
Darel Yon juga maju, membuat suasana menjadi sangat berat. Saat dia sampai di depan Karina Arthur, semua orang meneguk ludah, dan mereka memiliki satu pikiran yang sama, gadis dari keluarga Arthur itu pasti akan pulang dengan bersimpah darah.
Darel Yon merentangkan tangannya di depan wajah Karina Arthur dan tersenyum jahat, "Sejujurnya aku tidak suka bicara terlalu banyak. Aku lebih suka berterus terang dan menyerang secara langsung." Orang-orang sudah menutup mata mereka, tetapi Darel Yon hanya menaruh tangannya di atas kepala Karina Arthur yang masih membeku. Dia teringat dengan rumor Darel Yon yang pernah membunuh orang, sehingga dia merasa takut sekarang.
"Kamu beruntung, aku berjanji kepada seseorang kalau aku tidak akan memukul perempuan kecuali di atas ranjang. Namun, seharusnya ada laki-laki di keluarga Arthur, kan? James Arthur, aku ingat nama kakakmu yang gemuk itu. Aku rasa kami bisa mendapatkan beberapa percakapan yang bagus bersama."
Percakapan yang bagus? Hal itu tidak mungkin terjadi. Semua orang di perjamuan itu tahu bahwa Darel Yon aslinya adalah orang gila yang tindakannya tidak masuk akal. Dia adalah seseorang yang akan memukuli orang hanya karena perbedaan pendapat sekecil apa pun.
Anggota keluarga Arthur memang terkenal dengan sebutan ular putih yang licik. Mereka terbiasa menggali lubang dan menyaksikan lawan mereka jatuh ke dalamnya dan mati. Namun, apa yang bisa mereka lakukan untuk orang gila? Terlebih orang gila itu memegang plakat emas berlian hitam di tangannya.
Ekspresi Karina Arthur langsung berubah jelek. Dia tidak pernah berpikir bahwa seluruh anggota keluarga Yon akan membela Yuna Yon dengan seluruh yang mereka punya.
__ADS_1
Yuna Yon tidak mengharapkan ini terjadi. Dia berpikir bahwa dia harus menanggung penghinaan ini sendirian. Dan kemudian dia harus bersembunyi di suatu tempat dan merawat lukanya sendiri. Namun, keluarganya melindunginya dan menerjang badai bersamanya. Tidak, itu bukan cara yang tepat untuk mengatakannya. Keluarganya memblokir badai dan memberinya tempat yang aman dan melindunginya.
Hati Yuna Yon dipenuhi dengan kehangatan dan rasa syukur. Air mata yang baru saja terhapus kembali mengalir ketika dia melihat sosok kakak-kakaknya yang kokoh. Namun, kali ini air mata itu bukanlah air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan.
Yuna Yon tahu bahwa semua perubahan itu disebabkan oleh kakak iparnya. Kakak iparnya datang ke sisinya seperti penyelamat, memberinya kehidupan baru dan kemampuan untuk percaya dengan dirinya sendiri.
Soma Haruka melihat bahwa adik iparnya itu sudah kembali tenang dan mendapatkan keberaniannya kembali. Dia memegang tangan Yuna Yon, kemudian tersenyum pada semua orang di aula perjamuan. Dia setengah berteriak, "Kalian semua sepertinya berpikir bahwa Nona Muda Ke lima keluarga kami tidak berbakat. Sepertinya kalian salah paham, karena saat pertama kali aku mendengar nyanyiannya, aku tahu bahwa dia lebih berbakat dari siapapun yang tampil sebelumnya!" Tatapan mata Soma Haruka secara samar menuju ke arah Soma Hanah adik tirinya.
Mata Yuna Yon berbinar dan pipinya memerah saat Soma Haruka memujinya. Tidak tahu apakah itu karena air matanya yang memantulkan cahaya atau sesuatu yang lain, tetapi matanya saat ini sangat cerah, sehingga David dan Marina Yon merasa senang sudah membelanya. Darel Yon menghampiri adik perempuannya, menyesuaikan tinggi badan dengannya kemudian memberinya kepalan tangan agar Yuna menjadi semangat.
"Nona Muda Arthur, sebagai keluarga Yuna Yon, aku pikir aku mengenalnya lebih baik daripada kamu. Karena kamu lebih percaya rumor daripada ucapanku, apa benar keluarga Arthur adalah keluarga penggosip?" Soma Haruka tetap tenang, dia percaya diri dengan ucapannya. Karina Arthur sangat marah sehingga wajahnya memerah. Dia tidak akan semarah itu jika Marina Yon yang mengejeknya, tetapi orang ini adalah Soma Haruka, wanita dari daerah miskin yang tinggal bersama kriminal dan pengemis.
__ADS_1
Wanita tidak berbudaya seperti ini mengejeknya? Karina Arthur tidak terima. Dia berkata dengan marah, "Lidahmu sangat tajam, untuk seseorang yang berasal dari distrik kumuh, atau karena kamu berasal dari sana itu sebabnya lidahmu sangat tajam?"
"Soma Haruka, bahkan jika kamu mengatakan bahwa Nona Muda ke lima adalah yang terbaik, mungkin dia memang yang terbaik di antara pengamen dan pengemis yang kamu kenal saja. Namun, faktanya, Nona Muda ke lima adalah sampah yang bahkan tidak bisa menyanyi dan memainkan musik dengan benar! Tanyakan padanya sekarang, apakah dia berani tampil di atas panggung? Apakah dia punya nyali untuk melakukannya?!"
"Karina Arthur, jangan melewati batas!" Marina Yon berteriak padanya dengan marah. "Kamu juga bagian dari keluarga besar Yon, seharusnya kamu tahu dengan jelas bahwa adik perempuanku memiliki trauma, tetapi kenapa kamu masih sangat agresif kepadanya. Apakah kamu tidak punya rasa malu!?"
"Siapa yang tahu kalau itu cuman rumor yang kalian buat untuk menutupi rasa malu? Akui saja, Nona Muda ke lima tidak berani naik ke atas panggung, kan?" Karina Arthur berpikir bahwa dia sudah berada di atas angin. Dia berkata dengan sombong, "Aku agresif? Kakak iparmulah yang memutarbalikkan fakta dan membuat Nona Muda ke lima tampak lebih baik dari yang sebenarnya!"
Soma Haruka mengabaikan perang lidah antara Karina Arthur dengan Marina Yon. Dia berbalik untuk melihat wajah adik iparnya, "Yuna, apakah kamu ingin naik ke atas panggung dan mencobanya? Aku dengar dari Darel Yon, Maestro Roseta adalah idolamu selama ini. Dia memintaku untuk membantumu menjadi muridnya, bagaimana menurutmu?"
Yuna Yon tertegun sejenak, lalu dia bertemu dengan mata kakak laki-lakinya yang percaya padanya. "Kami ada bersamamu!" Soma Haruka tidak terburu-buru. Dia dengan lembut meyakinkan Yuna Yon, "Tidak perlu dipusingkan, kamu pasti bisa. Kami semua percaya padamu. Bahkan jika kamu melakukan kesalahan, kami akan tetap bersamamu."
__ADS_1
Soma Haruka tidak akan memaksa Yuna Yon untuk tampil hanya karena kata-kata jahat Karina Arthur. Alasan dia mendorongnya untuk tampil adalah karena dia sebelumnya melihat keinginan Yuna Yon untuk tampil di hadapan idolanya. Dalam hati, Yuna Yon pasti berharap bisa berinteraksi dengan Maestro Roseta atau belajar beberapa hal darinya.
Soma Haruka tidak ingin Yuna Yon menyesal. Dia juga berharap Yuna Yon dapat menggunakan kesempatan ini untuk mengatasi trauma dalam dirinya dan berdiri di depan orang lain dengan berani. Bakat Yuna Yon sangat luar biasa, dia seharusnya tidak terbelenggu oleh masa lalunya dan menjalani kehidupan yang menyedihkan seperti ini.