Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 156 : Soma (2)


__ADS_3

"Apa? Omong kosong apa yang kamu bicarakan, Hanah? Apa kamu tidak mendengar penjelasanku!?" Aguero Asrahan tercengang. Setelah jeda, kemarahannya melonjak ke langit. "Soma Hanah, apakah kamu tidak tahu bagaimana perasaanku padamu? Apa kamu meragukanku!?"


"Ya, aku tidak tahu dan aku juga ragu!" Soma Hanah dikelilingi oleh kemarahan. Suaranya tajam saat dia menjawab, "Jika kamu benar-benar tidak menyukainya, mengapa kamu menawar anting-antingnya dengan harga setinggi itu? Lalu, sekarang! Kamu bahkan meneleponku hanya untuk mengintrogasiku karena dia. Aguero Asrahan, kamu benar-benar membuatku kecewa!"


"Soma Hanah, ada apa denganmu? Bagaimana bisa kamu mengajakku berkelahi tanpa alasan yang jelas!" Aguero Asrahan sangat marah. Dia selalu sombong dan terbiasa mendominasi. Jadi, bagaimana dia bisa tahan ditanyai dengan keras seperti ini? Dengan ekspresi dingin di wajahnya, dia berkata, "Perilakumu membuatku sangat jijik. Jika kamu bersikeras salah paham tentang masalah ini, biarlah. Itu saja dariku, aku akan menutup telepon!"


Dia menutup telepon segera setelah dia selesai berbicara. Soma Hanah yang mendengarkan nada pemutusan di teleponnya dengan tidak percaya. Dia melemparkan teleponnya ke lantai dan berteriak sebelum dia jatuh memeluk lututnya dan menangis. "Apa yang terjadi, Hanah?" Sarah Lan berlari ke atas dengan tergesa-gesa ketika dia mendengar suara teriakan putrinya. "Bukankah kamu sedang menelepon Aguero Asrahan? Kenapa kamu tiba-tiba menangis? Apa dia membuatmu marah?"


"Ini semua salah Soma Haruka, wanita rendahan itu lagi-lagi mengangguku, Bu!" Soma Hanah membalik pot bunga di balkon dengan tatapan ganas, dia berdiri dalam kekacauan dengan kebencian di matanya. "Wanita kumuh itu sudah berani merayu Aguero Asrahan. Cepat atau lambat, aku akan membuatnya berlutut di tanah dan memohon padaku!"


"Sabarlah, Sayang, tenangkan dirimu dulu, oke?" Sarah Lan memeluk Soma Hanah dan menghiburnya. "Serangga itu pasti akan mengalami kejatuhan yang hebat, tenang saja. Ketika Daniel Yon jatuh, dia akan merangkak di bawah kakimu untuk meminta belas kasih. Maka dari itu, tenangkan dirimu, putriku."

__ADS_1


Di sisi lain, Soma Haruka tidak tahu bahwa Soma Hanah dan Aguero Asrahan bertengkar hebat karena dia. Tentu saja, bahkan jika dia tahu, dia tidak akan punya waktu untuk mempedulikannya. Karena dia memiliki sesuatu yang penting untuk dilakukan sekarang, dan dengan berita yang melaporkan segala sesuatu yang berhubungan dengannya, mereka dapat memanfaatkannya.


Suara Roy Martian membawa senyum di wajah Soma Haruka ketika dia berkata, "Saya sedang memikirkan kapan kita harus mempublikasikan yayasan, tetapi Saya tidak berharap Nona Soma akan memberi kita kesempatan yang begitu baik tanpa mengatakan apa-apa. Media sedang heboh sekarang, banyak jurnalis yang akan menulis tentang yayasan kita karena Anda menolak semua wawancara mereka. Saya belajar satu hal lagi dari Anda, Nona, terimakasih."


"Jangan terlalu menyanjung, ini hanya kebetulan," kata Soma Haruka sambil tersenyum. "Baik. Jadi, sudah diputuskan. Kita akan mengumumkan berita tentang pembukaan yayasan malam ini!"


Gedung dan segala fasilitas yayasan untuk membantu perempuan yang kesusahan telah selesai, semuanya sudah siap untuk pengumuman resmi. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengumumkan berita yayasan dan menghemat sejumlah uang yang akan digunakan untuk promosi.


Yayasan Camilla telah menyebabkan diskusi muncul di mana-mana. Kata-kata yang ditulis secara pribadi oleh Soma Haruka telah menyebabkan tak terhitung banyaknya wanita yang berada di masa-masa sulit untuk merasa tenang.


Soma Haruka memberi tahu mereka bahwa mereka tidak boleh menyerah. Dia menunjukkan kepada mereka bahwa mereka masih bisa melihat cahaya harapan dalam hidup mereka. Itu juga menunjukkan kepada mereka bahwa ada orang yang menyadari kesulitan mereka dan bersedia menjadi tempat untuk mereka pulang dan bersandar.

__ADS_1


Soma Haruka berkata bahwa Yayasan Camilla akan menerangi bintang dalam hidup mereka, memberi mereka harapan dan kehidupan yang berbeda.


Soma Haruka tidak peduli betapa mengejutkannya kata-katanya. Baginya, dia hanya melakukan apa yang ingin dia lakukan untuk mengenang jasa Saudari Camilla dan meneruskan perjuangannya, dan dia akan mencoba yang terbaik untuk melakukannya dengan baik. Dengan demikian, dia tidak merasakan beban psikologis. Saudari Camilla yang tidak berdaya bisa melakukannya, maka dia juga pasti bisa.


Soma Haruka mandi dan pergi tidur dengan tenang. Namun, hal yang tidak dia ketahui adalah bahwa setelah dia tertidur, orang-orang yang mengaku pandai menganalisis berbagai hal mulai menganalisis prospek perkembangan Yayasan Camilla dan kesulitan spesifik implementasinya.


"Saya pikir Yayasan Camilla didirikan dengan niat yang sangat baik, tetapi kekuatan Nona Soma sendiri pada akhirnya terbatas. Di dunia ini sendiri hanya ada dua macam wanita, yang diperlakukan secara khusus, atau yang sebaliknya. Yayasan ini terlalu arogan untuk menyebut bahwa mereka bisa membantu separuh populasi wanita. Saya minta maaf sebelumnya, tetapi ini adalah fakta bahwa orang biasa tidak dapat menyelamatkan dunia. Lalu, apa tujuan didirikannya Yayasan Camilla? Apakah itu bentuk penghiburan atau ada niat lain di baliknya?"


Analisis orang ini seolah-olah melihat jauh dan lurus ke masa depan, dia menggunakan nada khawatir untuk menganalisis tekanan yang dialami Soma Haruka dan model operasi Yayasan Camilla yang transparan. Dengan analisis orang ini, arah angin telah berubah. Semua orang mulai tidak memiliki harapan untuk Yayasan Camilla.


Tentu saja, ada juga orang-orang yang mengatakan bahwa jika Yayasan Camilla tidak dapat ditopang oleh Soma Haruka saja, maka semua orang akan menyumbang bersama dengannya, bahu membahu dan merombak pemikiran dangkal orang-orang yang menyebut diri mereka sebagai master itu. Mereka bahkan meminta Yayasan Camilla untuk membuka saluran donasi sesegera mungkin.

__ADS_1


Mata Bibi Namira Krisan merah karena cemburu saat melihat situasi ini. Dia sangat berharap bahwa dia bisa menendang Soma Haruka keluar dan menggantikannya sebagai pemilik Yayasan baru ini. Ada begitu banyak perempuan elite independen yang tersinggung dengan artikel itu dan benerapa dari rekannya sendiri merasa tertarik. Jika semua orang kaya ini ingin mendukungnya dan menyumbang sedikit dari harta mereka, berapa banyak uang yang akan dia terima? Itu pasti jauh lebih besar dari acara lelang amal yang ia selenggarakan!


__ADS_2