
Dengan dukungan keuangan dari Yon Grub, bagaimana mungkin Yayasan Camilla tidak dapat mempertahankan operasi normalnya?! Tidak heran Soma Haruka tidak perlu membuka saluran donasi publik. Jumlah uang dari masyarakat umum mungkin tidak sebanyak yang dimiliki oleh Daniel Yon seorang!
Pesan Daniel Yon ini juga mengguncang dunia bisnis. Semua orang sudah berpikir bahwa keluarga Yon sudah tamat, tetapi dengan ini, Daniel Yon seperti mendeklarasikan dirinya sebagai pemilik sah Yon Grub dan dia tidak akan membiarkan orang lain mencoba menggambilnya dari tangannya. Pesan ini adalah pernyataan perang kepada keluarga cabang, keluarga Krisan!
Setelah Soma Haruka melihat pernyataan Daniel Yon, dia turun untuk mencarinya sambil tersenyum. Dia berkata, "Terima kasih dukungannya, suamiku." Daniel Yon meletakkan dokumen itu dan mengulurkan tangannya ke Soma Haruka. "Aku siap siaga untuk istriku kapan saja dibutuhkan. Sebagai gantinya, bisakah kamu memberikan lebih banyak cinta untukku?" Daniel Yon merayunya terang-terangan.
Marina Yon yang baru saja turun terkejut kemhdian menepuk dahi. "Ya, Tuhan. Apa aku harus menyaksikan adegan mesra ini di pagi hari mulai sekarang? Haih, aku juga harus cepat-cepat angkat kaki dari sini jika tidak akan ingin mati kering."
***
__ADS_1
Pada saat ini, telepon Soma Haruka bergetar terus menerus. Pertama, dia menerima pemberitahuan tentang beberapa jumlah uang yang ditransfer ke rekening banknya, diikuti dengan teks dari David Yon. "Kakak ipar, ini adalah uang yang aku dapatkan selama balapan di masa lalu. Orang-orang menyebut uang hasil balapan sebagai uang liar. Jadi, biasanya kami tidak menggunakannya selain untuk memperbaiki dan memodifikasi mobil. Jangan ragu untuk menggunakannya, aku tahu bahwa di tangan kakak, uang pembawa sial sekalipun akan menjadi sangat bermanfaat!"
Pada saat yang bersamaan, panggilan lainnya masuk. “Kakak ipar, apakah kamu sudah menerima uangnya?" Soma Haruka mengerutkan kening. "Darel Yon, kamu tidak pulang ke rumah? Aku melihatmu mampir sebentar di pelelangan, kamu hadir hanya sebagai formalitas. Sebenarnya kesibukan apa yang kamu punya? Kamu bahkan tidak punya waktu untuk menyapa kami. Jangan memaksakan diri, istirahatlah dengan baik."
Darel Yon tertawa malu. "Maafkan aku soal itu, Kakak Ipar. Ini tidak bisa dihindarkan, apa yang sedang aku kerjakan adalah apa yang sudah seharusnya aku lakukan karena menjadi penerus kakekku, aku hanya melakukannya lebih awal agar bisa bersantai-santai di masa depan. Melihat kakak khawatir seperti ini, si kaki roda itu pasti tidak memberitahu apapun kepada kakak tentang ini."
Soma Haruka cemberut dan memasang wajah masam ke arah Daniel Yon di sampingnya yang berkeringat. Istri dan adik-adiknya terus khawatir karena Darel Yon putus kontak selama beberapa waktu, tetapi dia tidak berusaha menjelaskannya sama sekali, bahkan tidak untuk membuat orang-orang tenang.
"Aku menelepon karena aku baru saja melihat tentang Yayasan Camilla ini. Aku baru saja tiba di Distrik Tenggara. Jadi, setelah panggilan ini aku akan tidur, aku akan beristirahat dengan baik. Kakak Ipar, uang yang aku transfer kepadamu adalah dana gelap Buddha Besar Drake yang berhasil aku ambil alih selama proses penyelidikan Polisi. Tadinya aku ingin mengambil untuk diriku sendiri, tetapi setelah melihatmu membuat sebuah Yayasan amal untuk mengenang wanita itu, aku rasa aku akan dihantui rasa bersalah jika mengambilnya. Totalnya dua puluh tujuh juta dollar, aku menggenapkannya menjadi tiga puluh juta dari dompetku sendiri. Jangan khawatir, tiga juta itu berasal dari tempat yang bersih."
__ADS_1
Darel Yon tampaknya telah mentransfer dana terbanyak kepadanya. Rangkaian angka yang panjang itu sangat menggiurkan, bahkan untuk Soma Haruka itu sendiri. Untuk Darel Yon yang mengembangkan bisnisnya dengan akar keserakahan, memberikan dana yang ia dapatkan sudah payah seperti ini, Soma Haruka tidak bisa untuk tidak menertawakannya. Dia jahat, tetapi juga baik. Dia bertingkah dewasa, tetapi juga labil. Soma Haruka menyadari bahwa di antara anggota keluarga Yon, Darel Yon adalah anak yang paling dekat dengannya.
Soma Haruka kemudian memiliki senyum lembut di wajahnya. "Aku akan menerima uang dari Buddha besar Drake dan menganggapnya sebagai kompensasi. Namun, itu saja sudah lebih dan lebih dari cukup. Darel Yon, kamu baru berjalan di dunia bisnis, ini bukan waktunya bagimu untuk menghamburkan uang meskipun atas nama amal. Kamu harus mengstabilkan pendapatanmu terlebih dahulu!" Soma Haruka tidak lupa untuk memberi masukan dan nasehat, karena dia tahu bahwa Darel Yon akan mendengarkan perkataannya dengan baik. Itu saja sudah cukup untuk membuatnya memanjakannya.
Darel Yon juga tersenyum. "Kakak ipar, kamu simpan dulu untukku, kamu bisa menganggapnya investasi jika kamu mau. Baiklah, mari akhiri di sini, sampaikan salamku pada Mayuna Yon dan katakan pada Daniel Yon untuk berhenti berpura-pura lumpuh, kalau dia masih begitu ketika kami bertemu kembali, aku akan memotong kakinya dengan tanganku sendiri!" Dengan kata-kata kasar itu, dia menutup telepon dengan tegas, tidak memberi kesempatan bagi Daniel Yon untuk membalas penghinaannya.
Soma Haruka melihat telepon yang ditutup dan menggelengkan kepalanya dengan tawa tak berdaya. Pada saat itu, Marina Yon dan Mayuna Yon berjalan turun bersama. Marina Yon maju selangkah lebih dulu. "Kakak ipar, kami dengar Darel dan David memberikan uang mereka padamu. Meski aku mengontrol pengeluaranku dengan baik, aku hanyalah pewaris perempuan di keluarga ini. Bagianku hanyalah separuh dari yang di dapat oleh anak laki-laki. Jadi, aku tidak punya banyak uang yang tersisa di kartuku. Silakan ambil ini. Ketika uang sakuku untuk bulan depan dibagikan, aki akan memberikannya kepadamu juga!"
"Yuna juga!" Mayuna Yon menunjukkan kartu bank yang dia pegang erat-erat di tangannya dan bergumam, "Aku juga punya saham di perusahaan. Jadi, kakak tidak perlu mengkhawatirkanku dan bisa mengambil pendapatan dari siaran di Newtube ini." Soma Haruka terdiam melihat bagaimana adik-adik iparnya rela bangkrut demi menyenangkan hatinya. Soma Haruka tercengang sekaligus tersentuh. "Gadis-gadis bodoh, aku punya cukup uang.", Soma Haruka tertawa geli. Dia tidak tahu apa yang memberi mereka citra bahwa dia ini miskin.
__ADS_1
"Ambil milikku juga!" Dean Yon bergegas turun. Dia datang terburu-buru dan terengah-engah. Setelah dia meletakkan kartu bank di atas meja, dia mengucapkan kata demi kata, "Aku tidak punya banyak di dalam sini, tetapi saat aku Dewasa nanti, aku bisa mengambil warisanku sepenuhnya!"