus dan wangi, pelan-pelan Zyona merasakan kelembutan helaian rambut Adrian disela-sela jemarinya.
" Kamu pake parfum apa sih, kenapa tubuhmu sangat wangi " Sebentar Adrian mendongak, menatap mata Zyona, lalu kembali membenamkan wajahnya di leher istrinya.
Menghirup aroma wangi tubuh Zyona yang membuatnya candu.
" Emm, aku gak pake parfum Rian, aku cuman pake sabun " Jawabnya jujur.
" Benarkah? " Adrian menatap seperti tidak percaya
" Masaksih? Terus kenapa kamu sangat wangi? "
Mana aku tau, lepaskan saja aku. Hei, jangan pegang yang itu, tolong kondisikan tanganmu woy laki-laki!
Pelan-pelan Zyona mengeluarkan tangan usil Adrian yang mulai menyelinap masuk ke dalam bajunya.
" Iya loh, aku gak pake parfum "
Cup, Tanpa aba-aba, Adrian langsung menyambar bibir gadis itu. Serangan yang tiba-tiba membuat pipi Zyona semakin merah dan panas.
" K... kamu apaan sih! " Setengah berteriak.
Semakin salah tingkah dan berdebar dengan tingkah Adrian yang selalu menggodanya terang-terangan seperti ini.
" Hahaha... " Lelaki itu terbahak, mengusap gemas puncak kepala Zyona dan mendorong pelan kepala gadis itu agar terbenam di lehernya.
" Rian, aku gak nyaman gini " Lirih Zyona berkata jujur.
__ADS_1
Posisinya saat ini sangat membuatnya tidak nyaman
" Begini dulu ya, aku mau melanjutkan pekerjaan ku. " Kata Adrian kemudian kembali fokus pada laptopnya
Adrian merasa tenang seperti ini. Dengan Zyona didekatnya, seperti menambah semangat bekerjanya. Kalau begini, aku yakin bisa lembur kerja sampai pagi, kamu disini aja ya istriku. Adrian tersenyum lebar. Sesekali dia mengelus punggung istrinya dengan sangat lembut.
" Ssss, Adrian, geliii " Zyona menggeliat kecil saat Adrian menyentuh punggungnya.
" Jangan banyak bergerak, kamu membangunkan king kobra ku loh "
" Kobra.. " Beo Zyona dengan polos. Merasa takut, dia mempererat pelukannya di pundak suaminya.
Haha, lelaki itu tergelak dalam hati. Merasa puas berhasil memperdaya istrinya yang polos dan pemalu ini.
Dengan pelan Zyona menepuk hangat punggung suaminya. Membuat lelaki itu semakin merasa nyaman.
Ais... apa tadi tujuan awalku datang ke sini ya. Kenapa mendadak aku lupa. Tersenyum manis dibalik pundak Adrian. Malu-malu menghirup dalam aroma tubuh suaminya yang segar dan maskulin.
" Kalau mau cium aja"
Zyona mendadak kikuk mendengar ucapan Adrian barusan. Merasa sangat malu karena ketahuan mencium aroma tubuhnya diam-diam.
Hiks, apa dia punya mata dibelakang kepalanya hah.
Kalau bisa kubocorkan, Zyona merasa momen ini sangat manis banginya.
Kalau boleh kubilang lagi, ingin rasanya waktu tidak berjalan.
Biarlah mereka seperti itu terus.
Jika saja, jika saja dia tidak melihat foto itu. Oh bukan, jika saja Adrian yang tidak lupa menurunkan foto itu, pasti hari ini akan menjadi hari paling membahagiakan bagi Zyona.
Tapi itu hanya jika, karena kenyataan nya Zyona yang awalnya merasa diawang-awang, seketika terinjak kedasar yang paling bawah ketika melihat foto itu.
Foto yang besar ukurannya, dihiasi dengan bingkai yang sangat indah. Dilapisi dengan kaca, seperti sengaja dijaga layaknya barang berharga.
Tepat dibelakang meja kerjanya Adrian, dan kini tepat didepan mata kepalanya Zyona.
Foto Adrian dengan 'dia', Moza Emanuela.
Zyona meremas jemarinya. Sadar kalau lelaki ini bukan miliknya. Dia mendorong kuat bahu Andaian membuat lelaki itu bingung sendiri.
" Kamu kenapa? " Tanyanya khawatir sambil membingkai wajah gadis itu. Dia melihat sudut mata Zyona memerah, seperti menahan tangis atau amarah.
Dengan kasar Zyona menepis tangan Adrian. Menghembuskan napasnya kasar sambil turun dari pangkuan laki-laki itu.
" Hei, Zyona, kamu kenapa? " Suara Adrian terdengar lembut, dia berdiri dan menghampiri Zyona
" Diam disitu! " Sarkas Zyona merasa kesal. Bukan, dia bukan marah pada Adrian, dia kesal pada dirinya sendiri yang lemah pada perilaku lembut laki-laki itu.
" Zy.. " Panggil Adrian. Dia melihat istrinya itu menghela nafas dengan kesal.
" Aku mohon padamu Adrian, jangan baik padaku " Berbicara dengan tangan yang terkepal
" Kamu ini ngomong apa sih " Jawab Adrian yang tidak mengerti dengan Zyona yang tiba-tiba marah.
" Kalau, kalau besok kamu tidak lagi baik seperti ini, itu hanya membuatku merasa sakit, jadi, jadi Kumohon jangan baik padaku"
Adrian membisu ditempatnya berdiri. Merasa tidak tahu harus menjawab seperti apa untuk menenangkan istrinya
" Zy, aku gak ngerti kamu kenapa, jelaskan sama aku kamu kenapa, jangan ngambek gak jelas gini dong.... Astaga! "
Brak! Kaget Adrian ketika Zyona membanting pintu dengan keras tepat didepan wajahnya.
Lelaki itu mundur sambil memegang dadanya. Lah, Kok dia tiba-tiba marah, aku salah apa lagi si....
Lelaki itu mengacak rambutnya aaaaaaaa, kenapa perempuan yang satu itu sangat sulit untuk dimengerti...
Apa salahnya si bilang salahku dimana, jangan main ngambek sendiri dan buat aku kelimpungan begini Zyonaaaa.
Padahal baru tadi kami mesra-mesraan, baru tadi Zyona tidak menolakku, baru tadi aku merasa hubungan kami membaik. Tapi kenapa dia tiba-tiba merajuk sih!
" Hah! " Laki-laki itu mendesah kesal.
Membuka pintu, keluar dan menyusul Zyona .
__ADS_1
Gila, baru kali ini aku membujuk wanita sampai segininya. Padahal dulu Moza hampir tidak pernah kubujuk... Aisss, kamu sangat sulit dimengerti Zyona