
Keluarga Ken dan Keluarga Yon adalah musuh bebuyutan yang memperebutkan posisi pertama. Ken Bara dan Daniel Yon seumuran, mereka sama-sama genius dan memimpin keluarga mereka menuju kejayaan. Mereka hanya tidak menunjukkannya dan menjaga penampilan mereka seolah-olah berhubungan baik.
Keluarga Ken, Kekuarga Yon, dan Keluarga Asrahan. Ketiganya telah berkuasa untuk waktu yang lama di Distrik Pusat ini, dan mereka memegang sebagian besar sumber daya yang tersedia. Banyak orang ingin menyeret mereka ke bawah, menyaksikan mereka bertarung, dan kemudian menuai keuntungan. Karena itu mereka tidak saling menggigit dan hanya menyerang dengan santai.
Di balik insiden sederhana ada arus bawah yang tidak bisa dilihat, tetapi terasa dengan jelas. Para tamu melihat bahwa Nyonya baru keluarga Yon sepertinya sangat kuat, dan rumor tentangnya hanya omong kosong. Dia baru saja menikah dengan Daniel Yon beberapa waktu yang lalu, tetapi saudara-saudara Daniel Yon yang terkenal tidak mudah didekati, dia sudah mendapatkan tempat di hati mereka. Bahkan Ken Bara sepertinya menghormatinya.
Meskipun mereka memandang rendah latar belakang Soma Haruka, tetapi wanita itu membuktikan kepada mereka nilainya. Orang-orang yang sebelumnya menghindari untuk berinteraksi dengannya dan yang sebelumnya mencoba untuk mempermalukannya, kini mereka semua bergerak mendekat dan mulai mengobrol dengannya.
Bukan ini yang ingin dilihat Helma Krisan, sekarang rencananya yang ia susun matang-matang sudah hancur tak berbekas. Dia menggigit sudut bibirnya dengan erat, matanya dipenuhi dengan kedengkian.
Helma Krisan tidak bisa lagi mengendalikan kebencian di hatinya. Semua yang ada di keluarga Yon membuatnya kesal kecuali Darel Yon, mereka sombong dan bodoh, tetapi orang-orang dengan senang hati menundukkan kepala. Mereka sudah menjatuhkan Daniel Yon dan orang yang berkuasa sekarang adalah kakaknya, Ares Krisan. Adik-adik Daniel Yon seharusnya sudah tidak punya keberanian lagi untuk bertingkah sok berkuasa.
Mereka seharusnya memohon agar bisa bergantung pada keluarga Krisan untuk bertahan hidup di masa depan. "Bagaimana mereka masih begitu angkuh? Akan aku tunjukkan kalau kalian sebenarnya sudah tidak punya kekuatan!" batin Helma Krisan, urat kesabarannya terputus dan akal sehatnya bergetar.
Dia menarik lengan temannya dan berkata, "Ayo pergi!" Helma Krisan mengertakkan gigi. Tatapannya melewati kerumunan dan mendarat pada Soma Haruka. Dia ingin mencabik-cabik wanita itu sekarang juga, tetapi posisi Soma Haruka saat ini terlalu kuat. Jadi, dia mencari alternatif lain untuk menyalurkan rasa kesalnya.
__ADS_1
"Pertama-tama, mari kita berurusan dengan Marina Yon terlebih dahulu."
Belasan menit kemudian, Soma Haruka akhirnya lolos dari kerumunan besar orang yang datang untuk mengobrol dengannya. Darel Yon kembali dan mereka semua mengikuti ke mana Soma Haruka melangkah di belakangnya.
Pada saat itu, serangkaian teriakan keras dan pertanyaan tajam datang dari luar. "Marina Yon, apa yang baru saja kamu lakukan!?"
"Marina Yon?" Soma Haruka berhenti di jalurnya. Dia dengan cepat berbalik dan berjalan keluar pintu, menuju asal suara keras tersebut. Sementara adik-adik iparnya dengan santai mengikuti di belakang.
Saat teriakan itu terdengar, berapa tamu dengan cepat berjalan ke tempat itu sehingga menciptakan kerumunan kecil.
Kisah awal mula keluarga Asrahan sudah seperti legenda. Semua dimulai dari vas bunga, berkembang, dan bertumbuh hingga sebesar sekarang. Oleh karena itulah keluarga Asrahan membuat vas dan bunga menjadi simbol keluarganya. Mereka mulai mengoleksi vas dan pot antik dan beberapa tahun terakhir mereka tertarik dengan bunga dan tanaman langka.
Kepala keluarga Asrahan mengadakan perjamuan besar ini karena penelitian mereka selama beberapa tahun akhirnya berhasil dan bunga anggrek jenis baru telah terlahir. Dalam perjamuan ini, mereka ingin mengumumkan bahwa bunga anggrek ini akan menjadi simbol resmi keluarga Asrahan.
Sebelumnya, beberapa pecinta anggrek menawarkan ratusan juta dolar untuk membeli anggrek itu dari Kepala Keluarga Asrahan, tetapi dia menolak tawaran itu. Bunga ini dibuat dengan kerja keras mereka. Jadi, hanya keluarga mereka yang bisa memilikinya.
__ADS_1
Namun, sekarang, anggrek yang sangat berharga ini hancur di tanah, pot bunganya pecah, tanah berserakan, dan anggrek terkulai tak bernyawa.
Wajah Marina Yon pucat pasi saat dia berdiri di antara kerumunan. Dia menggelengkan kepalanya tanpa henti dan menjelaskan, "Bukan, bukan aku yang melakukannya! Ma-maksudku aku tidak melakukannya dengan sengaja..."
Saat dia pergi mencari udara segar, dia kagum dengan kediaman keluarga Asrahan yang penuh dengan tanaman, dia berkeliling dan melihat bunga yang sangat indah bermekaran di rumah kaca. Jadi, dia masuk untuk melihatnya. Dia tidak menyangka bahwa ketika dia hanyut mengagumi anggrek yang berharga ini, seseorang muncul dan menabraknya. Akibatnya, dia secara tidak sengaja menjatuhkan anggrek itu ke tanah.
"Marina Yon, bukankah aku sudah bilang kalau pesta ini diadakan karena bunga anggrek cantik buatan keluarga Asrahan dan kita tidak boleh menyentuhnya!" Helma Krisan menekan kegembiraan di matanya dan kembali berkata dengan keras, "Aku tahu kalau kamu penasaran, karena aku dan tamu yang lain pun merasakannya, tetapi tidak sepertimu kami tahu kalau anggrek ini sangat berharga dan tidak berani untuk melihatnya tanpa izin kepala keluarga Asrahan. Namun, kamu sangat sombong. Jadi, kamu berjalan mendekat untuk mengamati dan kemudian karena kamu ceroboh, kamu menjatuhkan anggrek itu!"
"Nona Yon!" Cucu perempuan keluarga Asrahan datang. Helena Asrahan adalah seorang gadis berambut pendek dengan kepribadian yang ceria. Namun, tidak peduli seberapa baik sifatnya, melihat seseorang menghancurkan anggrek kebanggaan kakeknya, dia tentu saja akan marah. "Anggrek ini adalah kebanggaan kakek. Apakah kamu berpikir ini masalah kecil yang bisa selesai dengan berkata kalau kamu tidak sengaja dan meminta maaf?"
Marina Yon ingin menangis, tetapi dia tidak boleh melakukannya. Dia tidak bersalah, ada seseorang yang punya dendam padanya dan ingin mempermalukannya. "Aku tidak melakukannya dengan sengaja!" Dia mencoba membela diri.
Meskipun dia sombong, tetapi dia tidak bodoh. Mengapa dia sengaja menghancurkan anggrek ini ketika dia tahu betapa berharganya itu? Apa yang bisa ia dapatkan dari melakukannya?
"Seseorang menabrakku dari belakang. Jadi, aku tidak sengaja menjatuhkan anggrek…" Marina Yon ingin menjelaskannya lebih jauh, tetapi ketika dia melihat tatapan orang-orang yang mengelilinginya, dia tahu bahwa apapun yang ia katakan, tidak akan ada yang mempercayainya.
__ADS_1
Saat Marina Yon berbicara berikutnya, dia merendahkan suaranya. "Ak-aku tahu kamu tidak akan percaya padaku, tidak peduli apa yang aku katakan sekarang. Bahkan jika seseorang menabrakku, akulah yang memecahkan anggrek itu. Jangan khawatir, Nona Asrahan, aku akan memikirkan cara untuk memberi kompensasi kepada keluargamu."