
Sosoknya tersembunyi di bawah bayangan lampu redup, memberikan perasaan dingin dan kesepian. Soma Haruka mandi air panas, dalam tujuan membuat rasa lelah di tubuhnya sedikit berkurang. Dia baru saja berganti piyama untuk mengeringkan rambutnya ketika dia mendengar ketukan di pintu. Dia tanpa sadar melihat waktu. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua malam.
"Siapa?" Saat dia membuka pintu, dia bertanya dengan lembut, "Ini sudah sangat larut. Apa ada masalah?" Dia tidak dalam suasana hati yang baik, sehingga suaranya terdengar sedikit putus asa.
"Istriku, ini aku." Di luar pintu, Daniel Yon berada di kursi roda, memegang dua gelas kaca di satu tangan dan dua botol anggur merah di tangan lainnya. Dia mengangkat tangannya sedikit, membuat lengan jasnya yang rapi terlepas ke bawah, memperlihatkan pergelangan tangan yang proporsional.
Suaranya hangat saat dia bertanya, "Apakah kamu ingin minum bersama?" Keduanya duduk di karpet di depan jendela dan minum tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Malam itu mendung, tidak ada bulan, dan tidak ada bintang yang terlihat. Lampu jalan meremang di kejauhan membentuk garis horizontal yang beraturan.
Soma Haruka minum sebotol anggur merah dalam diam. Dia bersandar di kursinya dan memiringkan kepalanya untuk melihat Daniel Yon. Pipinya memerah dan bibirnya basah. Matanya berair dan berkilau seolah-olah air mata bisa jatuh dari sana kapan saja. Dia tampak lemah dan pasrah, seolah-olah sedang menggoda. Melihatnya, tidak ada lagi keinginan apa-apa selain memeluknya dan menggertaknya sampai dia menangis di bawah tubuh.
"Daniel..." Soma Haruka bergumam dengan suara rendah dan menaruh tangannya di pipi Daniel Yon.
__ADS_1
"Hm?" Daniel Yon meneguk ludah. Istrinya terlihat sangat lezat malam ini. Jika dia tidak diingatkan dengan keras oleh Dokter Ronald Asrahan tentang luka di kakinya, dia pasti akan menyerang Soma Haruka saat ini juga.
"Aku merasa kacau." Soma Haruka menekan dadanya dan bergumam dalam kebingungan, "Namun, aku tidak tahu mengapa aku merasa seperti ini." Dia hanya memiliki pertemuan singkat dengan Saudari Camilla. Dari pengakuan Bos Drake, Saudari Camilla telah menjalani kehidupan tidak manusiawi sebelum dia meninggal. Dia menjalani kehidupan yang penuh lumpur yang kental, tetapi dia masih bisa mempertahankan sedikit ego baiknya. Namun, ego baik inilah yang menyebabkan dia meninggal dunia.
Gadis-gadis lain dapat menyambut kehidupan baru setelah malam ini dan memulai hidup mereka sendiri lagi dengan identitas baru, tetapi Saudari Camilla akan selalu tetap dalam kehidupan yang dia jalani malam sebelumnya, selamanya tidak dapat menikmati perasaan bebas.
Petugas Polisi muda itu mengatakan kepadanya bahwa gadis-gadis yang bersama Saudari Camilla mengatakan bahwa Saudari Camilla baru berusia dua puluh tahun, tahun ini. Saudari Camilla dibawa ke klub malam ketika dia berusia enam belas tahun. Keadaan keluarga Saudari Camilla tidak terlalu baik dan ibunya sudah lama meninggal. Ayah kandungnya adalah seorang penjudi yang kehilangan rumahnya dan akhirnya menjual putrinya sendiri. Dia tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi jika putrinya jatuh ke tangan orang-orang tidak terlacak seperti itu.
Soma Haruka tidak tahu berapa banyak gadis lain di masyarakat ini yang menjalani kehidupan yang begitu gelap. Dia tidak tahu apa yang bisa dia lakukan untuk membantu atau mengubah semua ini. "Seperti ada lubang besar di hatiku, hingga angin terus bertiup ke dalamnya." Soma Haruka menurunkan tangannya dari pipi Daniel Yon dan wajahnya menunjukkan reaksi tertawa, tetapi menangis. "Ini membuatku merasa sangat kosong di dalam dan rasanya sangat mengerikan."
Dia merasa tidak enak, tetapi dia tidak tahu hak apa yang dia miliki untuk merasa seperti itu. "Istriku, katakan padaku semuanya. Aku selalu ada disini untukmu." Daniel Yon gantian memegangi wajah Soma Haruka.
__ADS_1
Dia berkata dengan serius, "Jika hatimu terasa kosong, maka aku akan membantumu mengisinya. Kamu tidak bisa menyelamatkan Saudari Camilla, tetapi kamu bisa mencegah gadis lain berjalan di jalan yang sama dengan Saudari Camilla. Keluaega Yon kami memang bukan keluarga yang sepenuhnya bersih, tetapi kami dapat menyiapkan fasilitas khusus untuk membantu gadis-gadis yang berada dalam kesulitan seperti ini."
Daniel Yon menggengam tangan Soma Haruka. "Kalian saat ini melakukan investasi, kan? Istriku, kamu bisa sisihkan sebagian dari keuntungan dan memasukkannya untuk membuat lembaga amal. Aku akan memastikan Yon Grub menyuntikkan dana ke dalamnya dan mendukungmu."
Daniel Yon memang menyedihkan saat ini, dengan posisi yang ditangguhkan, pergerakannya di dalam Yon Grub menjadi terbatas. Namun, dia dulunya masihlah seorang genius yang terkenal di dunia bisnis. Dengan hanya beberapa kata, dia bisa memberikan keyakinan dan membuat orang-orang mendukungnya.
Bahkan jika permintaannya nanti tidak disetujui, dia sudah memikirkan cara lain untuk mengumpulkan uang untuk dana amal. Dia berkata, "Kamu sebelumnya mengeluh tentang Bibi Namira Krisan yang menipu banyak uang dari wanita kaya, bukan? Kamu dapat mengarahkan mereka untuk berinvestasi bersama. Kamu punya riwayat pengembalian yang bagus dalam berinvestasi. Jadi, mereka pasti akan tertarik. Kalau data itu tidak membuat mereka tertarik, kamu bisa berbicara dengan Darel Yon, minta dia menjamin investasimu. Darel Yon menjadi sangat terkenal di lingkaran atas setelah dia mendaki dengan kecepatan tinggi dan berhasil mengambil alih Eunha Grub."
Soma Haruka memejamkan matanya dua kali. Dia adalah orang yang membangkitkan minat Darel Yon dengan dunia bisnis dan memulai di garis yang sama, tetapi jarak keduanya terlalu jauh. Dia masih kurang berusaha dan kurang keberanian. Dia hanya berani saat yakin akan menang dan hanya berusaha untuk kepentingannya sendiri. Dia pengecut dan egois. Masalah ini juga yang membuatnya terlalu lama mengurus Bos Drake dan pasa akhirnya menyebabkan kematian gadis yang tidak bersalah.
Daniel Yon melihat keputusasaan sedikit muncul di wajah Istrinya dan menjadi sedih. Dia melanjutkan, "Satu-satunya persyaratan adalah bahwa mereka perlu menyumbangkan sebagian dari uang yang mereka peroleh dari investasi untuk dana amal. Dibandingkan dengan uang mereka yang dicurangi oleh Bibi Namira Krisan, mereka pasti akan bersedia membayar harga yang kecil sebagai imbalan atas keuntungan."
__ADS_1
Soma Haruka mengagukkan kepalanya dengan pelan. Dia mengerti garis besarnya. Selain itu, melakukan amal juga bisa memberi orang-orang ini reputasi yang baik dan para sosialita di kelas atas paling peduli dengan reputasi mereka. Rencana ini akan berhasil.