Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 33 : Kuda Hitam


__ADS_3

Dibandingkan dengan rambut Soma Haruka, rambut Helma Krisan yang dia rawat dengan mahal laksana rumput layu yang tak bernyawa. Kondisi kulitnya tanpa riasan juga jauh lebih buruk dari Haruka. Dia merasa sangat marah sehingga dia hampir mengumpat saat itu juga.


Apakah Tuhan buta? Mengapa dia memberikan penampilan yang begitu indah kepada seorang wanita bodoh yang berasal dari daerah miskin? Itu hanya akan sia-sia di tangannya.


"Lalu, apakah Kamu punya saran agar aku tidak mempermalukan suamiku?" Soma Haruka bertanya dengan penuh minat. Dia sedikit senang ketika menyaksikan wajah Helma Krisan yang semakin menunjukkan warna aslinya.


"Seperti yang Saya katakan sebelumnya, kakak harus selalu memakai riasan agar terlihat cantik, berpakaian dengan tepat, dan tampil di depan orang lain dengan elegan." Nada suara Helma Krisan sangat bersemangat.


Tangannya sedikit gemetar saat dia membuka lipstik dan merekomendasikan, "Sepupu ipar, ini adalah produk paling populer tahun ini. Kulitmu putih, jadi warna ini sangat cocok untukmu. Saya jamin begitu Anda memakainya, Anda akan membuat sepupu Saya menjadi gila!"


Helma Krisan menyerahkan lipstik kepada Soma Haruka, matanya penuh dengan antisipasi, sedikit keraguan muncul di hatinya. Dia sedikit tertawa ketika Soma Haruka dengan bersemangat mengambil lipstik yang ditawarkannya, tampaknya tidak menyadari bahwa dirinya sedang ditipu saat ini.


Ketika Soma Haruka melihatnya dengan cermat dia sedikit terkejut. "Ini adalah lipstik yang populer di kalangan masyarakat kelas atas saat ini?"


"Tentu saja, bagaimana bisa Saya berbohong?" Helma Krisan menatap teman-temannya, dan secara sistematis memberi kode dengan mengedipkan mata kirinya. "Sepupu ipar berasal dari Distrik Kumuh yang tertinggal dan pastinya belum pernah melihat banyak hal. Jika kakak tidak percaya, kakak dapat meminta orang lain dan menanyakan padanya apakah benar produk ini yang paling populer tahun ini atau tidak."


"Itu benar!" Gadis-gadis di sebelah mereka saling memandang dan tersenyum setuju. "Produk ini sedang populer di kalangan masyarakat kelas atas dan menjadi topik pembicaraan di kalangan anak muda!"

__ADS_1


Satu hal penting yang tidak mereka katakan kepada Soma Haruka adalah bahwa produk itu populer bukan karena kualitasnya yang bagus, tetapi karena bermasalah dan berbahaya jika digunakan dalam jangka waktu yang lama.


Soma Haruka memandang sekelompok gadis nakal yang berusaha menemukan kebahagiaan dengan mempermalukan orang lain itu dengan dingin. Mereka memperlakukannya seperti orang bodoh dan dia sudah tidak bisa menahannya lagi.


Soma Haruka duduk di depan meja rias dan berpura-pura percaya kebohongan yang mereka katakan. Dia membuka penutup lipstik dan mendekatkannya ke bibirnya. "Jika ini produk yang sangat disukai oleh masyarakat kelas atas..."


Gadis-gadis itu melihat aksinya dengan penuh semangat. Saat lipstik hendak menyentuh bibirnya, Soma Haruka tiba-tiba mendorong bangku dan meraih tangan Helma Krisan dengan satu tangan. Dia dengan cepat membanting gadis yang seumuran dengan Darel Yon itu ke konter.


"Kenapa tidak kamu saja yang menggunakannya?"


Brak! Parfum, lipstik, dan berbagai produk kosmetik yang dipajang di konter bertebaran di lantai. Wewangian unik dari berbagai produk kosmetik tercampur bersama, membentuk aroma baru yang memuakkan.


"Salah, akulah yang harusnya menanyakan pertanyaan itu. Helma Krisan, apa yang mau kamu lakukan padaku?" Soma Haruka menyeringai ketika matanya menjadi dingin. "Hanya karena aku berasal dari wilayah miskin, bukan berarti aku ketinggalan berita. Produk kosmetik yang kamu berikan padaku berasal dari perusahaan Moena yang bangkrut setelah diketahui produk mereka menyalahi aturan, dan kamu ingin aku memakainya?"


Wajah Helma Krisan menjadi pucat, tetapi kepercayaan dirinya masih ada. Dia bangkit dan mengancam Haruka sambil meninggikan suaranya, "Soma Haruka! Apa kamu sadar sekarang sedang melakukan apa? Kamu melakukan kekerasan kepada anggota keluarga Yon, bahkan jika kamu adalah istri Daniel Yon, apa menurutmu tindakanmu ini bisa dimaafkan!?"


Helma Krisan merasa tenang dan senang. Soma Haruka telah mengusik keluarga Yon, sehingga keluhan akan terus berdatangan ke kediaman Daniel Yon, dan jika hal itu sampai membuat marah Daniel Yon, mereka akhirnya akan bercerai. Soma Haruka pun harus kembali ke daerah miskin di mana dia dipaksa berteman dengan orang-orang jahat.

__ADS_1


"Apa kamu mengancamku?" Kata-kata Soma Haruka memancarkan hawa dingin yang membuat bulu kuduk berdiri. Rasanya seperti gravitasi bertambah kuat, sehingga Helma Krisan harus menundukkan wajahnya.


Keributan yang mereka buat menarik perhatian orang-orang yang lewat. Mereka mulai mendekat dan berkerumun, dan diantara mereka ada Darel dan Yuna Yon yang baru selesai memesan set pakaian formal untuk keperluan bisnis.


Sejujurnya Darel Yon tidak ingin ikut campur, lagipula Soma Haruka bisa menyelesaikan masalahnya sendiri seperti biasa. Namun, Yuna tidak berpikir begitu. Dia khawatir dan menggenggam lengan baju kakak laki-lakinya dengan kuat. Bagi Yuna, Soma Haruka bukan sekedar kakak ipar, tetapi sudah seperti seorang malaikat mulia yang membawanya keluar dari dunia yang sempit.


Darel Yon menghembuskan napasnya berat. Dia maju dan bertanya dengan ekspresi malas, "Kak, apa ada masalah?"


Melihat Darel Yon, mata Soma Haruka langsung menjelajah dan menemukan Yuna Yon berdiri canggung di belakang pemuda itu. Latar belakang Yuna yang terburuk dari enam Yon bersaudara. Jadi, Soma Haruka berpikir kalau dia harus lebih menjaga sikap di depannya, jangan biarkan anak yang polos menyerap hal-hal yang kasar.


Soma Haruka menggelengkan kepalanya. "Tidak, bahkan jika ada, aku bisa membuatnya menghilang," katanya tenang.


Saat Helma Krisan mengangkat wajahnya, dia melihat seseorang menghampirinya. Laki-laki itu punya kaki yang panjang dan tubuh yang tangguh. Dia menunduk dan mengulurkan tangan kasarnya padanya. Wajah tampannya seolah bersinar ketika mulutnya bergerak. "Kamu... Helma Krisan, kan? Apa kamu terluka?"


Aura Kaisar yang gelap, tetapi terasa hangat. Daya intimidasi dan dominasi yang hebat seolah sedang berjuang mempertahankan tahtanya, seseorang yang menjadi cinta pertama dan laki-laki yang akan ibunya jodohkan padanya di masa depan, dia adalah Tuan Muda keempat keluarga Yon, sang kuda hitam, Darel Yon.


Kepala Helma Krisan seolah menjadi kosong, dia terdiam menatap pria di depannya dengan pipi yang memerah. Dulu, saat ibunya mengetahui bahwa dia secara diam-diam menyimpan rasa kepada sepupunya sendiri, dia tidak dimarahi, tetapi malah dipuji dan dibanggakan.

__ADS_1


Menurut ibunya, Darel Yon adalah seseorang yang masa depannya akan bersinar. Dia bisa melihat jiwa pendiri keluarga Yon mengalir di dalam darahnya. Jadi, meskipun Darel Yon tidak mungkin menjadi kepala keluarga Yon, dia tetap akan sukses dengan tangannya sendiri.


__ADS_2