Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 137 : Mama (10)


__ADS_3

"Lepaskan aku! Dasar orang luar! Masalah ini bukan urusanmu!" Maria Lan mulai menjadi gila karena kemarahannya, dia benar-benar tidak paham, bagaimana bisa . "Ilmu sihir macam apa yang diberikan Soma Haruka padamu untuk mencampuri urusan orang lain? Lihat dirimu, kamu bahkan belum dewasa, bisa-bisanya dia merayumu."


Raymon Pattinson tidak tahan lagi. Dia memarahi dengan cemas, "Apakah kamu pikir semua wanita sama menjijikkannya sepertimu? Kamu adalah satu-satunya di sini yang cukup tak tahu malu untuk berpura-pura menjadi Nyonya orang lain dan ikut campur dalam keluarga orang lain. Orang sepertimu bahkan tidak cocok untuk membawa sepatu Nyonya Yon!"


"Bocah hooligan ini! Lihatlah, kamu masih berusaha melindunginya. Anak kecil seusiamu memang menjadi mesem jika tidak dididik dengan benar. Terayu oleh wajah cantik dan badan bagusnya, kamu benar-benar terlihat seperti anjing rumahan yang mudah ditipu untuk melindungi pemiliknya," kata Maria Lan sinis. "Sayang sekali kamu tidak sekuat dan berpengaruh seperti anak-anak keluarga Yon. Jadi, meski kamu menyukainya, wanita sepertinya tidak akan memandangmu."


Meskipun dia mengatakan dengan congkak, Maria Lan tahu bahwa dia tidak boleh sampai dibawa ke depan anggota Keluarga Yon. Ketika dia memikirkan Daniel Yon, dia gemetar ketakutan. Awalnya, dia berencana untuk pergi sesegera mungkin setelah menghancurkan pot anggrek. Sayangnya, setiap bunga tampak sama baginya. Untuk sesaat, dia tidak tahu pot mana yang dia cari. Itu sebabnya dia membuang-buang banyak waktu sebelum akhirnya mencoba menghancurkan semuanya. Sekarang dia terjerat oleh bajingan kecil ini, Raymon Pattinson, dia hanya ingin melarikan diri sesegera mungkin agar dia tidak mendapat masalah.


"Dengar, ini adalah masalah Keluarga Yon kami. Sebaiknya kamu menghindarinya atau sesuatu yang buruk akan menimpa keluargamu, pada saat itu jangan harap pertemananmu dengan Dean Yon akan membantu!" Maria Lan mengancam, dia berjuang dengan sekuat tenaga. "Semua laki-laki di dalam keluarga Yon adalah orang yang kejam dan perempuannya sangat licik. Jika mereka tahu tentang perasaanmu kepada Soma Haruka, mereka pasti tidak akan memaafkanmu. Biarkan aku pergi dan aku akan berpura-pura tidak melihatmu hari ini. Kalau tidak, aku akan membeberkan semuanya!"


"Mama..." Pada saat ini, suara berat dan sedih Dean Yon datang dari pintu masuk rumah kaca. Tubuh Maria Lan menegang saat mata kosong mati itu menatapnya. Dia tertangkap basah di tempat, tetapi dia tidak merasa bersalah sama sekali. Sebaliknya, dia berteriak pada Dean Yon, "Dean Yon, mengapa kamu masih berdiri di sana? Cepat dan beri tahu teman sekelasmu ini untuk melepaskanku! Teman sekelasmu ini gila. Mama hanya menjatuhkan pot bunga secara tidak sengaja, tetapi dia malah memukulku. Cepat hentikan dan usir dia dari sini!"

__ADS_1


Melihat Dean Yon datang, Raymon Pattinson ragu-ragu sejenak. Jadi, kekuatan di tangannya tanpa sadar sedikit mengendur. Maria Lan mengambil kesempatan untuk melepaskan diri dari pengekangannya. Dia membersihkan debu di pakaiannya dan mengutuk, "Sialan, dasar kamu anjing Keluarga Yon, kamu—"


"Mama! Berhentilah mengatakan itu!" Dean Yon tidak tahan lagi dan menyelanya, "Bukankah Mama mengatakan bahwa Mama hanya ingin masuk dan melihat pot bunga yang indah di rumah kaca sebelum pergi? Apa ini, Ma? Dean bahkan sampai memohon kepada penjaga untuk melihat-lihat sebentar, tetapi kamu malah pergi sendiri. Ma, kenapa Mama melakukan ini?"


Setelah kedatangan Maria Lan, rumah kaca berantakan. Banyak bunga mahal dan indah yang dirawat dengan hati-hati jatuh ke tanah dan bahkan diinjak dua kali. Sulit membayangkan bahwa kecantikan seperti Maria Lan akan begitu kejam terhadap bunga-bunga yang bermekaran. Para pengawal yang dibujuk tadi juga menyadari ada yang tidak beres. Mereka bergegas kembali dan melihat kekacauan di sana, mereka menjadi gugup dan dengan putus asa mereka pergi melapor ke hadapan Daniel Yon.


Maria Lan cemas ketika dia melihat ini, dia meraih tasnya dan ingin melarikan diri. "Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak sengaja! Kenapa keluarga Yon perlu menjadi begitu pelit? Dasar gila, pantas saja kalian sampai menikah dengan seorang pelcur dari Distrik Kumuh, kalian ternyata sangat pelit. Bukankah itu hanya beberapa pot bunga? Apa yang istimewa dari mereka?" Setelah mengatakan itu, dia mendorong Raymon Pattinson yang menghalangi jalannya. "Enyahlah, aku akan pergi!"


"Mama tidak tahu apa yang kamu bicarakan!" Mata Maria Lan berkilat panik kemudian berubah menjadi kemarahan. "Mama kebetulan melihat pai apel kesukaanmu saat jalan-jalan di kota. Mama teringat denganmu. Jadi, Mama membelinya dan ingin memberikannya kepadamu. Aku peduli denganmu, tetapi baimana denganmu, Dean Yon? Apakah kamu akan terus memfitnah Mamamu? Kamu benar-benar anakku yang jahat!"


"Hentikan, Ma!"

__ADS_1


Menghadapi Maria Lan, Dean Yon mengangkat suaranya untuk pertama kalinya. "Pai apel adalah kue ulang tahun yang Dean sangat inginkan ketika Dean masih berusia lima tahun, itu sudah sepuluh tahun sekarang. Dean tidak suka memakannya lagi. Malahan, Dean sangat membencinya." Matanya semakin gelap ketika mengatakan ini. Saat Dean Yon masih kecil, dia merayakan ulang tahun teman sekelasnya di sekolah.


Orang tua teman sekelasnya membuatkan Pai apel dan membagikannya kepada setiap anak di kelas. Oleh karena itu, dia juga menginginkan Maria Lan untuk melakukan hal yang sana di hari ulang tahunnya. Namun, tidak pernah mendapatkannya. Ulang tahunnya telah dihabiskan dalam kesedihan dan penyesalan. Wanita ini, yang disebut Mamanya, pergi keluar untuk bermain judi dan berbelanja dengan harta warisan yang ia dapatkan.


Mata Maria Lan melayang, dan dia mengangkat kepalanya dengan bangga. "Kenapa kamu tidak memberitahu Mama sebelumnya bahwa kamu tidak menyukainya lagi? Mama merasa sangat tersinggung jika kamu memaksakan diri untuk memakannya!"


"Mama, bisakah kamu berhenti memutar balikkan masalah!? Tolong berhentilah berpura-pura!" Mata Dean Yon dipenuhi dengan rasa sakit, suaranya tersedak oleh isak tangis. "Apakah Mama tahu, kemampuan akting Mama benar-benar buruk? Sangat buruk sehingga Dean perlu membohongi diri sendiri dan melakukan sugesti bahwa Mama benar-benar akan berubah!" Maria Lan terkejut ketika dia mendengar kata-kata Dean Yon, untuk sesaat, aura dominasi khas keluarga Yon terpancar di tubuhnya.


"Kenapa Mama melakukan itu? Apa gunanya menghancurkan anggrek itu bagimu, Ma? Apa ini soal uang? Tidak cukupkah uang bulanan yang selalu aku berikan padamu?"


Dean Yon menggertakkan giginya, dia melanjutkan, "Ma, katakan pada Dean. Pernahkah Mama berpikir tentang apa yang akan terjadi pada Dean jika Mama melarikan diri setelah menghancurkan anggrek? Apa yang akan terjadi pada Dean jika tinggal di Keluarga Yon setelah itu? Apa yang akan kakak pikirkan tentang Dean? Apa yang akan kakak ipar pikirkan tentang Deab? Pernahkah Mama berpikir tentang bagaimana Dean akan hidup dalam Keluarga Yon di masa depan?"

__ADS_1


__ADS_2