Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 79 : Maaf


__ADS_3

"Cih, aku tahu apa yang harus aku lakukan." Ken Mura bergumam dan menatap punggung Soma Haruka dengan iri. Dia kemudian berkata dengan wajah yang dibuat sedih, "Haih, jika saja aku memiliki kakak perempuan seperti itu."


Darel Yon dan Ken Mura berada di garis awal yang sama, keduanya sama-sama Tuan Muda dan memiliki kakak superior yang sulit untuk dijangkau. Ken Mura bahkan percaya diri bahwa dia sedikit lebih baik dari Darel Yon dalam segala hal.


Namun, saat ini Darel Yon berubah drastis. Laki-laki yang semula hanyalah ulat, sekarang memiliki sebuah sayap, dan bukan sayap biasa, dia terlahir kembali dengan sayap besi yang dapat menembus lapisan langit. Dalam waktu singkat, dia menjadi sebanding dengan kakaknya, dan sekarang Darel Yon sedang mencoba untuk mengambil alih Eunha Grub yang mengalami penurunan ekonomi kelas berat karena rekonstruksi tenaga kedokteran yang terjadi secara tiba-tiba imbas kemajuan teknologi.


Darel Yon yang semula ia anggap sebagai rival sudah tidak ada lagi, dan perubahan drastis itu dimulai dari kemunculan Soma Haruka. "Hah, ini percuma, satu-satunya kakak yang aku punya hanyalah seorang pria penggila otot. Tidak bisa diharapkan." Ken Mura mengejek kakaknya kemudian berlari menjauh sebelum tendangan lain mendarat ke tubuhnya.


"Dasar bocah brengsek!" Ken Bara mengepalkan tangannya dan mengumpat di dalam hati. Dia juga iri pada Daniel Yon. Daniel Yon tidak bisa berjalan, tetapi dia dengan sangat beruntung bisa menikahi istri yang begitu cantik. Ken Bara bertanya-tanya mengapa dia tidak seberuntung Daniel Yon. Semakin ia memikirkannya, perasaannya semakin memburuk dan lebih buruk. Aura suram disekitarnya membuat orang lain takut untuk menyapanya.


Hari ini mungkin hari dimana Soma Haruka akan menerima banyak hadiah. Ken Bara dan Ken Mura telah mengirim hadiah sebelumnya, dan setelah itu, Bibi Namira Krisan datang bersama saudara-saudari keluarga Krisan.

__ADS_1


Ares Krisan sengaja memilih waktu ketika semua orang telah berkumpul di aula untuk menghadiri jamuan makan. Dia menghentikan Soma Haruka dan berkata, "Anda pasti istri dari sepupu Saya. Seperti yang Saya dengar, Anda sangat cantik, Daniel Yon sangat beruntung bisa memiliki Anda di sisinya. Senang bertemu dengan Anda, Nyonya Yon. Perkenalkan, Saya Ares Krisan."


Soma Haruka menerima uluran tangannya dan mengangguk. Soma Haruka mengenal pria di depannya dengan baik. Dia adalah pengganti Daniel Yon, CEO sementara dari Yon Grub.


"Saya sibuk beberapa hari yang lalu. Saya baru mendengar berita kemarin tentang kelakuan buruk adik perempuan Saya di perjamuan Keluarga Asrahan." Ares Krisan tersenyum pahit. Dia tampak seperti kakak laki-laki yang sakit kepala karena adik perempuannya yang suka bertingkah secara tidak masuk akal.


Dia meminta maaf, "Dia adalah anak bungsu dan adik perempuan. Jadi, ibuku dan aku tidak bisa untuk tidak memanjakan Helma Krisan sedikit. Sepertinya perlakuan spesial itu membuatnya tumbuh menjadi gadis yang lugas dan tidak peka. Setelah Saya tahu apa yang ia perbuat kepada sepupunya, Saya memarahinya. Sekarang dia tahu kesalahannya, dan dia datang untuk meminta maaf pada Anda hari ini."


Ares Krisan merendahkan nada suaranya dengan sengaja. Orang-orang di sekitarnya mendengarnya. Mereka menatapnya dengan sedikit kekaguman. Meskipun dunia bisnis adalah tempat di mana keuntungan adalah prioritas, poin yang tidak kalah penting adalah kesenangan, dan selalu merasa senang ketika bekerja dengan orang dengan karakter yang baik. Dengan begitu, tdak perlu khawatir akan ditusuk dari belakang.


Ares Krisan memiliki sepasang mata yang indah. Matanya sangat luar biasa. Pupil matanya terang dan bulu matanya panjang. Ketika dia melihat orang lain, tatapannya seperti dipenuhi oleh kasih sayang.

__ADS_1


"Seperti yang Saya katakan, Saya di sini untuk meminta maaf. Bolehkah Saya tahu di mana Daniel Yon dan Marina Yon berada? Helma Krisan dan Saya ingin meminta maaf kepada mereka secara pribadi untuk menunjukkan ketulusan kami." Ares Krisan memandang Soma Haruka dengan tulus.


"Jadi, seperti itu." Soma Haruka memandangnya dan tersenyum, "kita adalah keluarga. Tidak perlu bertindak terlalu serius, selama kalian sudah menyadari kesalahan, itu sudah cukup."


Bibi Namira Krisan sangat enggan untuk meminta maaf, tetapi Ares Krisan telah memarahi dan memaksanya. Ketika dia berbicara, dia melukis senyum di wajahnya. "Maafkan aku, Nyo-Nyonya Yon. Aku juga sedang pusing saat itu. Aku hanya peduli dengan anak bungsuku dan memarahimu sebelum memahami situasinya dengan jelas. Aku sekali lagi minta maaf, tolong maafkan kelakuan putriku juga."


Bibi Namira Krisan sudah sangat berpengalaman. Dia dengan sengaja berdandan mewah selayaknya seorang penatua, dan ketika dia meminta maaf kepada Soma Haruka, dia merendahkan dirinya dan memelas. Dalam kondisi ini, jika Soma Haruka terus menyalahkannya atau putrinya untuk masalah yang sebelumnya, orang lain akan berpikir bahwa Soma Haruka adalah wanita yang kejam.


"Bibi, kita semua adalah satu keluarga, tidak perlu meminta maaf sampai seperti ini. Semuanya sudah aku maafkan dan lupakan." Soma Haruka dengan santai melirik Helma Krisan yang menundukkan kepalanya. Helma Krisan menggertakkan giginya dan merasakan tatapan semua orang menusuk tubuhnya seperti pisau, membuatnya merasa gaun hitamnya tercabik dan itu membuatnya malu.


Semua ini gara-gara Soma Haruka dan Marina Yon. Dia tidak harus menghadapi rasa malu ini jika bukan karena para kupu-kupu malam itu. Matanya merah karena kebencian saat dia mengutuk Soma Haruka dan Marina Yon di dalam hati. Melihat bahwa Helma Krisan tidak berbicara untuk waktu yang lama, Ares Krisan berbisik, "Helma Krisan."

__ADS_1


Wajah Bibi Namira Krisan seketika membeku, dan dia buru-buru mencoba merapikan semuanya. "Gadis ini, sepertinya dia malu." Setelah mengatakan itu, dia menarik rok Helma Krisan dan menatapnya. Dia berpura-pura memarahinya, "Putriku, bahkan jika kamu gugup dan malu, kamu tetap harus menyapa sepupu iparmu ketika kamu melihatnya. Bukan begini caraku mendidikmu selama ini."


Helma Krisan yang dimakan oleh kebenciannya terhadap Soma Haruka, akhirnya sedikit tenang. Dia tahu bahwa dia harus melakukan apa yang diminta kakaknya. Jika dia mengacau, kakaknya tidak akan membiarkannya pergi dan berhenti memberinya uang saku. Ares Krisan adalah pilar pendukung dalam keluarga. Semua kehidupan baik yang dia miliki sekarang berasal dari Ares Krisan. Jadi, dia memutuskan untuk tidak membuat marah kakaknya.


__ADS_2