Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 56 : Tidak, Terimakasih


__ADS_3

Mayuna Yon langsung menunjukkan senyum puas, memperlihatkan dua lesung pipit di pipinya. Saat itulah yang lain menyadari bahwa gadis yang selalu membiarkan rambutnya menutupi pipinya, telah menyematkan rambut panjangnya di belakang telinganya yang halus dan kecil, dan setengah wajahnya terungkap sekarang.


Penampilannya yang dulu pemalu tidak terlihat lagi. Dia tampak seperti gadis kecil yang normal sekarang.


"Kakak ipar." Marina Yon menggigit bibirnya. Dia juga ingin ikut bersama mereka, tetapi dia tidak dapat menemukan alasan yang bagus untuk melakukannya. Untuk pertama kalinya, dia merasa sangat tidak berdaya sebagai putri dari keluarga kaya yang apapun bisa ia dapatkan.


Soma Haruka menoleh ketika dia mendengar suaranya. Dia merasakan kejengkelan Marina Yon, tetapi mengabaikannya. Soma Haruka berkata, "Kamu baru saja kembali ke rumah. Tetap di rumah dan istirahat. Tunggu aku membawakan sesuatu untuk kamu makan."


Soma Haruka akan membawa makanan kembali hanya untuknya? "Baik, kakak ipar!" Marina Yon langsung berubah dari cemberut menjadi ceria saat dia tersenyum cerah. Tingkah adik-adik perempuannya yang berjuang untuk mendapatkan perhatian benar-benar tidak sedap dipandang, dan David Yon hanya bisa mengerutkan bibirnya dengan jijik.


Mata Daniel Yon menjadi gelap saat dia melihat adegan ini. Untuk pertama kalinya, dia merasa ayahnya telah meninggalkan terlalu banyak anak. Mengapa mereka semua mengganggu istrinya? Sayangnya, istrinya mudah diajak bicara. Dia juga tipe orang yang akan mengakui setiap permohonan dan tidak tega.


"Daniel." Soma Haruka menyeka sudut mulut Daniel yang terkotori oleh bubur. Dia tersenyum dan bertanya, "Bagaimana perasaanmu hari ini?"


Tubuh Daniel Yon masih memiliki bau desinfektan dari operasi kemarin, dan wajahnya sedikit pucat. Sarapan yang Daniel Yon makan berbeda dari mereka. Dapur telah secara khusus menyiapkan makanan untuk dikonsumsi setelah operasi. Itu ringan dan bergizi, tetapi Soma Haruka menyadari bahwa napsu makan suaminya sudah menurun dan dia sangat lamban.

__ADS_1


Meskipun dokter mengatakan bahwa itu adalah operasi kecil, itu melibatkan pemutusan dan penyambungan kembali tulang panjang dan bengkok. Orang bisa membayangkan rasa sakit seperti apa yang akan dia alami setelah obat biusnya hilang.


"Aku baik-baik saja." Daniel Yon mengalihkan pandangannya, tidak sanggup berlama-lama melihat wajah cantik istrinya yang sangat dekat dengannya. Dia berkata dengan berat hati, "Pergilah, tetapi pastikan kamu kembali lebih awal dari biasanya." Mereka berdua saling bertukar pandang yang hanya mereka yang bisa mengerti.


"Ada apa, kak?" Marina Yon tanpa sadar bertanya, "Apakah kondisi kakak semakin buruk?" Soma Haruka memandang ke arah Daniel dan mendapatkan sebuah isyarat untuk merasahasiakan tentang operasi dari Marina Yon. Soma Haruka menjawab, "Tidak ada apa-apa. Kalau kamu bosan di rumah, pergilah jalan-jalan dengan David, dia sudah berhenti berbuat onar. Jadi, sekarang menganggur."


Marina dan David Yon saling tatap dengan canggung kemudian membuang muka. "Tidak, terimakasih," tolak mereka berdua secara serentak.


Ketika Maestro Roseta bergabung dengan keluarga Asrahan, dia diberikan sebuah vila kecil di pinggiran kota. Lingkungannya tenang, dan ada taman lahan basah yang indah di dekatnya. Itu adalah tempat yang sangat cocok untuk ditinggali. Saat Soma Haruka dan Mayuna Yon datang di sana, Maestro Roseta baru saja menyelesaikan latihan hariannya. Dia dengan hangat menyambut mereka berdua dengan senyuman.


Kemarin, Maestro Roseta terkejut ketika melihat Yuna yang dengan santainya mengatur ulang busur dan senar biola agar cocok dengannya. Tuning adalah sesuatu yang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Jika bukan karena pengetahuan dan pemahaman yang luar biasa tentang biola, akan sangat sulit untuk menyetelnya secara akurat. Namun, Mayuna Yon yang baru beberapa hari mempelajari biola bisa melakukannya. Jadi, setelah dia bertukar nomor dengan muridnya, dia bertanya dari siapa Yuna mempelajari hal itu.


Secara alami Maestro Roseta menjadi tertarik, hal seperti itu hanya bisa terjadi jika Mayuna Yon sangat berbakat atau Soma Haruka yang berbakat dalam mengajar.


"Saya?" Soma Haruka sedikit terkejut. Setelah tertegun sejenak, dia tersenyum dan berkata, "Maestro Roseta, Anda menyanjung Saya. Saya yakin Anda pernah mendengar beberapa hal tentang Saya. Meskipun Saya terlahir dengan latar belakang keluarga Soma, Saya hanyalah anak buangan yang disisihkan ke Distrik Kumuh. Bagaimana Saya bisa memiliki kesempatan untuk belajar dari seorang guru yang hebat? Saya hanya beruntung mendapatkan biola yang masih bisa dipakai dipembuangan sampah. Jadi, Saya mencoba mempelajarinya saat Saya merasa bosan belajar pelajaran sekolah."

__ADS_1


Dia memang tidak pernah belajar dari master biola mana pun. Itu hanya kebetulan bahwa dia bertemu dan belajar beberapa alat musik dari beberapa orang tua yang tinggal di pengasingan untuk sementara waktu. Soma Haruka pernah menanyakan nama mereka. Namun, mereka mengatakan bahwa nama mereka sudah tidak ada artinya. Jadi, mereka tidak memberitahunya sampai akhir.


Soma Haruka tenggelam dalam ingatannya dan tidak menyadari bahwa mata Roseta dipenuhi dengan emosi yang rumit. Soma Haruka terlihat masih muda, tetapi berdasarkan pengakuan muridnya, keterampilan biola Soma Haruka ada di kelas yang sama dengannya.


Tapi apa yang baru saja Soma Haruka katakan tadi? Dia hanya mencoba-coba saat dia bosan? Jika dia tidak berlatih biola sepanjang tahun, bagaimana dia bisa menyamai tingkatnya jika seperti itu. Hal ini tidak masuk akal.


Maestro Roseta berpikir bahwa Soma Haruka bersikap rendah hati dan tidak ingin mengatakan kebenaran padanya . Karena itu, dia tidak bertanya lebih jauh. Dia meminta Mayuna Yon untuk naik ke atas bersamanya ke ruang musik untuk memulai pelajaran. Bagaimanapun, ini adalah hari pertama kelas, jadi ini lebih tentang mengenal dasar-dasarnya. Itu tidak akan memakan waktu terlalu lama.


Soma Haruka tidak berencana untuk duduk di sana dan menunggu. Setelah Roseta dan Mayuna Yon naik ke atas, dia bangkit dan berjalan di sekitar taman di depan vila.


Soma Haruka berjalan sambil melihat sekeliling. Tanpa sadar, dia tiba di tengah taman. Dia mendengar tawa hangat datang dari samping.


Sepasang suami istri tua berambut abu-abu sedang duduk di paviliun, minum teh dan mendiskusikan sesuatu, Ketika mereka mendengar langkah kaki, mereka melihat ke belakang secara bersamaan. Mereka tampak ramah.


Salah satu dari mereka, seorang wanita tua berambut pendek, memandang ke arah Soma Haruka dengan hangat. Dia tersenyum dan bertanya, "Apa kamu murid baru yang dibicarakan Rosa?"

__ADS_1


__ADS_2