
Karena mereka sudah menyelesaikan masalah anggrek, Kepala keluarga Asrahan tidak ingin membuang waktunya lebih banyak lagi untuk terlibat dengan urusan internal keluarga Yon. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Karena kamu ingin menyelidiki, silahkan saja. Helena, perintahkan seseorang untuk membawa rekaman yang diperlukan ke sini, selesaikan masalah ini saat itu juga."
Dengan meninggalkan perintah itu, kepala Keluarga Asrahan pergi. Helena Asrahan memandang mereka dengan mata berbinar dan berkata dengan ramah, "Tolong tunggu sebentar. Ini tidak akan memakan waktu yang lama."
Bukan hanya Helena Krisan, banyak orang yang hadir memandang anggota keluarga Yon dengan tatapan aneh dan terasa intim. Mereka menyukai kepribadian pelindung Soma Haruka dan takjub dengan keberanian gila Darel Yon. Berhubungan dengan orang seperti mereka akan membuat mereka merasa sangat aman.
Saat Helena Asrahan kembali, beberapa orang menyelinap ke belakang, mencoba mencari kesempatan untuk melarikan diri. Namun, di belakang mereka ada pengawal keluarga Asrahan. Jadi, tidak ada tempat untuk lari.
Tidak berlama-lama, setelah memasang beberapa perlengkapan, Helena Asrahan memutar rekaman di layar besar. Rekaman itu dengan jelas menunjukkan bahwa seorang gadis yang mengenakan rok mini hitam mendorong Marina Yon saat dia mengagumi anggrek. Rekaman itu menunjukkan bahwa Marina Yon yang lengah langsung jatuh ke depan dan menghancurkan anggrek di depannya.
Mata Marina Yon memerah, penuh akan kebencian, dia berbalik dan mencari wanita yang berusaha bersembunyi di balik kerumunan. "Aluna Krisan, apa maksudnya ini!?"
Wajah Aluna Krisan sepucat selembar kertas, dia tersandung, menabrak orang di sekitar dan berkata, "Tidak, Sepupu, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku kehilangan keseimbangan dan tidak sengaja menabrakmu. Sungguh, tolong percaya padaku. Kita adalah teman baik, aku tidak punya alasan untuk menjebakmu."
"Teman baik!? Teman baik kamu bilang!?"
__ADS_1
Semua orang yang hadir tidak bisa menahan diri untuk tidak memandang Aluna Krisan dengan jijik. Bagaimanapun, semua orang tahu bahwa Marina Yon dan Aluna Krisan adalah teman baik. Mereka berdua seperti sepaket yang tidak dapat dipisahkan, tetapi sekarang Aluna Krisan menikam Marina Yon dari belakang. Tidak ada yang mau memiliki teman bermuka dua seperti itu.
Marina Yon sedih bercampur marah. "Kamu berani mengatakan bahwa kita adalah teman baik?! Aluna Krisan, apa yang aku lakukan padamu sehingga kamu tega melakukan hal keji itu kepadaku!?"
"Tidak, kamu tidak melakukan sesuatu yang salah padaku. Hal itu terjadi bukan atas kehendakku, Marina Yon." Aluna Krisan tidak berpikir bahwa dia akan ketahuan. Dia menangis, "Maaf, aku tidak sengaja menabrakmu. Aku ingin meminta maaf pada awalnya, tetapi situasi menjadi di luar kendali. Aku tidak berani mengakuinya di depan orang-orang, Marina Yon, tolong maafkan aku."
"Kamu tidak berani mengakui kesalahanmu dan lebih memilih melihatku menderita?" Marina Yon menatapnya dengan kecewa.
Sebelum Yuna Yon datang ke dalam keluarga mereka, Marina Yon satu-satunya perempuan di sana. Dia ingin memiliki saudara perempuan, khususnya seorang adik. Pada saat itulah dia menemukan Aluna Krisan. Sepupu perempuannya yang diabaikan oleh keluarga Krisan.
Anak-anak keluarga konglomerat lain akan menertawakannya setiap kali mereka berkumpul. Marina Yon tidak peduli dengan identitasnya atau apa yang dikatakan orang lain. Ketika orang lain menertawakan pakaian murah Aluna Krisan, dia akan membawanya berbelanja dan membelikan pakaian. Dia memberikan segala kebutuhannya untuk dipandang seperti yang seharusnya oleh anak-anak lain.
Dia sudah menganggapnya seperti adik perempuannya sendiri. Bahkan ketika Yuna Yon hadir di hidupnya, Marina Yon masih merawatnya dengan baik. Namun, untuk semua yang sudah ia berikan, apa yang ia dapatkan? Benar, tusukan keji dari belakang!
"Ke mana kamu ketika aku dikritik, dihina, dan dicaci? Apa yang kamu lakukan ketika aku gelisah, bingung, dan tidak berdaya? Apa kamu juga menertawakanku seperti yang lain? Apa itu lucu untukmu?"
__ADS_1
"Ti-tidak, aku tidak melakukannya! Marina Yon, kamu harus percaya padaku. Aku saat itu ketakutan." Aluna Krisan meraih pergelangan tangan Marina Yon dan memohon dengan lembut, "Ka-kamu tahu aku, kan? Aku tidak punya siapapun yang mendukungku selain kamu, Marina Yon, tolong maafkan aku satu kali ini saja. Aku mohon."
Aluna Krisan menangis sampai suaranya serak, dan dia tidak peduli dengan cibiran orang-orang di sekelilingnya lagi. Di masa lalu, setiap kali Aluna Krisan dibuat menangis, Marina Yon akan menyingsingkan lengan bajunya dan mengajari mereka yang menindasnya sebuah pelajaran. Sehingga sudah sangat lama sejak terakhir kali Aluna Krisan terlihat begitu menyedihkan seperti hari ini. Air mata dan ingusnya bercampur menjadi satu dan tertelan. Dia tampak tidak berdaya.
Namun, Marina Yon sudah tidak bisa mempercayainya lagi, hatinya terlanjur sakit dan tidak ada obat utuk menyembuhkannya. Tidak ada yang mendukungnya? Ketika Marina Yon dikritik oleh semua orang, dia juga sendirian. Dia tidak pernah berpikir bahwa seseorang akan mendukungnya.
Alasan dia bisa berdiri di sini dan mendengarkan pertobatan yang menyayat hati dari Aluna Krisan adalah karena saudara laki-laki dan kakak iparnya tiba-tiba muncul dan melindunginya seperti seorang pahlawan. Namun, bagaimana jika mereka tidak muncul? Jika itu terjadi, saat ini mungkin keluarga Yon akan digempur oleh keluarga Asrahan yang marah.
Marina Yon memejamkan matanya dan mengingat kesan seperti apa yang Soma Haruka dan Darel Yon berikan sebelumnya sehingga orang-orang mengagumi dan takut kepada mereka. Cara berpikirnya selama ini salah, memperlakukan seseorang dengan baik tidak cukup untuk membangun kesetiaan, dia harus membangun hirarki yang jelas agar pemberontakan tidak terjadi. Marina Yon membulatkan tekadnya, mengangkat tangannya dan menampar wajah Aluna Krisan.
Aluna Krisan menatapnya dengan ekspresi tidak percaya. Mata Marina Yon menjadi gelap saat ia berkata dengan dingin, "Aluna Krisan, mulai saat ini dan seterusnya, hubungan kita berakhir di sini. Kamu bukan lagi temanku dan kita tidak lagi saling mengenal. Aku memafkan kamu yang diam ketika mengetahui kebenaran dengan tamparan sebelumnya." Setelah mengatakan itu, dia menampar Aluna Krisan lagi.
"Tamparan ini untuk pengkhianatanmu. Mulai sekarang, kita berdua tidak akan ada hubungannya satu sama lain!"
Dengan itu, Marina Yon berbalik dan berjalan ke sisi keluarganya. Dengan sedikit ragu, dia menyandarkan tubuhnya pada Soma Haruka dan memeluk lengannya erat-erat. Soma Haruka membiarkannya dan tersenyum tulus untuknya. Melihat kecantikan surga dari senyum kakak iparnya, dada Marina Yon yang sebelumnya dipenuhi dengan kemarahan berangsur-angsur menjadi tenang.
__ADS_1