Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 153 : Lelang (3)


__ADS_3

Ares Krisan merasakan darahnya mendidih dan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Wanita ini, Soma Haruka, berbeda dari wanita lain. Dia bukan air, dia adalah mawar yang tumbuh di antara duri.


Bahkan tanpa antusias, dia mampu menunjukkan kecantikannya kepada semua orang. Wanita ini memliki sesuatu jauh melampaui kharisma, sebuah pesona yang mematikan. Setiap orang yang ingin memetik mawar ini ditakdirkan untuk menumpahkan darah sampai ke tempat dia berada. Mereka akan berlutut di depannya dengan luka di sekujur tubuh mereka, hanya untuk ditusuk olehnya.


Ketika dia memikirkan bagaimana dia bisa menaklukkan mawar seperti itu, Ares Krisan merasakan adrenalinnya melonjak. Matanya yang seperti serigala terkunci di atas panggung. Dia tidak tahu apakah dia sedang melihat anting-anting berlian atau orang yang duduk di barisan depan.


Dua orang tamu yang terlambat datang dan memasuki ruangan tanpa bicara. Baru saja mereka duduk, salah satu dari mereka mengangkat papan penawaran dan menaikkan harga, "Lima ratus ribu dollar."


Suara yang familiar membawa Soma Haruka, Daniel Yon, dan lainnya untuk melihat ke arahnya. Orang yang baru datang itu adalah Darel Yon dengan rambut peraknya yang seperti bersinar dalam ruangan tertutup seperti ini. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang mengenali orang yang memakai masker dan duduk di samping Darel Yon.


Tubuh Daniel Yon gemetar saat dia merasakan getaran yang familiar dari orang bermasker itu. Dia menggelengkan kepalanya saat dia membuang pikiran bodohnya jauh-jauh. Soma Haruka yang melihat tingkah aneh suaminya ini tidak bisa untuk tidak bertanya, "Daniel, apa kamu tidak enak badan? Apa kamu mengenal pria itu?"


Daniel Yon menggelengkan kepalanya lagi dan berkata, "Tidak, aku hanya merasa familiar. Mata orang itu... entah mengapa, mengingatkanku dengan mendiang ayah. Aku bisa bertanya pada Darel Yon nanti tentang ini, jangan khawatir." Daniel Yon menggenggam tangan Soma Haruka dengan erat untuk menenangkannya.


Ayahnya, kepala keluarga sebelumnya, memang orang yang aneh. Dia seorang bajingan yang suka bermain-main dan menghamburkan uang, tetapi juga mampu mengurus Yon Grub dengan sangat baik. Pria yang tidak pernah tidur, begitulah julukannya selama masih hidup. Dia memang seperti monster, tetapi masih manusia yang bisa mati.

__ADS_1


"Enam ratus ribu dollar!" Ares Krisan mengangkat papannya dan Ken Bata tidak mau kalah. "Enam ratus lima puluh ribu dollar."


Mereka bertiga saling tatap dan harganya dengan cepat naik menjadi satu juta dollar. Orang-orang di antara penonton menyaksikan mereka bertiga bertarung dengan mati rasa. Seolah-olah angka yang mereka ucapkan bukanlah uang sama sekali.


Perkelahian ini bukan cuma tentang memenangkan Soma Haruka, tetapi juga perselisihan pribadi masing-masing. Ken Bara memiliki amarah khusus pada Darel Yon karena merasa bodoh sudah membangkitkan ambisi dalam diri anak itu. Akibat dari ceramahnya, Darel Yon berubah terlalu jauh, sampai-sampai dia sudah tidak bisa lagi meremehkannya atau berpikir untuk membawanya ke dalam keluarga Ken.


Begitu juga dengan Ares Krisan, dia iri dan mendengki Darel Yon. Dia sudah mengabdikan dirinya dengan baik dalam dunia ini, tetapi yang sukses justru bedebah kriminal macam dia.


"Satu juta lima ratus ribu dollar!" Pada saat ini, Daniel Yon mengangkat papannya lagi. Sulit untuk mengatakan apa yang dia rasakan ketika banyak pria lain mencoba mengambil hati Soma Haruka. Wanita itu bukan cuma istrinya, tetapi juga cahaya terang yang memberinya semangat hidup.


Daniel Yon menatapnya dengan acuh tak acuh dan dia tiak mengucapkan sepatah kata pun tentang ini.


"Ares Krisan!" Pada saat itu, Rea Rania akhirnya tidak bisa menahannya lagi. Dia berdiri, melangkahi beberapa orang, dan menggigit bibirnya saat dia memandangnya. "Apa artinya ini?"


keluarga rea dan Ares Krisan sudah jelas menunjukkan niat mereka untuk membentuk aliansi melalui pernikahan. Namun, Ares Krisan telah menghabiskan begitu banyak uang untuk wanita lain di depan umum. Apakah dia pernah mempertimbangkan perasaan pasangannya? Rea Rania merasakan pipinya sakit, dan tatapan orang banyak membuatnya merasa lebih terhina.

__ADS_1


"Nona Rea." Ares Krisan mengangguk dengan anggun dan tersenyum. "Seperti yang Anda lihat, Saya benar-benar ingin menawar sepasang anting-anting ini. Apakah ada masalah?"


Dia benar-benar bertanya padanya apakah ada masalah? Tentu saja, ada masalah! Dia sangat membenci Soma Haruka. Sebagai tunangannya, tidak apa-apa jika Ares Krisan tidak membantu, tetapi bagaimana dia bisa secara pribadi membantu Soma Haruka untuk menampar wajahnya?


Meskipun mereka seharusnya tunangan, pertunangan mereka sebenarnya belum diformalkan. Jadi, dia tidak memiliki status yang sah untuk menanyainya seperti ini sekarang. Untuk sesaat, mata orang-orang di sekitarnya menusuknya seperti duri tajam. Rea Rania malu dan marah. Air mata menggenang di matanya, dan dia menghentakkan kakinya dengan marah. Dia berteriak kepada Soma Haruka, "Dasar wanita rendahan!"


Soma Haruka mencibir, "Nona Rea, bukan aku yang mempermalukanmu. Bukankah tidak pantas bagimu untuk melampiaskan amarahmu padaku?"


Namun, jika bukan karena Soma Haruka, bagaimana Rea Rania bisa malu seperti ini?! Rea Rania terbiasa nakal. Ketika dia akan membuat keributan lagi, dia melihat Daniel Yon. Dia duduk di depannya, dan dia menoleh dan menatapnya dengan sinis. Tatapan itu sedingin es dan salju, membekukan Rea Rania dalam keheningan.


Ares Krisan juga mengerutkan kening dan berkata dengan tidak setuju, "Nona Rea, kamu terlalu kasar." Semua orang melindungi Soma Haruka. Setelah menyadari hal ini, Rea Rania cemburu dan terlihat tidak enak dipandang, kecemburuannya telah menghabiskan rasionalitasnya. Akhirnya, dia tidak tahan lagi dengan tatapan orang-orang di sekitarnya. Dia menutupi wajahnya dan berlari keluar sambil menangis.


"Satu juta enam ratus ribu dollar, satu kali! Satu juta enam ratus ribu dollar, dua kali!" Pembawa acara di atas panggung tersipu dan mencoba untuk terus mengendalikan adegan. Tepat ketika dia akan mengumumkan siapa pemilik terakhir dari sepasang anting-anting itu, dia melihat seseorang mengangkat papan penawaran di bawah panggung.


"Dua juta dollar." Itu adalah tawaran pertama Ronald Asrahan. Ketika dia melihat bahwa mata semua orang tertuju padanya, dia tersenyum dan berkata, "Melihat semua orang berkelahi dengan sangat berisik, aku juga ingin ikut bersenang-senang. Aku hanya seorang dokter. Jadi, hanya sejumlah ini yang bisa aku sumbangkan."

__ADS_1


Mata Aguero Asrahan terlihat suram saat dia juga mengangkat papannya, dia merasa sedikit tersindir oleh kata-kata Ronald Asrahan. "Dua juta tiga ratus ribu dollar!"


__ADS_2