Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 19 : Ketidaknormalan


__ADS_3

Begitu tahu bahwa Yuna menatapnya balik dengan kebingungan, Darel Yon mencibir, "Dasar cengeng. Berapa usiamu?"


Bahu Yuna langsung lemas ketika mendengarnya. Dia sudah berusia lima belas tahun, dan karena itu benar, dia tidak membantahnya, tetapi diam-diam menundukkan kepalanya dan mempercepat memakan bubur di mangkuknya.


Darel memperhatikannya dan dia merasa candaannya sudah kelewatan. Dia menaruh tangan besarnya ke kepala kecil Yuna dan secara sadar mengacak-acak rambut gadis itu.


"Jangan iri. Jika begitu saja kamu menangis, kamu tidak terlihat seperti seorang dari keluarga Yon."


Yuna membenarkannya. Apa yang dikatakan kakak laki-lakinya adalah kebenaran, dan dia memang tidak tampak seperti anggota keluarga Yon sama sekali.


Tak perlu dikatakan betapa luar biasanya Daniel Yon. Bahkan jika dia lumpuh, dia masih memimpin Yon Grub dengan baik. Kakak laki-laki ketiganya, Darel Yon nampak sombong dan mendominasi, dia tidak takut apa pun, dan percaya dengan dirinya sendiri. Bahkan adik bungsunya, Dean Yon sangat pintar dan berkelakuan baik.


Tapi bagaimana dengan dia? Dia tidak memiliki harga diri, lemah, dan biasa saja. Mereka adalah bangsawan yang tinggi dan perkasa, sedangkan dia adalah jelata yang menyedihkan dan rendah. Dia tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik. Dia tidak cocok dengan keluarga Yon yang penuh kemuliaan. Adalah kesalahan baginya untuk berada di sini. Bahkan jika ia ingat-ingat lagi tentang cerita kelahirannya, adalah sebuah kesalahan baginya untuk hidup di dunia ini.


Yuna mengerutkan bibirnya saat air matanya jatuh ke dalam mangkuk. "Kamu melakukannya lagi?" Darel Yon mengulurkan tangannya dan menyapu air mata gadis itu dengan tisu. Dia hanya ingin mencairkan sedikit suasana, tetapi rupanya itu malah memperburuk keadaan.


"Jangan menangis dan jangan iri. Aku tidak punya suasana hati yang baik untuk pergi ke sekolah hari ini. Jadi, kamu tidak akan sendirian. Jangan takut kesepian lagi, aku tidak akan meninggalkanmu." Darel mencoba menenangkan dan dengan hati-hati merangkul Yuna untuk memeluknya.

__ADS_1


Yuna Yon tercengang, dia merasa canggung, tetapi membiarkan kehangatan itu. Dia mengangkat mata merahnya dan menatap Darel tanpa bergerak. Darel merasa lebih bersalah ketika Yuna menatapnya seperti itu.


"Surat izin mengemudiku keluar beberapa hari yang lalu. Naiklah ke atas dan ganti pakaianmu. Ayo kita pergi dan mencari ponsel yang dulu aku janjikan padamu."


Setelah mengatakan itu, Darel melepas pelukannya dan dia mengambil ponselnya untuk kemudian menelepon seseorang.


Yuna melihat penampilan kakak laki-lakinya yang sedikit acak-acakan dan sudut mulutnya tiba-tiba meringkuk. Dia tidak bisa menahan senyum dan karena merasa malu, ia segera berlari ke atas seolah dikejar oleh serigala.


Di sisi lain, mobil keluarga Yon melaju ke pusat perbelanjaan terbesar di kota. Haruka mendorong Daniel melalui pintu masuk mal sementara kamera melintas di belakangnya.


"Wow, apakah semua orang di keluarga Yon hidup dengan popularitas seperti ini?" Haruka bertanya dan dia melirik para reporter yang coba dihadang oleh Kepala Pelayan Hans. Daniel berkata dengan senyum tipis, "Sepertinya kita akan menjadi berita utama besok."


Tidak perlu mencaritahu lebih jauh mengenai pelakunya. Daniel sudah bisa memperkirakannya. Ada orang bodoh yang tidak memiliki kemampuan bersosial, tidak loyal, dan tidak bermoral, tetapi lucunya membuat banyak orang ternama tertarik untuk berteman dengannya.


Mereka berdua memasuki toko pakaian kelas atas. Setelah berganti pakaian baru di ruang ganti, mereka menyelinap keluar dari pintu belakang pusat perbelanjaan dan pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan menyeluruh kaki Daniel.


Dokter melihat hasil tes dan ekspresinya berubah sangat jelek. Ketika Soma Haruka melihat itu, dia sedikit merasa khawatir. "Dokter, apakah ada harapan untuk kaki suami Saya?" Dia bertanya.

__ADS_1


Dokter itu memiringkan kepalanya, dia mengangkat kaki panjangnya ke meja, dan dengan ekspresi jijik menatap ke arah kaki Daniel seperti seorang hooligan. "Apa kamu bodoh?" Dokter itu melemparkan laporan ke atas meja. "Kalian datang dari rumah sakit terbaik dan sudah mendapatkan jawabannya. Mengapa masih bertanya? Lagipula itu sepertinya sudah cukup lama, apa kalian bahkan serius mencoba mengobatinya?"


Dokter itu masih muda. Dia tinggi dan memiliki tubuh yang bagus. Dia mengenakan mantel putih, tetapi sepertinya hatinya berwarna hitam. Dia memang tampak seperti pria terhormat, tetapi kata-kata yang dia ucapkan tidak sopan sama sekali.


Haruka hampir saja menendangnya dan Daniel sudah mengepalkan tinjunya. "Apa maksudmu!?" Kepala Pelayan Hans maju dan berdiri di hadapan mereka. Mereka diikuti reporter sebelumnya, jika kekerasan terjadi sekarang, semuanya akan berakhir dengan sangat buruk.


Meskipun Daniel mencoba yang terbaik untuk mengendalikan emosinya, rasa sakit hati masih terlihat di matanya dan buku-buku jarinya yang pucat masih mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.


Haruka menenangkan dirinya sendiri dan meletakkan tangannya di punggung Daniel Yon, menghiburnya dalam diam.


Dokter itu menurunkan kakinya, wajahnya kembali normal dan saat ini menjadi terlihat profesional. Dia mengambil kembali laporan itu dan berkata, "Maksudku kakinya bisa disembuhkan."


Soma Haruka dan Daniel Yon saling tatap. Mereka tidak tahu sebenarnya orang di hadapan mereka benar-benar seorang dokter atau malah penjahat yang menyamar.


Dokter itu mengangguk dengan tenang saat dia mengambil pena dan menuliskan diagnosisnya. Dia berkata, "Setelah ini, lakukan beberapa pemeriksaan lagi. Setelah kondisi fisik Anda pulih, Anda hanya perlu melakukan operasi kecil. Setelah itu, Anda harus secara rutin meminum obat, pastikan Anda pergi ke rehabilitasi tepat waktu, dan segera kaki Anda bisa berjalan lagi, tetapi tetap tidak bisa berlebihan."


Setelah jeda singkat, raut wajah sang Dokter berubah lagi, dia menambahkan, "Kenapa? Kalian tidak percaya? Asal kalian tahu, diagnosisku ini dari sudut pandang medis dan aku punya lisensi yang lengkap. Tidak percaya? Hah? Hah? Jika kamu lebih suka duduk di kursi roda maka berpura-puralah aku tidak mengatakan apa-apa."

__ADS_1


Dokter itu kembali terlihat seperti preman lokal dan Haruka lagi-lagi hampir saja menendangnya. Kepala Pelayan Hans juga meragukannya dan dia secara khusus memeriksa siapa dokter itu, tetapi semua lisensinya asli dan orang itu juga merupakan lulusan terbaik dengan nilai perilaku yang sempurna. Namun, entah mengapa saat ini dia terlihat seperti orang gila.


Meski Daniel Yon memiliki beberapa pemikiran sebelum dia datang, mendengar lisensi dokter itu asli dan diagnosisnya mengatakan hal baik, dia memiliki sedikit kegembiraan di matanya yang gelap meskipun masih bisa menjaga ketenangannya.


__ADS_2