Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Kangen


__ADS_3

Di kantor.


Adrian masuk ke dalam ruangan nya, dan duduk di kursi kebesaran nya.


Matanya langsung tertuju pada satu foto yang menghiasi meja tersebut.


Fotonya dengan Moza, wanita yang dulu pernah menetap dihatinya.


Diantara mereka belum ada kata putus. Moza saja yang tiba-tiba pergi dan menghilang.


Tapi walaupun misalnya wanita itu kembali lagi, Adrian tidak akan menerimanya. Karena dia bukan Adrian yang dulu lagi.


Sekarang yang menetap dihati dan pikirannya hanyalah istrinya.


Bahkan sekarang cinta Adrian pada Zyona sangatlah besar, lebih besar daripada cinta yang pernah ia berikan pada Moza.


Dia mengambil Foto itu, di tatapnya sebentar,



" Maaf karena aku egois, jika kelak kau kembali, aku bukanlah Adrian yang dulu, sekarang aku sangat mencintai istriku, dan aku tidak sanggup jika melepasnya lagi "


Adrian mengeluarkan foto itu dari bingkainya, dan di robek kecil-kecil. Setelah itu dibuang ke dalam tempat sampah.


Adrian mengeluarkan fotonya dan Zyona yang mereka ambil beberapa hari yang lalu.


Di elusnya foto itu dengan ibu jarinya, lalu memasukkannya ke dalam bingkai yang tadi.


Adrian meletakkan foto itu diatas mejanya, di tempat yang mudah terlihat oleh matanya.



"Temani aku kerja ya, sayang.. "


...~♥~...


Adrian keluar dari ruangan Ayahnya. Di ikuti Sekretarisnya dari belakang.


" Lakukan seperti perintah Pak Angga tadi! " Kata Adrian tanpa menoleh pada Sintia ke belakang.


" Baik Pak "


Sampai didepan ruangan Direktur utama, Sintia berhenti didepan pintu dan membukakan pintu untuk Adrian.

__ADS_1


Dia menundukkan kepalanya saat laki-laki itu berjalan melewati nya, dan menutup pintu itu lagi tanpa suara.


Setelah itu Tia duduk di kursinya yang berada didepan ruangan Adrian.


Mengerjakan segala keperluan untuk produk perusahaan yang akan mereka luncurkan.


Adrian duduk dan menyandarkan punggungnya yang terasa pegal ke sandaran kursi.


Duduk seharian mengerjakan pekerjaan yang menumpuk membuat leher dan tulang punggungnya terasa nyeri.


Sebentar lagi waktunya pulang, tapi masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.


Adrian melepas kacamata nya sebentar, mengucek matanya lalu meresap sedikit kopinya.


Dia menyandarkan punggungnya lalu memejamkan matanya sebentar.


Aku Kangen Zyona... dia sedang apa ya..


Kenapa jam terasa sangat lama berputar si...apa dia tidak tau apa, kalau aku kepingin peluk istriku lagi...


Adrian mengepalkan tangannya dan meninju ke udara.


" Huff! Jam Brengsek! "


Satu setengah jam berlalu, Adrian akhirnya sudah menyelesaikan pekerjaannya.


Dia juga sudah menandatangani dokumen yang hari ini juga harus diantarkan pada si pemilik perusahaan, yaitu Ayahnya sendiri.


Dia melirik pada jam yang melingkar di tangannya. Limabelas menit lagi waktunya pulang.


Adrian membereskan mejanya, membawa berkas-berkas yang belum selesai di kerjakan untuk dikerjakan di rumah.


Laki-laki itu berjengkit kaget ketika dering ponselnya berdering dengan begitu nyaring terdengar.


Nama istrinya yang terlihat.


Seketia dia langsung senyum-senyum seperti orang gila.


" Ada apa sayang, kamu udah kangen aku ya " Goda Adrian, terdengar yang disana mendesah kesal.


Bisa Adrian bayangkan gimana merahnya sekarang wajah istrinya.


" Kamu belum pulang? Udah sore loh.. " Suara lembut Zyona terdengar.

__ADS_1


Secapek apapun dirinya, seketika rasanya hilang ketika mendengar suara merdu sang istri tercinta.


Adrian langsung bangkit dan mengambil tas kerjanya. " Ini aku pulang kok sayang "


" Aku masakin masakan kesukaan kamu, cepat pulang yah.. "


Adrian merasa senang bukan kepalang. Zyona nya sudah tidak menjaga jarak seperti dulu, perlahan Adrian juga merasa Zyona mulai menunjukkan perasaannya.


" Bentar lagi aku nyampek, sabar ya sayang.. "


...


Adrian melajukan mobilnya secepat yang ia bisa. Seolah jalan raya ini miliknya. Seolah pemerintah membangun jalanan ini khusus untuknya dan tidak ada seorang pun yang berhak memperlambatnya untuk bertemu dengan sang istri tercinta.


Dengan ngebut, dan mengambil jalan tikus, dia akhirnya sampai di rumahnya. Dia keluar dan bergegas masuk seperti orang yang sangat tidak sabaran.


" Sayang, aku pulang "


Adrian melangkah panjang sambil menengok sampai ke sudut rumah, tapi sang istri tercinta tidak dilihatnya.


Adrian pun berbelok ke dapur, disana Zyona terlihat sedang berkutat dengan penggorengan dan bahan-bahan dapur.


Terlihat begitu serius sehingga tidak menyadari kalau suaminya sudah pulang.


" Hmm, wanginya.. "


Zyona terjolak kaget mendapati tangan nakal suaminya sudah memeluk pinggang nya dengan mesra.


" Adrian jangan ganggu! Aku lagi masak nih! "


Bukannya menyingkir, Adrian malah semakin mempererat pelukannya.


Bahkan bibirnya sudah menciumi leher jenjang istrinya yang menggoda karena Zyona mencepol rambutnya tinggi.


" Aku kangen... " Suara manja Adrian membuat Zyona semakin gugup. Bahkan sekarang dia sudah tidak fokus lagi pada masakannya.


Dia, laki-laki yang ada awal pernikahan terkenal dengan sifat dingin bak kulkas bernyawa, kini sangat meleleh dan manja.


Dia menggelayut manja memeluk Zyona dari belakang.


Membenamkan wajahnya di leher istrinya.


" Huff, Adrian jangan ganggu! Sebentar lagi masakannya siap nih! "

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2