Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 97 : Berita


__ADS_3

"Mengumpatlah sebisamu, sayang sekali aku tidak tinggal di sini. Bahkan meski aku tinggal di sini pun, kamu tidak akan bisa melakukan apapun padaku," cibir Soma Haruka. Dia diam-diam menggunakan kekuatannya untuk menginjak ulu hati Tuan Lee sampai dia berteriak dengan suara yang menyedihkan. "Ketika ada aktivitas ilegal, warga sipil harus memanggil polisi. Inilah mengapa kamu seharusnya tidak bangga menjadi seorang kriminal."


"Tu-tunggu dulu, Nona Muda!" Tuan Jhon menelan ludah dan bertanya dengan hati-hati, "Apa maksudmu dengan pertarungan kelompok?" Tuan Jhon telah memahami banyak hal setelah dikurung sekali. Misalnya, perkelahian kelompok adalah sesuatu di mana kedua belah pihak harus dikurung.


Soma Haruka mengendurkan ototnya yang kaku. Suasana hatinya juga jauh lebih baik setelah dia melampiaskan amarahnya. Ketika dia mendengar kata-kata Tuan Jhon, dia menatapnya dan memasang wajah bingung. "Kenapa? Bukankah kalian baru saja bertarung? Jika kalian melakukannya, bukankah ini pertarungan kelompok namanya?"


"Apa? Bukankah barusan kita bertarung bersama barusan?" Tuan Jhon kehilangan ketenangannya. "Hah? Apa maksudmu? Aku tidak melakukan itu. Aku hanya warga sipil biasa yang terlibat di tengah-tengah perkelahian dan tidak punya pilihan lain selain menegakkan keadilan. Di mana salahku?" Soma Haruka menggelengkan kepalanya dan memandang Tuan Jhon seolah-olah dia bodoh, sehingga Tuan Jhon langsung kehilangan kata-kata dibuatnya.


Meskipun dia tahu bahwa Soma Haruka bukanlah seseorang yang bisa dianggap enteng, Tuan Jhon tidak berharap dia tanpa ampun. Ketika polisi tiba dan melihat Tuan Jhon dan Soma Haruka, mereka tertawa. "Hahaha, apakah kamu dipukul perempuan itu lagi?"


Petugas polisi kali ini adalah petugas polisi yang sama dengan yang terakhir kali. Tuan Jhon berhenti melawan dan menerima kenyataan. "Ugh, dasar. Tolong jangan bertemu denganku lagi di masa depan!" kesalnya.

__ADS_1


Seorang polisi wanita cantik di samping petugas polisi itu menatap Soma Haruka berulang kali. Setelah beberapa saat, dia sepertinya tidak bisa menahannya dan bertanya dengan suara rendah, "Bolehkah Saya bertanya? Apakah Anda adalah Nyonya baru keluarga Yon?"


Soma Haruka terkejut. "Apa Anda mengenal Saya?"


"Hm? Bukankah itu sudah jelas?" Polisi wanita muda itu sedikit terkejut dan ekspresinya tampak rumit. "Anda muncul di surat kabar dan di sosial media." Kemudian, dia merenung dan melihat ke arah para preman di tanah. Tiba-tiba, dia berseru, "Namun, media berita zaman sekarang memang suka melaporkan omong kosong, dan apa yang mereka katakan tidak benar dan dilebih-lebihkan. Jangan dibawa ke hati. Anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa tentang itu."


Petugas Polisi Wanita itu menggelengkan kepalanya dan menganggap bahwa itu benar-benar lelucon yang buruk. Bagaimana mungkin gadis cantik yang tampak kasar dan juga berani memanggil polisi ini, orang yang sama seperti yang mereka posting di internet. Gadis yang sangat cantik dengan temperamen yang kasar, tetapi baik. Yang seperti ini memiliki pesona dunia lain, dan banyak orang akan melakukan apa saja untuknya. Mengapa dia harus mengemis untuk mendapatkan hal-hal yang dia inginkan? Lelucon bodoh.


Soma Haruka samar-samar merasakan ada sesuatu yang salah. Ketika dia menghubungkan kata-kata polisi wanita itu dengan omong kosong yang dikatakan Soma Hanah, dia mencurigai sesuatu. Namun, ini bukan waktunya untuk memikirkan hal ini. Dia tersenyum dengan tenang dan berkata, "Baik, terima kasih."


"Kamu pergi ke mana?" Suara Daniel Yon terdengar rapuh dan samar, karena itu, Soma Haruka bisa mendengar dengan jelas suara adik-adik iparnya yang bertengkar. Rumah neneknya itu terdengar sedikit lebih hidup. "Cepatlah pulang. Makanannya sudah siap. Nenek sedang menunggumu kembali untuk memulai makan malam."

__ADS_1


Soma Haruka menarik napas dalam-dalam. Agar dia cepat sampai ke rumah, dia harus melewati gang kecil yang berada di area pemukiman padat. Saat ini sudah waktunya untuk makan malam, dalam beberapa langkah, kuah makanan melayang keluar dari jendela yang terbuka, mengotori sepatunya. Suasana hati Soma Haruka yang semula mudah tersinggung dan tertekan anehnya menjadi sangat tenang saat itu. Dia melihat ke tanah dan berkata kepada Daniel Yon di telepon, "Daniel, aku akan pergi ke toko kelontong dulu untuk membeli sesuatu. Aku tidak akan lama."


Soma Haruka pergi ke toko kelontong untuk membeli minuman sebelum kembali ke rumah Nenek. Daniel Yon sepertinya telah menunggunya di depan pintu. Dia mendengar langkah kaki di luar dan membuka pintu, lalu mengambil minuman dari tangannya.


"Kakak ipar, cepat ke mari!" Marina Yon bersorak, "Masakan Nenek sangat harum. Mau tak mau kita ngiler melihat mereka!" Soma Haruka tersenyum dan berkata, "Baik, aku datang!"


Daniel Yon dan saudara-saudaranya dengan senang hati menyelesaikan makan mereka dan kembali ke kediaman keluarga Yon di malam harinya. Mereka kembali ke kamar masing-masing setelah mandi. Baru pada saat itulah Soma Haruka punya waktu untuk melihat teleponnya. Memikirkan apa yang dikatakan polisi wanita dan Soma Hanah, dia sepertinya sedang menjadi berita utama.


Soma Haruka tidak perlu mencarinya. Dia melihat bagian teratas yang memuat tentang dia dan Marina Yon. Di awal berita, memperkenalkan prestasi Maestro Roseta dan penghargaan yang telah diterimanya. Kemudian, itu memunculkan cerita tentang kebanggaan negara itu menerima Mayuna Yon sebagai muridnya di perjamuan keluarga Asrahan.


Saat dia hendak membaca lebih jauh, suara teriakan para pelayan terdengar di ruang depan. Tidak lama setelahnya, suara mobil terdengar keluar dari kediaman keluarga Yon. Soma Haruka kenal betul suara mobil itu, dia pernah mengemudikannya sekali. Itu mobil modifikasi milik David Yon, tetapi sepertinya bukan dia yang mengemudi, karena Soma Haruka dapat mendengar suara David Yon yang mengamuk mobilnya dicuri oleh Darel Yon.

__ADS_1


Soma Haruka merasa jantungnya sesak. Darel Yon hanya pernah bereaksi seburuk itu ketika ada seseorang yang menghina Marina Yon. Jadi, dia tidak bisa tidak curiga dengan berita yang sedang ia baca.


"Semua orang di lingkaran atas tahu bahwa Nona Muda Ke Lima keluarga besar Yon, Mayuna Yon. Dia memiliki gangguan kejiwaan yang fatal, dan dia terkenal karena tidak bisa bermain musik lebih baik daripada anak berusia tiga tahun. Lalu, bagaimana dia tiba-tiba bisa menggerakkan Maestro Roseta, mengalahkan banyak pesaing sosialita yang mengapdikan diri sepenuhnya dalam bermusik, dan berhasil menjadi murid Maestro Roseta? Dalam hal ini, Saya rasa Saya harus menyebutkan istri baru Tuan Muda Daniel Yon, dalam kata lain, Kakak ipar Nona Muda Mayuna Yon, dia adalah Nona Muda Soma Haruka."


__ADS_2