
Jhon adalah seorang pemimpin dari salah satu geng kecil di Distrik Beta. Dia melihat Rayan bertarung sekali. Setelah menyaksikan betapa lincah dan kejamnya Rayan saat bertarung, dia bercita-cita untuk merekrut Rayan ke bawah ketiaknya. Dia ingin Rayan untuk menjaganya dan siap membayar untuk itu.
Uang yang ditawarkan Jhon cukup banyak dan Rayan sempat tertarik. Namun, ketika dia memikirkan tentang nenek yang membawanya kemari untuk menjadi orang yang lebih baik, dia tidak berani langsung setuju. Sekarang dia melihat betapa marahnya Haruka, pemikiran terakhir itu benar-benar hilang dan dia dengan gagap mencoba menjelaskan, "Ti-tidak aku belum setuju untuk bergabung dengan mereka!"
Jhon meludahkan puntung rokok di mulutnya, menyeringai dan berkata, "Apa yang kamu katakan, Rayan? Ngomong-ngomong pacarmu benar-benar cantik, tetapi kenapa kamu hanya memberikannya makanan murah itu? Sudah aku bilang bukan, jika kamu butuh uang tinggal bilang saja padaku."
Orang-orang di belakangnya semua tertawa. Tatapan kotor mereka kadang-kadang jatuh pada kaki jenjang Haruka.
"Tuan Jhon!"
Merasakan ketidakhormatan dalam kata-kata mereka, ekspresi Rayan menjadi gelap. "Wanita ini hanyalah temanku, tolong berhenti menggangu kami lebih dari ini!"
Dia tidak peduli bagaimana mereka berbicara dengannya, tetapi mereka tidak bisa menghina Haruka di depannya. Haruka adalah orang yang membuat lingkungan tempat tinggalnya menjadi lebih damai dan dia banyak berhutang padanya.
"Haih? Kamu pikir kamu siapa? Beraninya kamu meninggikan suaramu di depan Tuan Jhon!" Seorang anggota geng Harimau milik Jhon meludah ke tanah dan mendekati Rayan.
"Anda Tuan Kara, bukan?"
Mata Rayan sedingin kolam. Dia menjatuhkan tas belanja di tangannya lalu meregangkan pergelangan tangan. "Oh? Jadi kamu tahu aku? Meski kamu tahu pun, memangnya apa yang ingin kamu lakukan?" Kara menantang Rayan, tanpa tahu apa yang ia lakukan sama saja dengan memprovokasi malaikat maut.
__ADS_1
Rayan menunduk, memukul punggung kaki Kara dengan menyalurkan semua dendamnya dalam satu pukulan. Kerusakan tidak terduga yang langsung menghantam titik vital itu membuat Kara berteriak dengan keras. Tanpa memberi jeda, Rayan kembali berdiri dan menyundul rahang Tuan Kara yang terbuka lebar. Pria itu jatuh tersungkur dan kehilangan dua pasang giginya.
Rayan belajar selama beberapa waktu dari Haruka, dan karena dia berbakat, Haruka mengajarkan semua trik perkelahian kepadanya.
Anggota geng Harimau tidak senang melihat Rayan menggunakan trik kotor untuk melukai rekannya. Mereka mengambil tongkat bisbol dan mengayunkannya dengan bebas ke arah Haruka dan Rayan.
Dengan senyum mengejek, Haruka membalik pergelangan tangannya dan menangkap lengan mereka dengan mudah. Orang-orang ini tidak terbiasa bertarung dan hanya berbakat dalam menggertak. Haruka mengangkat kakinya yang panjang, dan dengan gerakan yang cantik mengirim telur mereka satu persatu menuju neraka. "Baru kali ini aku bertemu dengan sampah rendahan yang berpura-pura sebagai hooligan," kata Haruka.
[Hooligan : Orang yang kasar (Brutal); Orang yang melakukan kekerasan]
Wajah Jhon membeku dengan rahang terbuka. Hanya dalam waktu lima detik, semua pengikutnya sudah tersungkur di lantai. Ekspresi Jhon sangat jelek, dia ketakutan, tetapi harga dirinya lebih tinggi dari apapun. "Kalian orang-orang bar-bar, kalian berani menyentuh anggota geng Harimauku? Kalian akan aku kirim ke kematian hari ini!"
Jhon mengirim pesan ke semua anak buahnya, jadi dia punya cukup keberanian untuk menantang Haruka. Rayan maju ke depan Haruka ketika satu persatu anggota geng Harimau berdatangan.
Mengambil tongkat bisbol, Soma Haruma tidak mundur. Dia mengayunkan tongkat bisbol saat orang-orang yang menerkam ke arahnya jatuh ke tanah dan meratap. Dia tahu di mana harus memukul orang yang paling menyakitkan. Dia agresif, dan dengan Rayan melindungi punggungnya, dia dengan cepat memukul semua orang ke tanah.
Jhon meneguk ludah, dia memukul pipi anggota gengnya dan berharap mereka segera bangun dan melindunginya. Siapa yang mengira bahwa gadis cantik seperti itu akan memiliki kemampuan bertarung yang begitu kuat.
Jhon sangat ketakutan, air sudah tergenang di antara pahanya. "Ada apa dengan kalian? Cepat jatuhkan mereka! Akan aku gandakan uangnya, sialan!"
__ADS_1
Ketika wanita ini memukuli orang lain, serangannya sangat menyakitkan. Jhon mencoba bersembunyi di balik kerumunan anggota gengnya yang ketakutan dan tidak berani maju ke depan. Namun, tongkat bisbol di tangan Haruka tampaknya memiliki mata dan terbang melewati kerumunan, menghantam langsung ke wajah Jhon. Pria itu menangis seketika.
Haruka mengambil tongkat bisbolnya kembali dan meletakkannya di depan wajah Jhon yang berdarah. Jhon sangat ketakutan, wanita yang ia lawan bukan cuma jago bertarung, tetapi juga sangat kejam. Wanita cantik itu sedang tersenyum kepadanya, tetapi ia merasa seperti sedang ditatap oleh malaikat maut.
Jhon mengertakkan gigi dan ingin menghadapinya sesuai dengan aturan geng. "Ampuni aku. Berapa banyak yang kamu inginkan? Selama jumlahnya masuk akal aku—" Di tengah kalimatnya, Haruka memberinya tendangan keras.
"Tuan Jhon, jangan Anda pikir Saya tidak tahu siapa Anda. Anda berasal dari selatan distrik kumuh, kan?"
"Kau, bagaimana kamu tahu akan hal itu?" Jhon balik bertanya, tetapi Haruka menghiraukannya dan beralih ke Rayan yang menerima beberapa luka akibat menghadang serangan para hooligan rendahan.
Lagi-lagi Haruka teringat dengan Darel. Setelah ia pikirkan baik-baik, Darel itu memiliki fisik yang luar biasa. Dia menyerangnya dengan tenaga penuh, tetapi Darel hanya pingsan selama kurang dari satu menit, dan Dokter mengatakan kalau Darel hanya menderita memar saja.
Menyerang di daerah tersebut memberi dampak besar dan sangat berbahaya, pasalnya serangan yang telak mengenai phlitrum dapat menyebabkan cidera fatal bahkan kematian.
Jika dalam prosesnya tidak terdapat halangan yang menahan tubuh atau terdapat halangan, tetapi bagian leher ke atas tidak, serangan itu bisa mematahkan kepala ke belakang. Gerakan tersebut bisa melukai tulang belakang leher dan bisa menyebabkan kematian sebagaimana yang biasa terjadi di kecelakaan mobil ketika ditabrak dari belakang.
Sebaliknya pun, tidak lebih baik. Jika dalam prosesnya halangan tersebut melingkupi keseluruhan tubuh seperti yang terjadi pada Darel, di mana kerusakan serangannya terpusat lurus ke dalam, dengan energi yang kuat, pingsan sudah menjadi pasti dan tulang di bawah phlitrum memiliki potensi untuk hancur.
"Seolah-olah teknik yang aku ciptakan menjadi tidak berguna di hadapannya. Jika kami bertarung lagi suatu hari nanti, apa aku masih bisa menang dengan mudah darinya?" batin Haruka.
__ADS_1
"Rayan, dengarkan aku." Haruka memanggilnya dan Rayan dengan patuh memasang telinganya. "Saat ini kita bukan lagi ada di Distrik Kumuh, jika kamu bertemu dengan orang-orang idiot seperti mereka ini, yang harus kamu lakukan Adalah..."
Haruka berhenti berbicara, dia membuka tasnya dan mengambil ponsel. "Halo, polisi? Saya ingin melaporkan sebuah kasus. Terjadi perkelahian di Distrik Beta, Jalan Bekantan, Nomor Empat, di depan Supermarket Ayana, tolong segera ke sini."