Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 24 : Dominasi


__ADS_3

Rama Ryan terdiam, jantungnya berdebar hebat hingga keringatnya jatuh ke lantai. Seratus lima belas miliar, itu nilai yang sangat murah untuk pusat perbelanjaan terkenal. Meskipun dirinya tidak memiliki uang sebanyak itu sekarang, dia bisa mengambil pinjaman dari Bank.


Itu tawaran yang sangat menggiurkan, cukup untuk Haruka ingin menyerobot dan menghabiskan uangnya untuk membelinya dari Darel Yon. Namun, pikiran Rama Ryan berbeda. Dia merasa ragu dan dia takut dengan kekuatan keluarga Yon. Jika ia menerima tawaran itu, kehidupan anak-anaknya akan terjamin, tetapi itu artinya mereka juga akan terlepas dari keluarga Yon seutuhnya.


Meskipun Darel Yon tidak diperbolehkan mengikuti pertarungan ahli waris karena aksi kriminal yang dilakukannya di masa lalu, setidaknya anak itu di masa depan akan menjadi cabang keluarga Yon jika Kakak laki-lakinya terpilih.


"Pilih Paman." Darel Yon mendesak. Rama Ron melirik ke arah ayahnya dan menemukan pria yang selalu percaya diri itu sedang larut dalam bimbang. Mendengar dari arah pembicaraan sebelumnya, Rama Ron sekarang tahu bahwa pusat perbelanjaan yang dikelola oleh ayahnya adalah milik Darel Yon dan gara-gara keangkuhannya, ayahnya mungkin akan kehilangan segalanya.


Mata Rama Ron menjadi kosong, dia menyesali perbuatannya dan ingin mencoba membantu ayahnya. Namun, apa yang ia bisa? Selama ini dia hanya menghabiskan uang dan membolos kelas, pendapatnya tidak mungkin didengar.


"Ini bukan sesuatu yang bisa Saya putuskan seorang diri." Rama Ryan tidak bisa mengambil keputusan. Dia sudah memikirkannya dengan hati-hati, tetapi semakin banyak dia berpikir, semakin bimbang juga ia.


Ketidakpastian membuat perasaan tidak puas muncul di wajah Darel Yon. Rama Ron yang menyadari hal itu segera berdiri, membungkuk 75 derajat, dan memelas, "Tolong berikan kami waktu untuk memutuskannya!"


"Paman, apa kamu menganggap negosiasi ini sebagai lelucon?"


Mata Darel Yon menjadi dingin. Dia marah dan tanpa sadar memancarkan aura membunuh yang kuat. Dalam hitungan detik ruangan terasa gelap dan berat, membuat Rama Ryan dan Rama Ron terdiam membeku dalam rasa takut.

__ADS_1


Rama Ryan sekarang memperhatikan Darel Yon dengan benar. Jika Daniel Yon mewarisi kecerdasan mengelola bisnis dari ibunya, maka Darel Yon mewarisi keganasan ayahnya. Sombong dan arogan, dominasi dan agresif, tetapi bijaksana dan terencana. Sosok yang bisa menaklukkan orang lain hanya dengan beberapa patah kata, seolah-olah makhluk yang datang dari dunia yang berbeda.


Haruka tidak lagi bisa berdiam diri. Dia menepuk pundak Darel Yon dan berkata, "Penawaran ini mungkin terlalu berat untuk mereka. Karena kamu berkata kalau ini adalah negosiasi, maka kamu harus menerima kompromi dari mereka." Saat Darel Yon menatap ke arahnya, Haruka beralih kepada Rama Ryan. "Anda juga Tuan Rama, jika Anda merasa timbangannya tidak pas, maka yang perlu Anda lakukan hanyalah menyesuaikannya."


Setelah Haruka mengubah suasana di dalam ruangan itu. Rama Ryan mendapatkan kembali sedikit keberaniannya. Dia mulai bertanya dan mencari jalan terbaik untuk kedua belah pihak.


Setelah beberapa waktu, mereka akhirnya membuat keputusan. Rama Ryan memutuskan untuk tetap terhubung dengan Darel Yon dan menolak untuk membeli pusat perbelanjaan darinya. Meski begitu, kontrak terkait pusat perbelanjaan telah ditinjau ulang dan disempurnakan.


"Aku telah meninjau ulang kontraknya sesuai dengan syarat yang Paman minta. Silahkan tanda tangan di sini." Darel Yon menyerahkan kontrak kepada Rama Ryan dan dia langsung menandatanganinya.


"Tolong laporkan pendapatan secara teratur kepadaku mulai sekarang. Khususnya yang berhubungan dengan pajak. Jika Paman berpikir untuk memperluas toko atau menerima sponsor, tolong bicarakan terlebih dulu denganku."


Meskipun Rama Ryan berkata dengan penuh percaya diri, tetapi Darel Yon tidak begitu yakin dengannya. Namun, dia bisa percaya dengan uang yang masuk secara teratur ke rekening banknya.


"Paman, bisakah Paman membantuku?" Sudut bibir Darel Yon turun ketika ia bertanya. Ada kesedihan di matanya yang kosong dan keputusasaan memangsanya dari dalam.


"Tentu saja. Meski terlihat begini, Saya pernah belajar bisnis di Amerika. Jadi, jangan ragu untuk bertanya atau meminta sesuatu. Saya dengan senang hati akan melakukannya jika Saya mampu." Rama Ryan membusungkan dadanya, dia tahu kalau Darel Yon mencoba untuk menyelam ke dunia bisnis dan mulai menerka apa yang akan ditanyakan dan dipinta oleh keponakan sekaligus bos-nya itu.

__ADS_1


Sayangnya dugaan Rama Ryan salah besar. "Tolong carikan aku keluarga yang cukup memiliki nama dalam dunia bisnis atau politik yang sedang dalam kondisi terpuruk, lalu lihat apa aku bisa membeli 'marga' mereka atau tidak."


Mendengar permintaan Darel Yon membuat Rama Ron dan Soma Haruka menjadi kebingungan. Namun, tidak untuk Rama Ryan. Dia pernah mendengar tentang tradisi unik keluarga Yon. Jadi, dia tanpa basa-basi langsung menyetujuinya. "Baik, Saya paham apa yang Anda inginkan. Saya akan mencarikan Marga yang cocok dengan Anda."


"Ya, tolong. Jangan khawatir dengan harga, selama Marga itu tidak kalah dengan Marga Yon, aku akan membelinya meskipun harus menjual beberapa apartemen yang diwariskan kepadaku."


Saat Darel Yon mengatakan itu dengan senyum yang dipaksakan, mereka tahu ada yang tidak beres. Menjadi keluarga cabang tidak harus menuntut mereka untuk membeli Marga dari keluarga lain, mereka harusnya diperbolehkan untuk menciptakan Marga baru untuk diri mereka sendiri, apalagi Darel Yon meminta Marga yang tidak kalah dari Marga Yon, bagaimana bisa mereka tenang ketika pemikiran gila muncul di dalam kepala.


"Tunggu, jangan bilang Anda ingin meninggalkan keluarga Yon dan membangun keluarga baru yang sepenuhnya terpisah?" Rama Ryan sontak menjadi gugup, begitu pula dengan Haruka.


Yon Grub, perusahaan nomor satu di Negara ini yang bergerak di berbagai sektor bisnis. Garda depan mereka adalah elektronik dan otomotif. Namun, mereka juga bermain di telekomunikasi, alat berat, distribusi, kimia, investasi, dan lain sebagainya.


Omset pertahun mereka berkisar di angka 3,5 kuadraliun rupiah dan laba usahanya mencapai lebih dari 350 triliun rupiah. Setelah mendengar itu, siapa yang tidak ingin menjadi bagian dari keluarga Yon?


Namun, sesuatu yang tidak terduga sedang terjadi. Salah satu ahli waris utama Keluarga besar Yon malah hendak keluar dari istana Yon yang megah dan membangun kastil kayunya sendiri.


Darel Yon tersenyum puas dengan reaksi yang ia dapatkan. Sejujurnya dia sendiri juga terkejut, dan tidak pernah mengira kalau dia akan memiliki impian sebesar itu. Setelah dia disadarkan oleh Ken Bara malam itu, kehidupan yang ia impikan di masa lalu tenggelam dan mati layu. Dibanding mengejar perasaan nikmat karena uang yang seperti tiada habisnya, Darel Yon mulai merasa haus akan dunia.

__ADS_1


Dia ingin membangun kekaisarannya sendiri dan sepotong demi sepotong mulai menggenggam dunia dengan cakarnya. Dia mengakui dirinya bodoh dan berhasil mendapatkan solusi untuk menutupi kelemahannya. Karena dia tidak kompeten dalam menghasilkan uang, yang harus ia lakukan adalah menjadi seorang bajingan yang membuat orang lain menghasilkan uang untuknya.


__ADS_2