
Untungnya, Soma Haruka tidak tahu apa yang Ling Ran pikirkan. Seandainya tahu, dia akan sangat marah sehingga dia akan memukulinya sampai sekarat. Pada saat ini, Soma Haruka masih dalam suasana hati yang cukup baik, tetapi dia sama sekali tidak boleh diganggu.
"Tuan Muda Ling, sejujurnya Saya tidak ingin melihat Anda lagi. Tolong jangan ganggu Saya di masa depan. Demi persahabatan kita di masa lalu, jangan sampai Saya berselisih dengan Anda, oke?" Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan pergi.
Dia tidak menyangka Ling Ran akan menjadi begitu gigih. Pria itu mengambil langkah ke depan dan meraihnya. Dia tidak berpikir bahwa apa yang sedang ia lakukan salah dan malah mencoba untuk membujuk Soma Haruka. "Baiklah, Haruka. Aku salah, oke? Kamu bisa mengabaikanku, tetapi aku tidak bisa mengabaikanmu begitu saja. Aku mengetahui apa yang terjadi hari ini. Meskipun kamu secara status adalah Nyonya Yon sekarang, kamu tidak boleh begitu agresif hanya karena kamu memiliki kekuasaan sekarang. Aku tidak tahu kehidupan seperti apa yang kamu miliki sebelumnya dan kebiasaan apa yang telah kamu ambil saat diasingkan."
Dia berhenti sejenak kemudian melanjutkan, "Namun, kamu harus tahu bahwa Bibi Namira Krisan adalah keluarga Daniel Yon, dia anggota keluarga Yon yang memegang posisi tinggi. Kamu sebaiknya tidak menyinggung Bibi Namira Krisan, apalagi jika itu hanya demi Marina Yon. Dalam keluarga besar seperti ini, David Yon, Marina Yon, dan yang lainnya hanyalah saudara tak terikat darah dengan Daniel Yon. Mereka tidak memiliki status apapun dalam keluarga Yon, bahkan jika mereka bisa mengikuti kompetisi ahli waris, mereka tidak akan pernah bisa memenangkannya. Jadi, tidak peduli seberapa baik kamu bergaul dengan mereka, kamu tidak akan mendapat manfaat yang benar-benar berarti. Lebih baik memiliki hubungan yang baik dengan Bibi Namira Krisan!"
Soma Haruka hampir tertawa ketika mendengar itu. Dia bertanya-tanya apakah sikapnya begitu baik selama ini sehingga dia memberinya ilusi bahwa dia bisa menghakiminya dan mengajarinya apa yang harus dilakukan. "Lalu, apa hubungannya antara aku yang membela adik-adik suamiku denganmu? Apa hubungannya!?"
"Ap-apa?" Ling Ran tercengang. Dia tidak percaya bahwa Soma Haruka membentaknya.
__ADS_1
Soma Haruka berbicara dengan dingin, "Apakah kamu sedang mencoba mengajariku apa yang harus aku lakukan atau kamu malah ingin mengontrolku? Apakah kamu pikir kamu memiliki hak untuk melakukannya? Kamu sepertinya sedang mabuk, sebaiknya minum jus sebelum pergi." Soma Haruka mengangkat tangannya dan menuangkan lebih dari setengah jus di tangannya ke kepala Ling Ran.
Tubuh Ling Ran bergetar. Dia merasa kecewa saat rasa dingin dari jus menyerangnya. ",Jangan muncul di depanku lagi. Jangan berpikir aku tidak akan memukulmu." Soma Haruka meletakkan cangkir dan mencibir, "Kamu pria yang egois. Aku tidak ingin melihatmu lagi."
Orang seperti dia hanya akan mengerti betapa Soma Haruka membencinya jika kakinya patah. Jika keluarga Ling tidak begitu kejam dalam tindakan mereka saat itu, ibunya mungkin akan meninggal dengan jauh lebih tenang. Saat mengetahui ibunya sakit berat dan ayahnya mencampakkan Soma Haruka, keluarga Ling bergegas ke ranjang rumah sakit untuk memutuskan pertunangan antara Soma Haruka dengan Ling Ran. Sehingga hal itu membuat ibunya khawatir tentang kehidupan Soma Haruka setelah ia meninggal dan akhirnya berpulang dengan kegelisahan yang membakar tulang.
"Haruka." Ling Ran merasakan sakit yang tajam di hatinya. Sebelum dia bisa melakukan hal lain, sebuah tangan tiba-tiba terulur dari sampingnya. "Apakah kamu tidak mendengar Haruka mengatakan bahwa dia tidak ingin melihatmu lahi? Enyahlah, Tuan."
"Kamu baru sampai? Apa yang membuat kalian begitu lama?" Melihat Rayan Moon, senyum di wajah Soma Haruka kembali terbit. Dia bertanya, "Di mana Sintia Wang dan Bari Hen?"
"Mereka pergi mencari Marina Yon." Mendengar suara Soma Haruka, ekspresi wajah Rayan Moon melunak. "Aku kemari untuk menyapamu dulu." Mengetahui bahwa kehadirannya sedang diabaikan, mata Ling Ran memerah. Dia mengertakkan giginya dan berkata, "Rayan Moon, kamulah yang harus pergi. Masalah ini tidak ada hubungannya denganmu."
__ADS_1
"Tuan Muda, haruskah aku memukul kepalamu agar kamu menurut?" Rayan Moon menatap Ling Ran dengan dingin. "Rayan Moon, bukankah aku sudah bilang padamu kalau kamu harus berhenti berpikir untuk menggunakan tinjumu untuk menyelesaikan semuanya?" Soma Haruka menggelengkan kepalanya, Darel Yon bisa berubah seluar biasa itu karena dia mulai menggunakan kepalanya terlebih dahulu alih-alih tinjunya. Dia yakin Rayan Moon pun, bisa menjadi sesuatu ketika mulai berpikir jernih.
Rayan Moon membeku ketika dia mendengar kata-kata Soma Haruka. Soma Haruka mengabaikan Ling Ran dan menyeret Rayan Moon ke pojok untuk menceramahinya. Ling Ran berdiri di sana dengan linglung setelah mereka pergi.
Mereka tidak menyadari bahwa ada lampu berkedip di sudut. Setelah beberapa saat, seseorang berlari keluar dengan kamera dengan penuh semangat.
Hasil dari perjamuan ini sangat memuaskan bagi ketiga keluarga jesar, khususnya keluarga Yon. Berita mengenai keluarga Ken dan keluarga Asrahan yang ternyata berhubungan baik dengan keluarga Yon membuat kegemparan yang meriah. Kehadiran mereka malam itu menyebabkan banyak perusahaan kecil dan sedang menjadi bersemangat untuk menetap dan mengambil tempat di area baru di Distrik Pusat, mereka termakan provokasi palsu Darel Yon yang menyebar berita palsu tentang alasan tiga genius berkumpul dalam perjamuan malah itu adalah karena masalah pembangunan kota baru. Hal ini dia lakukan untuk menaikkan harga lelang tanah miliknya yang belum terjual.
Bukan hanya Darel Yon yang mengalami keuntungan, masing-masing anggota keluarga Yon lainnya juga merasakan manfaat dari artikel-artikel pada perjamuan malam ini. Begitu pula dengan Soma Haruka, yang mana dia telah menerima banyak undangan selama periode ini karena hal itu.
"Luar biasa, berpikir aku akan mendapatkan undangan formal sebanyak ini. Ah, apakah hal ini biasa untuk seorang Nyonya?" Soma Haruka menepuk setumpuk undangan di atas meja saat dia meratap dan mengeluh. Soma Haruka mendapat undangan untuk minum teh sore, bermain golf, menikmati spa, menunggang kuda, dan pertemuan sosialita. Belum lagi yang ditulis secara daring, Soma Haruka baru tahu bahwa menjadi kaya itu merepotkan.
__ADS_1
"Kamu boleh menolaknya jika tidak ingin pergi." Daniel Yon menatapnya dengan tajam. "Mereka mengundangmu karena ingin tahu tentangku. Kalau kamu berniat pergi hanya agar membantuku untuk membangun koneksiku kebali, lebih baik lupakan saja, aku tidak mau istriku menjadi alat berpolitik." Suaranya tenang, tetapi membawa rasa percaya diri dan kepastian yang kuat.