Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 101 : Berita (5)


__ADS_3

Tuan Tua Hadley, sang veteran di dunia pelukis, berkata, "Bakat Mayuna Yon memang tidak buruk, tetapi yang lebih mengejutkan Saya adalah bakat Soma Haruka. Sayangnya, ambisi Nyonya Yon bukan di bidang ini. Jadi, Saya kehilangan kesempatan untuk mendapatkan murid perempuan. Namun, Nyonya Yon masih berbaik hati, dia membawakanku Tuan Termuda keluarga Yon yang memiliki sudut pandang seni yang unik, aku cukup senang dengan bakatnya dan membiarkannya belajar dariku."


Nyonya Tua Hadley, pembuat musik terkenal, berkata, "Saya juga pada awalnya berpikir untuk mengambil Soma Haruka sebagai murid Saya. Namun, sayangnya, Saya ditolak. Meskipun Mayuna Yon masih belum sebagus kakak iparnya, kerja kerasnya patut Saya hargai dan Saya yakin bahwa dia tidak kalah dalam hal bakat. Prestasi masa depannya pasti tidak akan lebih buruk dari anak Saya yang melarikan diri ke keluarga lain, Roseta Asrahan. Saya berharap bisa melihat murid putri Saya bersinar lebih terang dari kami berdua, Saya benar-benar berharap bisa menyaksikannya sebelum Tuhan membawaku pergi."


Suara dua harta nasional ini menyebabkan semua orang benar-benar tercengang. Mereka mulai mempertanyakan kembali latar belakang seperti apa yang dimiliki oleh Nyonya baru keluarga Yon sehingga dia benar-benar dipuji oleh banyak master terkemuka di bidangnya masing-masing. Hal yang paling mengesankan adalah, mereka yang disebut sebagai kelas dunia, bahkan berebut mendapatkan dia sebagai murid.


Hal ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang biasa apalagi orang yang tumbuh besar tanpa pendidikan. Kekacauan ini masih terus berlanjut dengan dirilisnya pernyataan lain. "Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada warga yang berani, Nona Soma. Dengan panggilan Nona Soma ke kantor polisi. Polisi berhasil menangkap kelompok kriminal meresahkan yang sedang bentrok di lokasi padat penduduk."


Postingan yang dirilis oleh kepolisian benar-benar membuat netizen menggila, arah gosip hangat ini sudah terjerumus terlalu dalam sampai-sampai melibatkan polisi dan gangster. Ini adalah pertama kalinya orang kaya melakukan sesuatu di luar nalar seperti ini, sehingga arah opini publik mulai menjadi aneh.


Setelah itu, Yon Grub merilis video perjamuan makan malam keluarga Yon. Dalam video tersebut, terlihat jelas bahwa Ken bersaudara dan Soma Haruka sama sekali tidak berhubungan dekat. Adapun laki-laki lain, merekalah yang terlebih dahulu mengganggu Soma Haruka dan dari awal hingga akhir, Soma Haruka memperlakukan mereka dengan sangat dingin.

__ADS_1


Sama seperti orang banyak yang tahu bahwa semua artikel ini salah, Mayuna Yon mengirim pernyataannya. "Ada rumor buruk yang melibatkan Yuna dan Kakak Ipar Yuna. Jadi, untuk menanggapinya, Yuna akan memberikan pernyataan terkait dengan isu itu di siaran langsung. Semua orang dipersilahkan untuk datang dan menontonnya. Yuna harap semua orang bisa tertib agar semuanya berjalan dengan baik."


Orang yang terlibat dalam masalah ini akan melakukan siaran langsung? Klarifikasi? Denial? Fakta tersembunyi? Semua orang menyukai sesuatu tentang ini.


Banyak orang yang ingin tahu tentang Mayuna Yon dan yang semula tidak tertarik, bergegas ke ruang siaran langsung yang disiarkan dibanyak situs berbeda ini. Metode ini disarankan oleh Dean Yon dan Mayuna Yon mengangguk setuju. Dia ingin membuktikan bahwa dia mengandalkan kemampuannya sendiri untuk mendapatkan pengakuan Maestro Roseta. Jadi, untuk membuktikan hal ini, dia hanya perlu bermain di depan orang-orang dan menunjukkan kepada mereka keahliannya yang telah disempurnakan dibawah arahan para master kelas dunia.


Orang yang mengendalikan opini publik di belakang layar berani membuat omong kosong seperti itu dan menyebarkannya dengan ceroboh. Ini karena mereka tahu trauma psikologis masa kecilnya dan tahu bahwa dia tidak bisa tampil sepenuhnya di depan orang banyak. Siaran langsung seperti ini akan menjadi tamparan keras bagi mereka.


Menghadapi kamera untuk pertama kalinya, Mayuna Yon sangat pemalu. Dia mengumpulkan keberaniannya dan berkata dengan lembut ke kamera, "Halo semuanya, Saya Mayuna Yon, panggil saja Yuna!" Dia berhenti. Kemudian, dia menarik napas dan melanjutkan, "Yuna sudah melihat beritanya. Orang yang memainkan biola seperti gergaji di video itu memang Yuna dan Yuna mengakui bahwa Yuna masih kurang keberanian."


Mayuna Yon tidak peduli dengan reaksi penonton di layar. Dia berbicara dengan suara kecil tapi tegas tentang tidak berani bermain di depan orang lain atau bahkan berbicara karena pengalaman masa kecilnya.

__ADS_1


Sangat sulit untuk menggambarkan dirinya di masa lalu kepada orang lain. Itu sama saja dengan merobek lukanya. Namun, Mayuna Yon sangat berani. Meskipun jari-jarinya yang gugup gemetar, dia masih menyelesaikan apa yang ingin dia katakan.


"Tentu saja, Yuna tidak mengatakan hal-hal ini untuk menunjukkan betapa menyedihkannya Yuna. Yuna hanya ingin semua orang tahu yang sebenarnya." Mayuna Yon tersenyum pahit. "Omong-omong, kalian mungkin tidak tahu bagaimana perasaan Yuna saat ini. Berdiri di sini saja sudah cukup membuat Yuna berkeringat dingin. Yuna awalnya berpikir bahwa Yuna akan selalu menjadi pengecut yang tidak berguna. Yuna mungkin hanya akan membusuk di sudut gelap dan mati tanpa melakukan apapun. Mungkin kematian adalah bentuk pembebasan bagi Yuna. Sampai, Kakak ipar datang ke rumah kami."


Wajah kecil Mayuna Yon yang selama ini tanpa ekspresi, tiba-tiba bersinar. Dia mengerutkan bibirnya dan tersenyum malu-malu, "Kakak ipar adalah orang yang mengajari Yuna bagaimana menghadapi dunia dengan berani dan melangkah keluar dari kurungan yang memenjarakan Yuna. Jadi, hari ini, Yuna ingin menampilkan dua lagu bersama kakak ipar untuk semua orang."


Setelah dia selesai berbicara, matanya berbinar saat dia melihat Soma Haruka di luar lensa kamera. Matanya dipenuhi dengan kekaguman dan harapan. "Kakak ipar, bolehkah?" Mayuna Yon sekarang masih pemalu dan gugup, tetapi keberaniannya berada di luar imajinasi semua orang yang mengenal betapa pengecutnya ia sebelumnya.


Mayuna Yon sekarang adalah orang yang sama sekali berbeda dari gadis kecil yang hanya bisa memeluk lututnya dan bersembunyi di kaki tempat tidur ketika mereka pertama kali bertemu. Saat itu, wajahnya dipenuhi kewaspadaan dan dia tidak bisa berbicara.


Soma Haruka tidak bisa menahan tawa. Dia meraih tangan Mayuna Yon yang terulur dan berdiri di depan kamera bersamanya. Melihat Soma Haruka secara langsung, membuat para penonton langsung heboh.

__ADS_1


"Lah?!"


__ADS_2