Menikahi Tuan Muda Lumpuh

Menikahi Tuan Muda Lumpuh
Bab 35 : Dokter Ronald Asrahan


__ADS_3

Dokter yang memeriksa kaki Daniel Yon adalah orang yang berbicara kasar terakhir kali. "Hasil pemeriksaannya bagus. Kalian dapat mengatur operasi dalam beberapa hari ke depan." Tatapannya saat ini terlihat tulus dan profesional, tidak seperti sebelumnya yang terlihat seperti Hooligan.


Soma Haruka melihat papan nama dokter itu di dadanya. Dokter Ronald Asrahan, kepala dokter dari Departemen Ortopedi dan Traumatologi. Sepertinya informasi sebelumnya yang menyatakan orang ini adalah seorang genius adalah benar, dia sudah dipercayakan tanggung jawab sebesar itu di usianya yang masih muda.


"Dokter Ronald, berapa probabilitas keberhasilan operasi Suamiku?" Soma Haruka bertanya. Namun, tanpa sadar telah mengaktifkan sifat buruk Dokter Ronald yang suka menyindir dan menghina. "Jika kalian tetap keras kepala dan tidak datang untuk berobat, maka kemungkinan keberhasilannya adalah nihil." Dokter Ronald mencibir. "Sekarang kamu khawatir tentang kemungkinan keberhasilan? Kalau kamu ingin sekali suamimu sembuh, harusnya kamu menyeretnya ke luar meskipun dia menolaknya!"


Baru kali ini Soma Haruka merasa tidak berdaya. Dia tahu bahwa maksud Ronald baik dan apa yang ia katakan benar, tetapi dia benar-benar ingin memukulnya. Ronald Asrahan menggelengkan kepalanya, jika saja Daniel Yon menerima perawatan lebih awal, lukanya tidak akan berkembang ke tahap ini, dan mungkin sekarang sedang berlari ke sana kemari sambil menyeret orang-orang yang mencelakainya.


Ronald Asrahan entah kenapa merasa sangat marah karena calon kuat kepala keluarga Yon di depannya ini tidak merawat tubuhnya dan malah berputus asa.


Keluarga Yon, keluarga Ken, dan keluarga Asrahan, ketiganya adalah keluarga paling berpengaruh di negara ini. Daniel Yon sudah mendapatkan segalanya dan hanya menunggu waktu sebelum dia menjadi kepala keluarga, tetapi dia malah bertingkah bodoh dengan membiarkan punggungnya terbuka lebar. Di saat Ronald sendiri harus berjuang dari bagian paling bawah dan menempuh jalur yang berbeda dengan menjadi seorang Dokter agar upayanya untuk merebut kursi ahli waris keluarga Asrahan tidak dipenuhi oleh duri.


"Dokter yang kami temui sebelumnya mengatakan bahwa kakiku tidak bisa sembuh. Barulah ketika istriku mencurigai sesuatu, dia membawaku kemari." Daniel Yon tidak tahan membiarkan Dokter Ronald terus mengejek Soma Haruka sehingga dia memegang tangannya dan mengakui kesalahannya dengan sikap yang sangat baik. "Sekarang aku tahu bahwa ada orang yang ingin melukaiku, dan masih ada harapan untuk kembali seperti dulu, kami tidak akan menyerah. Tolong bantu kami, aku tidak bisa mempercayakan ini kepada Dokter lain karena situasi ini!"

__ADS_1


Mendengar kata-katanya, Ronald Asrahan memandang Daniel Yon dengan sedikit terkejut. Orang yang sedang memohon di depannya ini adalah orang yang sama dengan yang sering ia lihat di surat kabar keuangan utama. Dia masih muda, tampan, dan memiliki karir yang sukses. Dia adalah kekasih impian bagi banyak wanita.


"Apa kamu sadar betapa bodohnya apa yang kamu minta saat ini? Agar bisa membantumu tanpa diketahui oleh orang-orang berkuasa lain yang ingin menjatuhkanmu, pengobatan ini harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan ilegal. Apa menurutmu akan ada Dokter yang cukup bodoh untuk menyanggupi sesuatu yang akan memecatmu dan memasukkanmu ke penjara setelah kebocoran terjadi? Apa otakmu hanya pajangan?"


Mendengarnya Daniel Yon mulai merasa putus asa kembali, dia tertunduk dan kepalanya seperti terasa pecah. Melihat itu, Soma Haruka merasakan sesuatu menabrak hatinya dengan keras. Dia tidak bisa berdiam diri saja menyaksikan ini semua.


Soma Haruka menjatuhkan tas selempangnya dan menundukkan kepalanya di depan Dokter Ronald. Dia memohon, "Saya mohon tolong kami, jika Dokter bersedia, kami bisa menyediakan apapun dan memberi apapun yang kamu minta." Melihat aksi Haruka membuat Daniel menjadi tenang kembali, dia mulai memutar kepalanya dan menggunakan otaknya untuk membuat rencana yang sempurna. Untuk sesaat, si genius Daniel Yon kembali ke muka bumi.


Mata gelap Daniel Yon bersinar ketika dia berkata dengan tekad yang kuat. "Jika Saya bisa menyediakan semua keperluan dan menjamin keamanan semua orang yang terlibat, apakah Dokter bisa mencari beberapa orang yang dapat dipercaya yang bersedia membantu kami? Jika Dokter bersedia, Saya akan memberikan apapun yang Dokter mau kedepannya."


***


"Selamat datang kembali, Tuan, Nyonya!"

__ADS_1


Begitu mereka tiba kembali di kediaman keluarga Yon, seorang Pelayan menghampiri mereka dengan membawa undangan berlapis emas. "Kepala Keluarga Asrahan sepertinya telah mendapatkan keberuntungan besar baru-baru ini, sehingga mereka mengadakan perjamuan besar dan mengundang Anda untuk datang."


Soma Haruka dan Daniel Yon saling memandang. Mereka sebelumnya sedang mencari waktu yang tepat untuk melakukan operasi dan Dokter Ronald menyarankan memilih waktu di mana orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku sedang tidak berfokus pada mereka. Sepertinya perjamuan besar ini bisa menjadi tirai yang cukup tebal.


Soma Haruka menerima undangan itu dan tersenyum. "Karena Daniel sedang tidak enak badan. Jadi, hanya aku dan saudara-saudarinya saja yang akan menghadiri perjamuan ini, tolong berikan jawaban seperti itu kepada keluarga Asrahan, dan lihat apakah mereka akan membencinya atau tidak."


Melihat mata Soma Haruka, Kepala Pelayan Hans tahu bahwa Nyonya barunya itu tidak mempercayai pelayan lain kecuali dirinya. Hal itu membuatnya merasa senang dan bisa sedikit berharap kenaikan upah.


Kepala keluarga Asrahan saat ini adalah kakek dari Dokter Ronald. Orang tua yang memiliki status yang sangat tinggi dan kekuasaan yang melimpah. Jadi, tidak ada yang akan menolak undangannya karena takut akan menyinggung perasaannya. Namun, karena Daniel Yon saat ini tidak sehat, masuk akal bagi Soma Haruka untuk mengirim pesan balasan yang memberitahu bahwa dirinyalah yang akan menggantikan Daniel Yon untuk menghadiri perjamuan.


Kepala Pelayan Hans juga bisa menggunakan kesempatan dari perjamuan ini sebagai tabir untuk membawa Daniel Yon menjalani operasinya.


Kepala Pelayan Hans berdeham ketika melihat pasangan suami istri itu tenggelam dalam dunia mereka sendiri. "Dokter Arkam barusan menghubungi Saya, dia mengajukan beberapa pertanyaan tentang kaki Anda yang sakit setelah terjatuh. Jadi, dia akan datang malam ini untuk memeriksa."

__ADS_1


Hans menambahkan, "Setelah Dokter Arkam mendengar bahwa Anda pergi dengan Nyonya, dia mengingatkan Saya untuk memastikan Anda minum pil putih itu secara teratur."


Mendengarnya membuat mata Daniel Yon berubah dingin. "Dia menyuruhku meminum benda sialan itu lagi? Terdengar seperti memintaku untuk mati lebih cepat." Dia berada di ujung batasnya. Jika bukan karena Soma Haruka memintanya untuk bersabar, kepala Dokter Arkam sudah terpisah dari tubuhnya sejak lama.


__ADS_2